Semua terdiam mendengar penjelasan rakha mereka semua ada merasakan sakit dari zea namun mereka juga tak bisa menyalahkan rakha "kenapa di tunggu? Sudah tau rakha gak akan datang" desis bastian
"Susah dapat cewe yang sesetia zea bahkan zea tau kalau rakha gak suka dengan zea, zea juga sempat marah dengan rakha saat ia melihat rakha kissing dengan reva tapi apa? Zea suka dan susah untuk lupa, bahkan tanpa kalian ketahui ia mengonsumsi obat penenang setiap malam nya agar bisa tidur dan tidak hanya di sekolah ia mendapatkan kekerasan di rumah bahkan lebih parah ayah dan kaka nya selalu melakukan kekerasan" jelas nya pada temannya bahkan revan tak kuat menceritakannya ia ikut merasakan sakit
Mereka semua terdiam dan kali ini jujur mereka juga merasakan sakit di dada mereka, mereka juga merasa bersalah pada zea, bukannya memberi obat pada zea malah memberi nya luka yang bahkan luka yang lama aja belum kering
"Ka sumpah lu jahat sih kali ini" ujar bevan membuka suara dengan lirih
"Iya ka sumpah kenapa lu chat dia kalau ujung ujung nya lu gak nyamperin dia sesuai janji lu" tambah bastian yang setuju dengan bevan
"Bukan gue yang chat dia" balas rakha tak terima di salahkan
"Terus siapa?" Tanya aldo heran
Revan terkekeh "orang yang lu jaga ka tapi munafik" balas revan dan pergi meninggalkan mereka
Mereka di buat bingung dengan ucapan revan jadi siapa? Kenapa gak langsung aja si? Elahhhhhhhhh
***
Di rumah via sibuk membereskan kamar nya aia sangat senang zea bisa menginap di rumah nya, bahkan ia memili daftar yang harus mereka kerjakan selama zea berada di rumah nya
"Beres" akhirnya ia bisa merebahkan tubuh nya di kasur yang empuk ini setelah beres beres
"LEVIAAAA CAMILLAAA MAKAN" panggil ibu nya levia di bawah sana
Baru saja ia merebahkan tubuh nya sudah di panggil ibu nya "IYA BUUU LEVIA TURUN" sahut levia dari atas
Levia terpaksa beranjak turun dari kamar nya untuk makan, hidung nya mencium bah wangi dari masakan ibu nya "wahh bu enak banget wangi nya" levia langsung berlalu menuju meja makan dan mengambil ayam buatan ibu nya
Saat levia ingin memasukan ayam itu kemulut nya tiba tiba saja ibu menahan tangan nya"Etsss doa dulu" peringat ibu pada via
Via mengangguk dan berdoa sebelum makan, setelah itu ia langsung melahap ayam itu ke mulut nya "wahhh enwak bngwet bwu" mulut nya masih mengunyah ayam
"Telen dulu via" tegus sang ayah melihat via berbicara padahal makanan nya masih ada di mulut tidak sopan!
Via menelan ayam itu "ayah harus cicipin ayam ini" ujar nya sembari meletakkan seperempat paha ayam itu
"Kok segini?" Tanya ayah
"Ini semua via punya wleee" sahut nya dengan mengeluarkan lidah nya
"Heh!" Tegus ayah
"Hehe" cengir nya tanpa dosa
"Eh iya ayah ibu zea kan mau nginap di sini, bentar lagi dia datang" via memberi tau ibu nya kalau zea sebentar lagi akan datang ke rumah nya
"Udah di bolehin pulang oleh pihak rumah sakit?" Tanya ibu pada via
"Sebenarnya belum bu tapi Zea nya yang keras kepala jadi tante wenda terpaksa deh pulangin zea malam ini" jawab nya
"Ouh yaudah kamu jagain zea nya biar betah"
"Betul kata ibu jangan di teriakin mulu" sindir ayah pada via yang memang suara nya nyaring
"Iih, ibu lihat ayah!!" Adu via pada ibu nya
"Kan bener kata ayah hahaha" ibu nya bahkan mendung ayah nya mereka berdua tertawa ringan via hanya bisa diam sambil cemberut dan melanjutkan makannya
*Tingtong
Tak lama via selesai makan bell rumah berbunyi "AAA....." Via berlari kearah pintu sambil berteriak girang
"Zeaaaa" ia langsung memeluk zea dengan gembira namun tak lama ia baru sadar di belakang zea asa vano dan revan
"KALIAN!!!" seketika wajah via berubah saat melihat mereka ada di belakang zea
"Hai kak" sapa vano, vano dan revan yang tengah membawa koper di tangannya
"Tante, oma sama kakek gak bisa lama lama soal nya mau berangkat malam ini"
"Yah maaaa?" Cemberut zea baru beberapa hari ia bertemu dengan ibu nya sudh di tinggal kan lagi?
"Sayang kamu mau mama sembuhkan?" Tanya wenda sambil memegang bahu zea
"Em" zea mengangguk sembari menatap wenda
"Nanti kalau mama udah selesai mama akan kembali 1/2 minggu aja ya"
"Mm iya"
Wenda memeluk putri nya dan berjalan ke arah mobil sembari melambaikan tangan ke arah mereka berempat
Seketika via menoleh ke arah koper itu "apa tuh?" Tanya nya
"Baju zea" sahut revan
"HAH!! Ko-"
"Boleh masuk gak sih pegel" potong revan saat via ingin berbicara
"E-eh ayo" via mempersilahkan vano dan revan masuk dan duduk di ruang tamu
"Eh kok bisa sih kalian ambil baju zea" tanya via penasaran
"Adik zea yang nyuruh buat ngambil barang zea" sahut revan
"Kok bisa"
Jadi revan menjemput vano ke rumah rakha, dan vano menyarankan untuk mengambil baju zea dulu, walaupun awal nya revan ragu namun akhir nya mereka memutuskan untuk mengambil baju zea
Saat sampai di rumah zea revan memencet bell rumah zea namun tak ada sahutan kerna kesel revan memencet nya 3 kali "mana si kita pergi aja yu no" nyerah revan dan di angguki oleh vano mereka tak jadi mengambil baju dan beranjak untuk ke rumah via
"WOI!! NGAPAIN KALIAN?!" Teriak seorang perempuan di belakang
Sontak vano dan revan tak jadi pergi mereka membalikan badannya dan ternyata yang teriak tadi cia
"Ouh jadi kalian yang mencet bell berkali kali di kira gue tuli apa?!" Sarkas nya
"Lu gak keluar gue kira beneran tuli" sahut revan tanpa dosa
"Bngsd ngapain kalian ke sini?!"
"Mau ngambil baju zea"
KAMU SEDANG MEMBACA
VIA-AMARA
RomanceVIE-AMERE -Kehidupan Yang Pahit bagaimana jika harus mengejar laki laki yang tidak memperdulikan mu, saat itu juga kamu harus bersaing dengan sahabat mu yang dulu nya yang kau anggap saudara mu sendiri itulah yg di rasakan zea, Nazea Arabella Wilson...
