di rumah tidak seperti biasanya Rakha dan vano kini mereka saling diam satu sama lain tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua
Rakha yang sadar perubahan dari sikap vano semenjak vano pindah sekolah, sejak hari itu sikap vano tampak acuh pada Rakha tak ada lagi canda dan tawa vano
"no Lo kenapa si?" muak Rakha ia benci di diamkan seperti ini, btw zea juga gitu kan dulu Rakha?
vano diam tanpa menoleh ia juga muak dengan sikap Rakha yang main kasar dengan perempuan terlebih lagi Rakha tak tanggung tanggung mempermalukan orang di depan umum
Rakha yang tak di hirau kan vano ia menepuk keras lengan vano "apasih!" kesal vano
"maksud lo apa kalau zea adalah wena no?" tanya rakha penasaran
vano membulatkan matanya, tamat sudah riwayat nya ia sudah berjanji pada zea untuk tidak memberi tahu Rakha soal wena
melihat perubahan dari raut wajah vano membuat Rakha semakin penasaran dan
bertanya tanya, siapa zea sebenar nya, dan di mana wena? ada apa zea dan wena? kalau memang zea adalah wena kenapa ia tak jujur dari awal?
"no!!" sentak Rakha membuat vano kaget
"b-bukan apa apa!" ketus nya namun sedikit gelagapan
"gak Lo pasti tau kebenarannya kenapa Lo begitu dekat dengan zea?" tanya Rakha semakin dalam
"apasih orang gak ada apa apanya?!" kesal vano
"jujur aja no, semakin Lo ngelak semakin gue curiga jangan sampai gue dapat informasi dari orang lain!" desis Rakha dan beranjak untuk meninggalkan vano di ruang tv
sedangkan vano ia semakin takut kalau rakha minta bantuan orang lain berarti gak hanya wena yang akan terbongkar Tante wenda juga akan di ketahui Rakha, dan Tante wenda sedang melakukan perawatan kalau sampai terjadi sesuatu gimana? arghhhh
"tungguu!!!" vano menarik tangan Rakha hingga membuat Rakha duduk kembali ke sofa
"apa?" ketus Rakha sembari tersenyum smirk
"j-jadi bener ko kalau ka zea itu adalah ka wena!" ungkap vano dengan jujur dan gugup
"tau dari mana? bisa aja Lo di kelabui zea" elak Rakha
"zea masih memakai kalung yang lu kasih waktu kecil, namun kalung itu ka wena sembunyikan di dalam kerah baju, kenapa gue bis tau waktu kak zea ada masalah sama ka via gak sengaja kalung itu berada di atas kerah baju ka zea, dan waktu itu juga kenapa aku ikutin KA zea buat cari tau kebenarannya namun ya itu KA zea selalu mengelak kalau dia bukan ka wena padahal kalung itu jelas jelas pemberian Lo bang, kan Lo yang buat gak mungkin orng lain punya kalung persis ky itu" jelas vano panjang lebar sembari menatap wajah Rakha yang kini mematung mendengar penjelasan vano
Rakha sempat terdiam mencerna ucapan vano
"j-adi? kenapa dia gak jujur Sama gue no, gue cari wena selama ini gue cape no cari Wena gak ketemu ketemu Lo tau kan perasaan gue waktu itu gimana? Lo tau kan betapa hancur nya gue saat gue gak bisa Nerima perempuan lain selain wena? aARGHHHHH"
Rakha terlihat frustasi bisa bisa nya ia tak mengenali zea kalau itu wena, padahal selama ini ia mati Matin mencari wena ke sana ke mari
"terus mau gimana?" tanya vano enteng dengan malas
"gue mau wena no" lirih Rakha
***
di sisi lain zea dan via sudah selsai membuat barang zea dan mereka siap berangkat ke rumah zea
barang zea sudah berada di mobil sekrang ia dan via menjalankan mobil menuju rumah nya di iringi dengan mobil via di belakang, via sengaja membawa mobil nya agar nanti bisa pulang sendiri
sesampainya di luar rumah nya mang amir atau satpam itu menoleh ke arah mobil yang tepat berhenti di depan pagar seolah olah ingin masuk, zea membuka kaca jendela yang menampakkan wajah nya mang amir kaget namun setelah itu ia bergegas membuka kan pagar
mobil zea masuk ke halaman rumah nya yang luas, di iringi dengan mobil via, aksi itu tak luput dari tatapan cia, cia yang keluar ia ingin ngecek siapa yang akan datang ke rumah nya dn sekarang ia tak mengenali orang yang memakai mobil sport hitam
namun tak lama zea memarkirkan mobil nya dn keluar dari mobil dengan tas kecil nya yang berwarna hitam ia berjalan tanpa memperdulikan cia yang melihat nya dengan tatapan kaget
"LO!!" sentak cia dengan nada tinggi dengan jari telunjuk yang menunjuk zea, suara cia membuat darren dan gernald pergi keluar untuk tau apa yang cia teriaki
zea hanya memutarkan bola nya malas ia berjalan mengambil koper di iringi via yang juga membantu zea membawa barang zea
"ARA!! DARI MANA SAJA KAMU HAH? BARANG BARANG KAMU BAWA?!!" bentak Arnold sembari mendekat ke arah zea, via sudah memberi kode ke arah zea untuk menjalankan rencananya
tanpa menjawab zea pergi ke rumah menerobos masuk dan dengan sengaja ia menyenggol bahu cia, membuat wanita itu geram dengan tingkah zea
sedangkan via ia hanya tersenyum dan mengikuti zea dari belakang sembari membawa boneka beruang zea
darren cia dan gernald hanya bisa terdiam dengan tingkah aneh zea yang tiba tiba
arnold masuk kedalam rumah dengan berjalan cepat yang di iringi darren dan cia, gernald menggenggam tangan zea yang menghentikan langkah zea sontak zea berbalik namun
*plakkk
zea malah mendapatkan tamparan yang keras dari arnold hingga tertunduk, hal itu membuat cia puas dengan tingkah gernald, via juga kaget dengan tindakan arnold ia bahkan menutup mulut nya dengan kedua tangannya
zea mengangkat kepala nya menatap gernald tajam
"TAMPAR!!! TAMPARRR" teriak zea yang memenuhi seluruh ruangan
"BERANI KAMU?!!! DASAR ANAK DURHAKA KEMANA SAJA KAMU SELAMA INI??!!" Sahut arnold yang tak kalah nyaring
"kemana? bukannya aku udah kirim pesan ke bang darren kalau zea masuk rumah sakit? bang darren gak beri tau atau sengaja....?"
bukannya zea yang menyahut namun via dengan wajah yang menyeringit heran menatap darren
KAMU SEDANG MEMBACA
VIA-AMARA
RomanceVIE-AMERE -Kehidupan Yang Pahit bagaimana jika harus mengejar laki laki yang tidak memperdulikan mu, saat itu juga kamu harus bersaing dengan sahabat mu yang dulu nya yang kau anggap saudara mu sendiri itulah yg di rasakan zea, Nazea Arabella Wilson...
