22. menunggu (dalam bahaya)

556 9 0
                                        

~terkadang tak ada salah nya jika kita percaya pada seseorang yang sudah kita anggap baik kan?~
'''
~namun bukanya hal baik yang di terima, malainkan rasa taruma!~

-HAPPY READING-

*ningnonggggg pembelajaran telah......(anggap aja suara bell pulang sekolah)

Bell sudah berbunyi yang menandakan pembelajaran sudah berakhir dan seluruh siswa akan kembali ke rumah dan melanjutkan pembelajarannya besok

Zea sudah terdapat janji dengan Rakha ia akan menunggu di parkiran sekolah "nov aku duluan ya" pungkas zea yang menengok ke arah novi dan berjalan pergi dengan tergesa gesa

Novi yang tengah memasang sepatu nya kini menoleh ke arah zea dan mengangguk sebagai jawaban

Zea berjalan menuju parkiran dan ia juga melewati siswa dan siswi yang tengah berjalan pulang atau ke parkiran

Kini zea benar benar sudah berada di parkiran tapi ia tidak melihat ada keberadaan rakha apa mungkin ia lupa? Atau zea yang telat?

Bodoh nya zea ia tetap menunggu rakha bahkan murid di sana saja hampir terlihat tidak ada kerna sudah lama zea menunggu rakha sampai di mana ia mencoba untuk ke luar menunggu di halte sekolah siapa tau rakha menunggu nya di situ

Namun nihil Rakha juga tak kunjung datang bahkan hari sudah larut malam orang orang di sekolah pun sudah pulang sedangkan ia masih menunggu rakha?! Bodoh

Kini zea membatin 'apa aku telat hingga ia pergi? Atau dia sengaja membodohi ku lagi?' Sungguh miriss

"'aku memang bodoh seharusnya aku tidak perlu menunggu nya sampai selarut ini" lirih zea dan berjalan memutuskan untuk pulang

*Ting tong

Notifikasi chat muncul di hp nya

Levia:
Zeaaa lu di mana gue mau ketemuuuu
Zea!!
Ihhhh lu marah???
Zeee maaaffff!!!!
Tadi gue ke rumah lu dan kata bokap lu gak ada
Lu kemana si zeaaa

Banyak spam dari via dan zea berniat untuk membalas nya sebelum itu zea tersenyum membaca chat masuk dari via apalagi via mau minta maaf

Anda:
Aku masih di jalan

Tak lama panggilan dari via masukk dan zea segera mengangkat nya

"Zee lu d jalan mana?" Desis via penasaran

"Aku d jln hamparan ini aku mau menuju rumah" sahut zea

"HAH, lu jadi ku dari tadi masih di sekolah selarut ini? Zee...  Ngapain aja lo sih mana lo jalan kaki kan" cerocos via di sebrang sana zea sempat menjauh kan ponsel nya akibat suara keras via yang mengejutkannya

"Iya"

"Yaudah gue mau nyusul sama revan"

"Gak usah, via" tolak zea halus

"Ck gak papa nanti klo lu kenapa napa gimana? Udah intinya GUE NYUSUL!." Putus via

"Iya" sahut zea dan setelah itu panggilan itu berakhir

Zea berhenti dan menaruh hp di tas nya dan setelah itu ia melanjutkan jalannya

Bulan sudah terlihat terang bahkan banyak bintang mengelilingi bulan, jam audah menunjukkan pukul 18:25 audah mau setengah 7 bahkan udara waktu sore kini berlangsung menjadi malam yang sdingin menusuk ke tubuh zea, rumah ke sekolah zea itu lumayan bisa memakan waktu 5 menit jika berkendara tapi zea berjalan bisa saja 15 menitan sampai

"Ekhemm"

Suara itu menyadarkan zea dari lamunannya, zea mempercepat jalannya saat ia melihat ada 3 pria yang mendekati nya

"Ih mau kemana cantik jangan buru buru dulu" ucap salah satu pria itu sambil memegang wajah zea

Zea merasa tak nyaman ia mencoba untuk menepis tangan pria itu "udah gak usah kaya gitu nanti kamu bakal enak sama kami" ucap pria yang lain (anggap aja pria b ya) pria b ini lebih gak sopan ia meraba tubuh zea

Zea yang sudah was was dan melihat pria b itu meraba dada nya reflek zea menendang kemaluan pria b itu dan membuat pria A dan C itu memegang tangan zea kasar

Pria B kesakitan tendangan cukup keras, pria A terus memegang kedua tangan zea dan zea terus berontak agar tangan nya lepas

"Berani ya lo, lo akan merasakan akibat nya" ancam pria C sambil memegang dagu zea

Zea terus memberontak hingga akhir nya tangan bosa lepas dari pira A namun saat zea ingin berlari pria B menarik baju zea hingga kancing baju nya lepas reflek zea menutupi dada nya

"Gede juga, ikat sekarang" perintah pria C

"LEPASINN AKU MOHONNN" entah mengapa tenaga zea sekarang sangat lemah dan juga zea belum makan dari siang tadi

Ketiga pria itu tidak menghiraukan ucapan zea pria C mendekat ke arah zea dan
*Plakk

Tamparan itu sangat keras hingga membuat kepala zea menoleh ke samping "kuat juga tenaga lo" kekeh pria C sambil tersenyum miring

Di ruangan yang gelap dan cahaya remang dari lilin membuat zea takut dengan traumanya dulu tubuhnya bahkan bergetar hebat apalagi tangan zea sudah ter ikat di belakang kursi kaki nya juga di ikat, mulut nya pun di tutup menggunakan lakban, bahkan sekarang baju zea terbuka

Pria B menatap zea lalu beralih menatap dada zea dan mengusap dada zea yang tutup bra, zea terus berkontak bahkan tangannya sekarang mulai biru akibat ikan yang kencang dan zea terus bergerak membuat tangannya sakit

"Mulus banget mau di kasih goresan kecil gak?" Tanya pria B itu pada zea

Mulut zea yang tutup lakban membuat nya tidak bisa bersuara ia hanya bisa menggelengkan kepala nya lemah

Pria B itu mengambil pisau yang ada di meja dekat lilin dan berjalan ke arah zea

*Srekk

Pisau itu di gores kan ke dada sebelah kanan zea hingga mengeluarkan darah yang cukup banyak

Zea tidak bisa berbuat apa apa sekarang ia hanya bisa meminta pertolongan pada tuhan agar ia bisa bebas dari pria bajingan ini tenaga nya sudah hampir habis sekarang

"Lihat ya darah ini!" Ucap pria B itu sambil mendekat pisau yang berlumur darah ke arah zea

Zea hanya bisa memejamkan mata nya berharap ia bisa pergi dari sini

"Kau membuang waktu mending langsung aja!!"

-TBC-

jangan lupa tinggalkan vote dan komen biar aku tambah semangat, dan jangan lupa follow biar gak ketinggalan

VIA-AMARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang