37. berhenti untuk mengejar

676 11 0
                                        

*plakkk

entah keberanian dari mana zea menampar pipi Rakha hingga Rakha menoleh ke samping

semua terkejut dengan tindakan zea bahkan levia dengan mulut yang terbuka dan kedua tangannya bertepuk tangan, 'gila juga zea' batin via

"JALANG? BUKANYYA DIA YANG JALANG RAKHA! KISSING DI SAMPING PERPUS DENGAN LO HAH?! DAN siapa sekarang yang MURAH?" tanya zea yang di hadapan rakha menatap ke arah reva membuat sang empu mematung dengan wajah yang pucat

"whttt??" levia kaget mendengar ucapan zea, begitu mereka yang menonton aksi itu, banyak dari mereka yang mulai berbisik bisik tentang reva dan rakha

"l-LO!! bukannya Lo yang selalu ngejar gue bukannya itu murah?" tanya rakha menatap zea dengan tatapan marah

zea yang tadi menatap rakha, kini mata nya melihat sekeliling dan beralih menatap rakha

"oke! GUE NAZEA ARRABELLA MULAI DETIK INI JUGA GUE BERHENTI UNTUK NGEJAR RAKHA DIRGATARA, DAN KALIAN SEMUA SAKSI NYA!!!" teriak zea depan semua orang

usai mengatakan itu zea pergi meninggalkan orang orang yang masih mencerna ucapan zea dan rakha? entah mengapa hati nya sakit mendengar ungkapan zea seakan akan hati nya menolak untuk zea berhenti mengejarnya

dengan cepat levia menyusul zea yang tengah berlari

"puas kan Lo! asal lo tau kalau ka zea adalah orang yang selama ini Lo cari bang! dia ka wena!!" desis vano dengan mendorong tubuh Rakha dan pergi meninggalkan mereka untuk menyusul via dan zea

ucapan vano membuat Rakha menggelengkan kepala nya mana mungkin wena, zea bukan wena yang selama ini ia cari lagi pula vano juga tak mempunyai bukti nya

di sisi lain via mencoba untuk menenangkan zea, zea sudah lelah selalu saja ada masalah menimpanya di hari hari nya

"ka zea" panggil vano lirih yang tadi nya berlari kini mendekat perlahan ke arah zea dan kini ia duduk di samping zea

"ze udah gak usah nangis ngapain Lo nangisin Rakha" ujar via dengan mengusap  punggung zea

"Lo gak akan paham Vi, disaat Lo pertama kali suka dan susah untuk lupa dengan lelaki yang sama, mencoba untuk kembali dengan usaha yang udah lu buat namun sia sia, itu buat gue makin sakit Vi" ungkap nya di tengah tangisannya

"ka zea aku minta maaf ya atas perlakuan bang rakha tadi" maaf vano pada zea sembari menunduk ia tak enak hati dengan zea pasal nya Rakha adalah Abang kandung nya sendiri

"Lo gak salah no, makasih Lo udah baik banget" sahut zea dengan tulus sembari tersenyum ke arah vano

"nah gitu dong ze senyum!!!"

****

pulang sekolah zea bergegas memasukkan baju nya ke dalam koper dan via juga ikut membantu zea kerna ia akan kembali ke rumah nya, walau sulit untuk via melepas zea

"ze, tadi saat Lo di BK gak ngapa ngapain kan?" tanya via penasaran pasal nya zea tadi kena panggilan kerna zea juga ikut membuat kerusuhan walau bukan zea yang memulai

"ngapain? mesum Lo!" imbuh zea sembari menjauhkan wajah nya pada via

via membulatkan mata nya "heh! otak lu tuh perlu di cuci ya ze, cerita lah saat Lo di BK tadi!!" geram via dengan pikiran kotor zea

zea terkekeh melihat wajah via yang kesal pada nya

"kalian tau kan alasan kalian di panggil ke sini?!" tanya Bu Sumi tegas

Tanpa mengatakan apapun, zea dan rakha hanya mengangguk sebagai jawaban namun berbeda dengan Reva "zea duluan Bu yang memulai" adu Reva sembari menatap zea

zea yang tadi nya menunduk kini mendongak menatap Reva tak terima "Reva yang mulai dorong dan narik rambut saya Bu" bantah zea

sedangkan Rakha ia hanya diam ia tak tau harus membela siapa dan aneh nya kali ini ia sulit untuk membela Reva, ia juga tak tau awal kejadian nya ia hanya datang di tengah tengah

"ENAK AJA LO YANG MAU NAMPAR GUE DAN SETELAH LO NAMPAR GUE DI DEPAN UMUM!!" elah Reva yang sudah tersulut emosi

"DIAM!!!!!" dan kini giliran Bu Sumi yang bicara, suasana semakin memanas zea dan Reva saling beradu tatap

"jangan teriak Reva, jelaskan dengan sopan!" pinta Bu Sumi sembari menatap mereka bertiga

"jadi gini Bu zea datang lalu mau menampar saya bu، untung nya Rakha datang dan sigap menghentikan tangan zea yang sudah mau mendarat ke pipi saya, namun tak lama zea menampar Rakha" jelas Reva yang sudah jelas jelas terlihat bohong, zea pun makin emosi mendengar kisah yang di buat but oleh Reva

"baik sekarang kamu zea" ucapan Bu Sumi sontak membuat reva panik ia kira Bu Sumi akan mendengarkan cerita nya saja tidak dengan zea

"dia bohong Bu!-

"GUE GAK BOHONG LO YA-

"DIAM REVAAAA SUDAH SAYA BILANG JANGAN MENINGGIKAN SUARA MU KATAKAN DENGAN SOPAN!!!" muak sudah Bu Sumi dengan tingkah Reva kenapa anak itu susah sekali di tegur

reva hanya terdiam mematung"lanjutkan zea"

zea mengangguk "semua ucapan reva hanya di buat buat Bu, kalau gak percaya ibu bisa cek cctv yang ada di lapangan" ucapan zea kini mampu membuat wajah Reva pucat kenapa ia tidak sadar kalau sekolah ini penuh dengan cctv

"b-bu gak usah cek cctv yang bersalah tetap zea" tolak Reva mencoba untuk meyakinkan Bu Sumi

"kenapa? takut?" tanya zea menantang sembari menatap Reva dengan mengangkat satu alis nya

"sebelum itu kita akan tanya sisi Rakha"

"sebenarnya saya juga salah Bu saya tidak tau kejadian awal nya, saat saya tiba orang sudah banyak menggeromboli mereka" sahut Rakha dengan menundukkan kepala nya bersalah tak seharus nya ia langsung mencengkram tangan zea tanpa tau awal kebenarannya

"baik saya akan cek cctv, ikuti saya dan jangan mencoba untuk kabur" ancam Bu Sumi

mereka berempat menuju ruang cctv yang di mana ruang itu sangat ketat penjagaan nya, Bu Sumi meminta penjaga untuk membukakan pintu ruang cctv

mereka mulai masuk dan mereka bisa lihat Bu Sumi mulai mengotak Atik komputer, bisa di lihat juga wajah Reva yang pucat dan takut

saat cctv di putar betapa terkejut nya mereka melihat cctv itu, kecuali zea ia hanya tersenyum miring dan rakha sekarang ia merasa sangat bersalah

"terbukti kan Bu?" tanya zea sembari tersenyum ke arah mereka

"Reva kamu akan saya skors selama seminggu dan kamu Rakha kamu akan saya skors 3 hari, untuk zea kerna kamu ikut merusuhkan sekolah ini kamu akan saya kasih hukuman! dan kalian berdua cepat lah meminta maaf pada zea"  perintah ibu Sumi

VIA-AMARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang