25. apa ini akhir?

676 15 0
                                        

Tidak seperti biasa nya levia selalu murung akhir akhir ini seperti tidak bersemangat semenjak zea koma levia jarang bicara ia juga suka diam di kelas, dan jangan tanyakan soal zea semua orang juga penasaran kenapa zea tidak terlihat lagi akhir akhir ini

"Kak!! Tunggu" cowo itu menghentikan langkah via ia menahan tangan via, via menoleh ke arah nya melihat siapa dia?

"Loh vano? Kenapa?" Tanya via sekaligus kaget kenapa vano menghampiri nya?

"Kaka taukan di mana ka zea aku mau jenguk ka zea" ujar vano memohon pada via

"Paansi gak gue gak mau!" Tegas via dan ingin beranjak meninggalkan vano namun kembali di tahan oleh vano

"Kak aku mohon yah yah" mohon vano kali ini ia benar benar membuat via tak berbuat apa apa

"Ck yaudah pulang sekolah langsung jenguk zea gue ikut lu" jawab nya dengan memutarkan bola nata nya malas

"Iya aku tunggu di parkiran ya ka" seru vano dan berjalan pergi meniggalkan via tak lupa melambaikan tangannya

"Aneh kata orang orang dia cuek kok kek rada tantrum, iih" gumam via sambil membayangkan sikap vano tadi yang membuat bulu kuduk nya merinding

***

Flashback

"Bundaaa" teriak anak kecil ke arah dinda sambil memeluk anak itu

"Haii sayang kamu sendiri?" Sapa dinda pada gadis kecil itu

"Iya bund, r-" gadis itu berhenti sejenak saat melihat anak laki laki berlari ke arah dinda, dia menyeringit heran dengan ucapan gadis itu yang berhenti "itu siapa?" Tanya gadis itu sambil menunjuk anak laki laki itu yang berada di belakang dinda

"Itu vano sayang nama nya" jawab dinda sambil mengusap pipi gadis itu

"Ouh hai vano" seru gadis itu mengambil tangan vano untuk bersalaman

"Kalung!"

Gadis itu reflek melihat kalung nya "iya lihat nih cantikan kami baru saja bertukar barang" gadis  itu memperlihat kannya ke vano

"L?" Tanya vano dengan cadel nya sebenarnya itu huruf R vano pernah melihat nya saat bunda nya menginjak ke toko perhiasan bersama abang nya di situ rakha sebagai abang vano memesan kalung yang bertulisan huruf R dengan hiasan bunga

"Iya lucu kan abang mu lah yng memberikannya pada ku akan ku jaga ini, adik kecil" gemesh gadis itu sambil mencubit pelan pipi gembul vano

"Hahaha" tawa vano saat merasa geli

Flashback off

***

Levia dan vano tengah berada di rumah sakit sekarang tepat nya di ruangan zea berada sesuai dengan rencana mereka siang tadi, levia lebih dulu menghampiri zea dan di iringi vano di belakang nya

"Hai ze gue bawa adek kelas lu nih" kekeh via sambil memegang tangan zea

Vano menatap via, via pun juga menatap vano sambil mengangguk, vano berjalan mendekati zea dan tersenyum sendu "hai kak, kaka gak kangen sama bunda? Kenapa harus di rubah?" Tanya nya lirih sambil menatap miris ke arah zea

Via yang fokus menatap ke arah vano dan zea entah mengapa ia melihat ada perubahan dari zea ia mengalihkan pandangannya ke mesin detak jantung di situ via hampir mati di buat nya

"AAA DOKTER!! DOKTERR" teriak via panik saat melihat detak jantung zea melemah vano pun kaget mendengar teriakan via ia sontak melihat ke arah detak jantung dengan panik ia memencet tombol untuk memanggil dokter

"Ya allah ini gimana?" Tangan via kembali bergetar seluruh tubuh bahkan darah nya seperti tak mengalir sekarang

Tak lama dokter datang dan menyuruh mereka keluar, dari luar vano bisa melihat bagaimana zea di periksa dengan alat vano merasakan sakit saat melihat wajah zea yang pucat

Vano mendekat ke arah via dan mencoba untuk menenangkan nya "semuanya baik baik saja kak tenanglah" bahkan suara vano pun ikut bergetar

"G-gue yakin dia kuat" ucap via menggenggam tangannya sambil menangis penuh cemas ia tak henti henti nya berdoa agar zea bisa cepat sadar dan pulih

Tak lama dokter itu keluar dengan cepat via dan vano berdiri menghampiri dokter itu "dok gimana keadaan zea?"

"Apakah tidak ada keluarga nya? Keluarganya harus tahu tentang ini dan saya tidak bisa berlama lama menyembunyikan ini" bukannya menjawab pertanyaan via dokter itu malah kembali bertanya di mana keluarga zea

"Saya kakek nya"
"Saya oma nya"
"Dan saya ibu nya!"sahut mereka secara bergantian yang mempu membuat vano dan via terkejut tak percaya menatap ibu nya zea

"Apa kalian ini benar benar benar keluarga pasien?" Tanya dokter itu memastikan

"Iya cepatlah katakan ada apa dengan putri saya?!!" Sahut ibu nya zea dengan suara yang tak karuan

"Maaf, anak anda terlihat banyak luka memar di sekujur tubuh nya, ada benturan keras yang mengenai kepala nya seperti nya ia sempat terpental saat terjadi kecelakaan dan seperti nya ia terlalu banyak di sakiti fisik nya bahkan yang saya lihat luka yang belum kering sepenuh nya saja di tambah dengan luka yang baru di bagian tubuh nya, dan apakah kalian tau selama ini kalau dia sedang mengonsumsi obat penenang dan itu akan membahayakannya apalagi di sekali minum bisa lebih dari satu pil" jelas dokter itu dengan prihatin

Semuanya terkejut mendengar perkataan dokter itu via bahkan tak menyangka kalau sekeras itu hidup zea sampai ia harus minum obat penenang

"Dan satu lagi sekarang kondisi nya semakin memburuk dia bahkan belum sadar sampai sekarang, detak jantung nya lemah kami tidak bisa memastikan kapan sadar, hanya ada harapan kecil untuk ia bisa sadar berdoalah untuk nya" tambah dokter itu dan kemudian pamit permisi untuk pergi meninggal kan mereka

"MAH!!" Pecah sudah tangis seorang ibu, wanita itu memeluk ibu nya sambil menngis di dekapan sang ibu betapa hancur nya ia saat mendengar kondisi anak nya sekarang

"T-tante wenda?" Tanya via hati hati menghampiri Wenda

Wenda atau ibu kandung nya zea menoleh ke arah via "hai via makasih ya udah jagain anak tante" sahut wenda sambil tersenyum sendu ke arah via

"B-bukannya tante udah me-

"Nggak itu cuma salah paham nanti tante cerita kalau zea udah sadar ya" potong wenda sembari sedikit memberi paham kepada via

VIA-AMARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang