extrapart 1

163 3 0
                                        


HAPPY READING GUYSSS!!

*
*
*

Hari hari telah berlalu semua nya berjalan lancar dan baik baik saja, tak ada lagi yang bisa menindas Zea, semenjak Wenda kembali ke rumah semua nya merubah warna yang awal nya suram menjadi lebih berwarna tidak hanya hitam dan putih...

"mah gak cape apa diemin papa?" tanya Zea pada Wenda yang kini ia bosan harus apa

Zea tepat berada di samping Wenda mereka sedang menonton televisi, sambil makan cemilan, tak ada rasa canggung kaku atau apapun itu, mereka malah seperti layak nya sahabat yang kini tengah bertukar cerita kadang tertawa bersama kadang jahil dan lainmya

"males ah kalo bahas papa" balas Wenda sambil memakan brownies kering

"ih? kasian tau ma... " ujar Zea memelas seakan tak tega melihat ayah nya di cuekin oleh ibu nya

"kamu ini naz gampang banget maafin orang" kesal Wenda menatap anak nya dengan jengkel

"iya dong, kalo gak mana mungkin aku maafin mamah yang ngilang tanpa jejak wleee" sindir Zea sekaligus mengejek Wenda, sekarang Zea tak takut lagi dengan amukan Wenda, malah Wenda yang takut kalau Zea yang kenapa Napa

Wenda yang mendengar ucapan Zea jujur ia tersindir ada rasa sakit namun ia juga kesal kerna Zea mengejek nya, Wenda membuang nafas kasar, yang di katan Zea ada benar nya juga, tak baik terlalu lama menyimpan dendam

"bukan apa apa sih, takut nya papa selingkuh, nikah dan ninggalin Mamaaa aduh amit amit deh bang babu..." ujar nya dengan menggelengkan kepala nya

Wenda melotot mendengar nya "heh!! jaga yaa omongan kamu" ingin sekali Wenda menghantam kepala Zea dengan lemari masalahnya ia tidak kuat untuk angkat lemari...

"lagian, udah lama banget jugaaa gak kasian apa papah?"

Wenda terdiam, bukan kerna malu tapi ia sedang berfikir "emm... gimana kita kasih surprise aja buat papah?" tanya Wenda dengan menarik turunkan alis kanan nya

Zea tersenyum remeh "cepet banget mikir nya, emang mau surprise kaya gimana?" tanya Zea excited

"mikir aje sendiri"

"lah?? g-gimana?" Zea di buat kelimpungan kerna Wenda

Wenda tersenyum licik membuat Zea merinding bukan main, tak lama Wenda mendekatkan mulut nya ke kuping Zea --- Wenda membisikan sesuatu pada Zea yang mampu membuat Zea menyeringit dalam bisikan itu namun tak lama Zea tersenyum semeringah

"keren juga..." ujarnya tersenyum gembira

*tingnong

terdengar bunyi bell di dalam rumah, bik izah bergegas menuju pintu melihat siapa yang datang "non ada den Rakha" ujar bik izah yang menampilkan Rakha tengah berdiri membawa paper bag di tangannya dan bikisan kecil

Zea menyeringit heran, ngapain Rakha ke rumah nya? apa ia ada janji sebelum nya? ia ras atau ada jadi untuk apa ia datang kemari?

"naz pacar kamu tuh" ujar Wenda cukup keras

Zea kelimpungan dengan ucapan Wenda, pacar?? ia saja tak punya pacar bisa bisa nya ibu nya mengatakan hal itu di depan Rakha dan cukup keras

sedangkan Rakha tekekeh kecil melihat wajah Zea yang menahan malu "belum tan, do'ain ya.." balas Rakha sambil tersenyum ramah

Zea kembali mengaga mata nya melotot "ngapain lo bales???" gumam zea dengan kesal dan melotot kan mata nya ke arah Rakha

Wenda tertawa kecil, melihat Rakha yang masih berada di ambang pintu ia tak tinggal Diam "Rakha masuk dulu sini" suruh Wenda sopan

VIA-AMARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang