Di dalam rumah yang besar dan mewah terdapat seorang anak laki laki yang tengah bercanda dengan kaka laki laki nya
"Hahahah kalah!!" Tawa anak kecil itu menggema
"Heh lio gak boleh!!" Titah vano menghentikan tangan aclio yang mengganggu nya bermain game yang tengah memangku aclio
*Cit
Pintu luar rumah terbuka menampilkan rakha yang berjalan me arah mereka berdua sambil tersenyum membawakan martabak telur
"Assalamualaikum" ucap rakha saat memasuki rumah, spontan (uhuy) aclio berlari kecil menghampiri rakha dan membuat rakha terkekeh gemes
"Wa'alaikumsalam" sahut vano tanpa melihat ke arah rakha
"Bunda sama ayah mana no?" Tanya rakha sambil meletakkan martabak telur itu di meja dekat sofa
"Gak tau" jawab nya malas tanpa menatap rakha dan beranjak pergi menuju kamar nya
Baru dua langkah vano melangkah kan kaki nya tangannya di tahan oleh rakha "lu kenapa sih, gue nanya baik baik bunda gak pernah ajarin lu kaya gitu vano!!" Tegus rakha dengan halus tanpa meninggikan suara
Mendengar itu telinga vano jadi terasa panas mendengar nya dan sekarang ia akan tertawa mendengar ucapan rakha "Lu yang kenapa!!" Dengan kasar vano menepis tangan rakha
"Maksud lu?" Tanya rakha heran kenapa akhir akhir ini vano menjauhi nya? Dan sekarang vano malah menyalahkannya (kerna lu tolol bego gak bisa mikir)
"Bukannya lu ya bang yang keterlaluan, lu nyakitin perempuan bahkan mempermalukan di depan sekolah dan di saksikan banyak murid, dan bunda gak pernah ngajarin lu buat NYAKITIN PEREMPUAN!" Pungkas vano sambil menekan ucapan nya yang di akhir
"Zea? Kenapa lu bahas zea apa hubungannya sama lu?" Tanya rakha yang juga mulai tersulut emosi namun sebisa mungkin ia menahannya
"Lu masih nanya bang? Asal lu tau kak zea sekarang masuk rumah sakit dan koma di sana, DIA KOMA BANG!! Dia koma kerna permintaan bodoh lo itu dia bahkan hampir di lecehkan sama preman gara gara chat lu itu bang!" Jelas nya yang sudah tersulut emosi
Rakha saja kaget mendengar kabar bahwa zea koma selama hampir 2 minggu ini pantas saja ia tak pernah terlihat di sekolah, dan yang lebih mengejutkannya zea hampir di lecehkan oleh preman? Dan yang membuat Rakha bingung adalah "g-gue gak ada chat zea kapan gue chat zea?" Elak nya
Vano mengambil hp nya dan menunjukkan bukti foto di mana rakha menchat zea 1 minggu yang lalu di mana sebelum zea koma, vano mengambil kembali hp nya ia melihat rakha tak percaya dengan apa yang ia lihat, vano terkekeh "lupa atau gila? Jelas jelas di sini tertera nama lo bang!! Gue malu sebagai adek lu!! Dan asal lu tau kak zea adalah ka-"
Rakha menunggu kelanjutan dari vano tiba tiba saja ucapannya terjeda kerna
*Drett drett
Ucapannya terpotong kerna hp nya berdering, ia melihat siapa yang memanggil nya "kak via" gumam nya yang terdengar oleh rakha
Vano segera mengangkat telpon itu
"No lu bisa jemput gue gak? Kata tante oma zea udah sadar no!!" Ujar via dengan suara campur aduk
"Iya aku otw sekarang kaka tunggu aja di depan" sahut nya
"Hati hati no" kata via pada vano agar tidak panik dan ngebut saat berkendara
"Iya" sahut nya dan di putuskan nya telpon itu
Vano bergegas untuk pergi namu lagi dan lagi rakha mencegat nya "mau ke mana?" Tanya nya sambil memegang tangan vano
"Bukan urusan lu" jawab nya singkat dan menepis tangan rakha
Vano berjalan ke luar rumah sedangkan rakha ia masih di buat bingung oleh vano, jadi zea siapa? Dan chat itu? "Arghhhhh" teriak rakha frustasi 'lu bikin gue gila zea awas aja nanti!!' batinnya dengan wajah yang memendam amarah
"Abang..." Panggil aclio yang dari tadi duduk di sofa
Rakha menoleh, bodoh kenapa ia bertengkar dengan vano di depan aclio? "Astaga lio maaf yaa abang lupa hehe"
"Bang vano kenapa?" Tanya nya sambil dengan bibir yng melengkung ke bawah dan mata yang menatap rakha gemes
"Gak papa bang vano lagi banyak tugas sekolah maknya suka marah marah gak jelas" jelas rakha mencoba menenangkan adik nya dan memberi pemahaman bahwa akan baik baik saja.
~
Di sisi lain via tengah menunggu vano di depan rumahnya, ia sedari tadi bolak balik di depan pagar sembari celingak celinguk mencari keberadaan vano apakah sudah dekat
Tak lama vano tiba "ck lama banget sih lo!" Decak via sembari naik ke motor vano
"Maaf kak lagian bang rakha ngeselin" sahut nya sambil nyengir menampilkan gigi nya yang tersusun rapi
"Dah buruan"
Vano menjalankan motor nya dengan kecepatan tinggi di atas rata rata, ia tak tau saja kalau via tengah mengomat ngamitti vano ia takut terjatuh dari motor sedangkan vano ia fokus menyetir tanpa tahu akan via yang di belakang kena kibasan angin yang cukup kencang
Tak lama mereka tiba di rumah sakit "bangsad ya lo no kepala gue mau lepas akibat kibasan angin" kesal via sambil memukul bahu vano
"Ya maap ka hehe" sahut nya tanpa dosa
"Semalam lu santai aja tuh kenapa ini ngebut banget gila kaya gak tau ada orang di belakang!" Gerutu via sembari berjalan masuk bersama vano
Mereka berjalan masuk dengan jalan yang cepat mereka tak sabar melihat zea, "no apa gue kasih tau aja ya revan kalau zea udah sadar" tanya nya di tengah jalan
"Kasih tau aja kak kan bang revan juga bantuin kak zea" jawab nya yang berhenti di depan lift
Via puj mengangguk dan memberi tah revan lewat chat
"Loh tante?" Tanya nya yang melihat Wenda
KAMU SEDANG MEMBACA
VIA-AMARA
RomanceVIE-AMERE -Kehidupan Yang Pahit bagaimana jika harus mengejar laki laki yang tidak memperdulikan mu, saat itu juga kamu harus bersaing dengan sahabat mu yang dulu nya yang kau anggap saudara mu sendiri itulah yg di rasakan zea, Nazea Arabella Wilson...
