typo bertebaran naaf
~Happy reading~
*
*
*
"kak!"
"Arghh" kaget zea saat tangan seseorang berada di punggung nya
"Ini gue vano" ujar nya sambil duduk di samping zea dan meletakkan makanan nya di meja makan (vano udah ubah kosa kata aku kamu jadi lo-gue kerna permintaan zea)
"Astaga lo ngagetin no" kekeh nya melihat kedatangan vano
"Kok sendiri" tanyanya
"Via lagi pesenin makanan" jawab nya sembari tersenyum ke arah vano
Percakapan itu tak luput dari mata rakha yang kini tengah heran kenapa adik nya bisa sedekat itu dengan zea ada hubungan apa
"Woiii!!" Ucap via dan meletakkan bakso zea
"Astaga vi" kaget zea
"Kesel gue mamang nya lama banget bikin bakso cape gue ngantri gue gak mau ngantri" kesal nya sembari memakan pentol yang ada di bakso nya
"Gak lama perasaan dah" bingung zea perasaan via tadi baru saja pergi
Via mendongakkan wajah nya "y-ya gue nyalip antrian revan jadi cepet" jawab nya tanpa dosa
"Tapi di gak marah kok tenang aja" sambung nya dengan santai
Zea dan vano hanya bisa geleng geleng dengan kelakuan via, dan melanjutkan makan mereka sambil berbincang bincang rigan
"No lu punya pacar?" Tanya via dengan santai
Ukhuk
Ukhuk
"Eh minum minum" panik zea dan via spontan menyodorkan minumannya ke zea dan di berikan zea untuk vano yang tengah tersedak kuah bakso yang lumatan pedas, dan di minum oleh vano
"Kenapa tanya itu?" Jawab nya setelah tenggorokannya mulai membaik
"Gak papa sih no lu kurang lebih kaya rakha"
"Kan gue adek nya"
"I-iya sih, jadi lu ngikutin Rakha?" Tanya via penasaran
"Udah lah vi" sahut zea
"Kan gue nanya doang elah" kesal nya saat zea menegur nya untuk tidak bertanya terlalu dalam tentang vano dan rakha bukan apa apa kalau saja nanti vano risih dengan pertanyaan yang menurut nya itu privasi
"Gk papa kak, gue gak nurutin bang rakha, gue emang mau fokus sekolah kerna baru kelas 10-" setelah itu ia terdiam sejenak dan..
"Kalau bang rakha mungkin ia belum move on dengan masa lalu nya, makanya sulit untuk di dekati, dulu bang rakha sempat cerita kalau dia gak bisa lupain ketemu itu dan gak akan pernah bahkan ia akan cari perempuan itu sampai ketemu" jelas vano dan di dengar jelas oleh mereka berdua
Via yang fokus mendengar cerita vano kini ia penasaran dengan perempuan yang membuatnya tak bisa di dekati itu "siapa nama cewe nya van" tanya cia dengan penasaran sembari mendekatkan tubuh nya sehingga membuat zea terhimpit
"Astga via geser lahhh sempittt" ngeluh zea saat badan nya tak bisa bergerak saat berada di tengah tengah zea san vano
"Ck lo ah iya iya" via pun menggesekkan tubuh nya sedikit "cepet no" ujar via yang masih penasaran dengan nama gadis itu
"Kak wena" sahut nya dengan santai namun membuat zea hampir saja berteriak jika mulut nya tidak di tutup tangan zea mungkin orang orang akan kaget dengan teriakan via
"Aaahappmmmm"
"Huffft, lo ngapain tutup mulut gue coba elahhh" kesal via
"Lo teriak dunia gak aman vi" sahut zea dengan mata yang melotot ke arah via
"Anjrt jadi selama ini yang di sukai rakha itu zea? Gilaa GILAA!!" Via masih tak menyangka dengan kenyataan barusan
"Vi!!!" Tegus zea dan di balas dengan cengiran yang memperlihatkan gigi nya
"Maksud lu apa no?" Tanya zea yang masih tak paham dengan cerita vano seolah olah itu hanya lah kebohongan
"Iya kak, bang rakha itu sebenarnya suka sama kaka" jawab nya jujur
"Tapi kenapa selama ini dia jahatin gue?" Tanya zea meminta penjelasan
"Kerna kalung nya di dalam, coba di luar pasti langsung di balas makanya sampai sekarang aja liat kak rakha gak perduli" sahut nya panjang lebar
"Apa dia benar benar lupa dengan wajah gue?"
***
hari sudah menjelang sore anak anak yang sekolah kini mereka akan pulang ke rumah nya namun ada dari mereka yang pergi jalan jalan atau nongkrong ke cafe
dan di sini zea dan via tengah berada di rumah via mereka baru saja sampai pulang sekolah, zea dan via memilih naik ke kamar dan mandi secara bergantian
selesai mandi mereka duduk di kamar dan via membuka laptop nya untuk menonton drama, mereka terlihat bahagia sosok sahabat yang saling melengkapi walau masalah selalu datang
"Vi gue mau balik ke rumah" ucap zea secara tiba tiba di tengah tengah drama, sontak membuat via terkejut akan ucapan yang di lontarkan zea
"ze-
"Lo tenang aja gue akan bilang sama mama dan gue akan bujuk mama sampai gue bisa balik" potong zea dan kini ucapan zea terlihat serius dan via juga bisa menangkap wajah zea yang terlihat seperti merindukan sosok keluarganya
"ze gue sebenarnya gak mau Lo balik lagi ke neraka itu, tapi itu bukan hak gue ze dan gue tau Lo rindu keluarga Lo" imbuh via sambil menatap sedih ke arah zea baru beberapa malam zea menginap zea sudah mau pergi namun ia juga tak bisa memaksa zea untuk terus jauh dari keluarga nya walaupun itu membuat zea sakit ia tak punya hak untuk mengatur zea terlalu jauh yang ada nantinya zea lah yang risih pada nya
"TAPI!!! Lo harus jadi zea yang sekarang titik!. walaupun mereka keluarga Lo, Lo juga harus buktiin ke mereka kalau Lo gak lemah ze dan gak pantas untuk di injek injek" pinta zea dengar tegas kali ini ia tak mau sahabat nya mendapatkan luka biar dulu saja walaupun ia sedikit tak rela
"iya levia Camila gue gak akan lemah lagi" balas nya sembari tersenyum ke arah levia dan memeluk nya, tanpa mereka ketahui ada sosok perempuan yang melihat mereka sejak tadi
"aduh aduhhhhh nih makan dulu ya" ucap ibu via sembari meletakkan nampan yang berisi susu dan biskuit yang memang via meminta ibu nya untuk membuatkan nya agar mereka bisa menonton drama dengan senang tanpa harus lapar
"liat tuh kalian ketinggalan drama nya" kekeh ibu nya via melihat mereka yang kaget serta malu
"IHHH IBUUUUU......."
KAMU SEDANG MEMBACA
VIA-AMARA
RomanceVIE-AMERE -Kehidupan Yang Pahit bagaimana jika harus mengejar laki laki yang tidak memperdulikan mu, saat itu juga kamu harus bersaing dengan sahabat mu yang dulu nya yang kau anggap saudara mu sendiri itulah yg di rasakan zea, Nazea Arabella Wilson...
