~HAPPY READING~
'kadang adakala nya menyerah dengan keadaan yang susah untuk di jalani'
***
Mereka telah sampai di rungan zea "zee" via memanggil zea dengan suara bergetar alangkah sakit nya hati nya melihat sahabat nya terbaring lemas di kasur rumah sakit dan di penuhi alat di sekujur tubuh zea
Mata nya beralih menatap revan "kok zea belum sadar juga?" Tanya nya pada revan
"Z-zea di nyatakan koma"
Dan lagi? "Van!!" Via tak tahan sekujur tubuh nya bergetar tangannya terus memegang tangan zea yang lemah, via menangis untuk kesekian kali nya
*Drett drett
Suara telpon berbunyi dari kantong celana revan "ah iya ini hp lo nyokap lu nelpon" ujar revan sambil menyerahkan kan hp nya ke levia
Levia nyambut hp nya dan segera mengangkat telpon dari ibu ny "hallo mah"
"Sayang kok gak pulang?" Sahut ibu nya dengan suara panik dan khawatir
"Aku lagi di rumah sakit mah z-zea kecelakaan" balas via dengan suara lirih
"Innalilahi kamu sama siapa sekarang?"
"Aku sama revan mah"
"Yasudah mama mau jenguk zea juga, tanya zea mau apa biar mama bawakan"
"Z-zea koma mah... Hikss" luruh sudah tangis nya air mata nya sekarang membasahi pipinya
"Astga yaudah kasih tau mama ruangan berapa" terdengar kalau betapa terkejut nya ibu nya via mendengar kabar sahabat anak nya yang koma
"Iya ma, hati hati"
"Iya sayang"
Via memutuskan telpon nya dan kembali menatap sahabat nya sendu
"Lo gak mau kabarin keluarga nya zea?" Tanya revan hati hati
"Mereka juga gak peduli van lo liat kan saat kita tanya keberadaan zea malah kita yang di marahin" sahut nya tanpa menatap revan
"Setidaknya kita sudah kasih tau mereka va" balas revan
Levia menatap revan dan revan mengangguk, "yaudah"
Bang darren:
Bang zea masuk rumah sakit cempaka akibat kecelakaan, di ruangan XXX
"Sudah" ucap nya sambil melihatkan hp nya ke revan
Levia kembali memegang tangan zea "sedih banget ya ze hidup lu" ujar via terkekeh miris
Levia berdiri dan duduk di sofa di samping revan dengan tatapan ke arah zea "gue jahat banget ya van?" Tanya nya tanpa melihat revan
Revan yang mendapatkan pertanyaan seperti itu sontak menatap levia "maksud lo?"
Levia beralih menatap revan "gue udah tampar dia van udah bikin dia sakit hati padahal hati nya sudah sakit sebelum gue nyakitin dia-
"Gue aja gak tau kalau hidup nya menyedihkan ini,gue gak layak disebut sahabat, di berjuang mati matian untuk hidup, gue kira dia selama ini bahagia di keluarga nya ternyata tidak, kakak
nya yang dulu perhatian sama dia saja sekarang tidak perduli dengan kehidupan zea, gak di rumah di sekolah dia juga mendapat hal yang sama yaitu 'sakit' dan dia pantas bahagia!" Ujar levia panjang lebar kini wajah nya di tutupi tangannya dan menangis setelah tau kehidupan zea semenyedihkn itu bahkan ia sebagai sahabat ikut menyakitkan hati nya
Tangan revan bergerak ke pundak via dan memeluk nya, via pun kaget dengan perilaku revan namun ia juga tak mempermasalahkannya ia malah merasa nyaman di peluk oleh revan
"Itu hanya kesalah pahaman gue yakin zea kuat dia bisa melawan rasa sakit nya" revan mencoba menenangkan levia dalam pelukannya sambil mengusap belakang punggung via
*Tak
Pintu terbuka menampakkan sosok wanita "ASTAGA!" Teriak ibu nya via yang mengejutkan revan dan via
Betapa malu nya sekarang levia ketika ibu nya datang saat ia berpelukan dengan revan sedangkan revan ia hanya tersenyum pada ibu nya levia
'pantes suara anak nya kek toa" gumam revan yang tak terdengar oleh mereka
"M-ma aku-
"Udah lah nih makan belum makan kan kalian" potong ibu nya levia sembari tersenyum ke arah via
***
"Ck notif apasi gak penting" gumam cia
Levia teman nazea:
Bang zea masuk rumah sakit cempaka akibat kecelakaan, di ruangan XXX
'Oh fuck, zea masuk rumah sakit?' kaget cia namun tak lama ia tersenyum menyeringai
"Gue harus hapus chat ini, tapi sandi nya apa?" Ia berpikir keras "tanggal lahir mama" ia mencobanya dengan taggal lahir ibu nya darren dan berhasil
"Ezz " kerna cia tau kalau ibu nya lah yang sangat berharga di hidup nya darren bahkan wallpaper nya aja foto darren bersama ibu nya
Cia segara menghapus chat itu dai hp darren
"Cia kamu ngapain!" Suara darren mampu mengejutkan cia
"A itu apa, a-aku mau ke kamar" balas nya dengan cepat dan beranjak menuju kamar
Namun saat cia baru saja melangkah darren memegang tangan cia 'shit dia tau?' batin cia takut
"Kamu gak papa kan ci?" Tanya darren hati hti
"Ah iya aku gak papa ku mau me kamar duku ya bang" sahut nya dan melanjutkan jalannya menuju kamar
"Untung aja kalau gak mati gue" gumam cia yang sudah jauh dari darren
***
Seorang pria paruh baya yang umur nya sudah lumayan 70 tahunan kini sedang melihat ke arah komputer nya ia seperti terlihat ingin menangis
"Aku harus menemui nya" ucap pria itu sambil menatap komputer nya yang menampakkan seseorang terbaring lemas dan hanya terdengar suara pendeteksi detak jantung
"Wen kita harus menemui nya bawa beritahu ibu mu" titah pria itu
"Kenapa baru sekarang ayah?" Ucap wanita itu sambil menangis di sofa
"Maafkan aku, bersiap lah kita akan berangkat sekarang"
*****
TBC
jangan lupa vote, komen dan follow yaaa biar gak ketinggalan bye bye
KAMU SEDANG MEMBACA
VIA-AMARA
RomantikVIE-AMERE -Kehidupan Yang Pahit bagaimana jika harus mengejar laki laki yang tidak memperdulikan mu, saat itu juga kamu harus bersaing dengan sahabat mu yang dulu nya yang kau anggap saudara mu sendiri itulah yg di rasakan zea, Nazea Arabella Wilson...
