49. kebusukan cia

570 12 0
                                        

acara kini akan di mulai, orang orang mulai memakan hidangan yang di sediakan, cia terlihat bahagia bersama teman teman nya

tak lama via dan vano datang bersama reva, zea bisa melihat wajah rakha kala melihat reva,  raut wajah tak suka pada reva, zea tak memperdulikannya ia berjalan menuju via dan vano di susul oleh rakha di belakang

"datang juga" ucap zea tersenyum

via menarik lengan zea, dan membawa nya jauh dari mereka "lo ngapain undang reva ege?" tanya via tak habis pikir dengan zea

"ck, udah nanti lo tau" sahut zea dan menarik tangan levia kembali kumpul dengan via dan vano

"va sekarang" mengisyaratkan reva untuk melakukan sesuatu

reva mengangguk melihat ke sekitar laku berjalan ke belakang, meninggalkan mereka

"hah apa? lo ngomong apa sama reva?" tanya via heran dan penasaran, menatap reva rakha dan vano menunggu jawab

"nanti juga tau lo, diam aja dulu" tintah zea memelototi via takut ada orang yang mendengar percakapan mereka

"ck elah" padahal bukan via saja yang bingung vano dan Rakha juga di buat bingung oleh zea

cukup lama menunggu reva akhir nya ia kembali, dengan raut wajah sedih

"udah?" tanya zea memastikan

reva mengangguk

"gue duluan lo susul aja" perintah zea dan di angguki oleh reva

zea mengajak rakha, vano dan via berjalan menemui cia, yang kini tidak lagi tertawa bersama teman  nya melainkan kakak dan ayah nya, membuat zea memutarkan bola mata nya malas

"happy birthday cia, semoga kedepannya lo dapat hidup lebih baik setelah ini" ucap zea memberi selamat kepada cia, dan bersalaman dengan cia, sedangkan cia tak mengambil pusing dengan ucapan cia

ucapan selamat itu di ikuti vano, rakha, dan via, hingga ada seorang yang masuk dan memberi selamat pada cia yang mampu membuat cia membeku di tempat

"happy birthday, racia" ucap reva dengan tersenyum smirk menatap cia ngeri

"oh iya ini teman yang gue maksud semalam" imbuh zea dengan tersenyum ngeri ke arah cia

"h-hai" sapa cia dengan memeluk reva

"lo ngapain di sini?" desis cia penuh penekanan, ucapan itu tak lagi membuat reva takut

"surprise!" balas reva menekan pelukannya hingga membuat cia meringis

"loh kalian saling kenal?" tanya zea seakan akan tak tau, mampu membuat cia gelagapan

"gak gue gak kenal" cia jelas gelagapan, membuat yang ada di dekat nya bingung termasuk darren dan argan

cia mau menginggalkan mereka namun tangan cia di cengkam oleh zea hingga cia tak bia melanjutkan langkah nya

"kemana?" tanya zea sembari tersenyum

"lepas ze"

zea menekan tombol yang ada di tangannya, membuat sebuah video terbuka di layar dengan suara yang begitu nyaring, semua orang menatap ke arah layar besar itu, termasuk darren, arnold, vano, rakha, reva, dan cia, sedangkan zea ia terus menggenggam tangan cia

di layar terlihat kebusukan cia, yang merusak rem mobil wenda hingga wenda dan zea masuk ke jurang, pandangan itu tak luput dari arnold dan derran mereka beralih menatap ke arah zea, yang kini ia tengah melihat ke arah layar lebar itu

"pah, i-ini gak seperi yang kalian lihat tolong percayaaa" lirih cia memohon agar darren dan arnold percaya pada nya, sedangkan arnold dan darren terus menatap sendu ke arah zea dan di balas dengan tatapan benci oleh zea

cengkraman di tangan zea terlepas, zea bisa melihat cia mau kabur namun di tahan oleh rakha, zea menatap rakha dan tersenyum

semua orang ricuh kini acara nya menjadi kacau, orang orang mulai berspekulasi sendiri

"jangan kabur ci hadiah nya belum" ucap zea lalu berjalan keluar menjemput seseorang

"gue pernah bilang kalau gue kasih hadiah yang bikin semua orang kaget kan" tanya zea depan wajah cia

zea menarik lengan wenda, dan berdiri di samping nya, tentu membuat darren dan arnold kaget setengah mati

"mamah/sayang" ucap darren, cia dan arnold bersamaan

"hi i'm back" ucap wenda, dan menatap ke arah zea dengan senyuman yang mereka rindukan selama 3 tahun ini, zea membalas senyuman wenda

"ekhm, masih ada kejutan lainnya loh mau liat gak" zea tersenyum menatap ke arah cia

cia hanya bisa menggeleng lemah

"va buka" reva membuka hp nya dan layar itu kembali menampilkan video berbeda

kini semua orang bisa melihat betapa nakal nya cia, yang bermain ranjang dengan lelaki tua asing, dengan video yang di blur menyisakan wajah cia

dan layar kembali hitam namun ada suara yang mengejutkan, cia berbicara dengan seorang wanita, merencanakan hal licik untuk keluarga arnold, mereka ingin merenggut harta keluarga wilson/argan

dan yang membuat reva menangis kala mendengar rekaman, cia dan ibu tiri nya merencanakan pembunuhan untuk reva, padahal selama ini ia menjadi sekarang kerna mereka

acara semakin kacau, teman teman cia mulai membicarakan hal buruk tentang cia, mereka tak menyangka cia mampu berbuat selicik ini di usia 15 tahun nya

"BOHONG SEMUA BOHONGGG!!!" teriak cia di pan semua orang

*plakkk
argan menampar wajah cia dengan penuh amarah dan rasa benci

"berani sekali kamu cia!!!" desis arnold yang kini sudah tersulut emosi

"ouch like this?" tanya wenda pada zea, sembari meringis melihat nya

zea tersenyum sembari mengangguk, membuat wenda geram dengan arnold, jadi selama ini arnold menampar zea dengan keras

darren kini hanya diam mematung dan termenung, sedangkan zea ia berlari ke atas mengambil mic, "maaf semuanya acara tak berjalan sesuai yang ingin di harapkan, kalian bisa pulang, atau mencicipi makanan yang tersidia, sebelum pulang sebagai perminta maafan kami memberikan give untuk kalian bisa minta dekat pintu"

teman teman cia pensaran dengan hadiah yang akan mereka berikan, dekat pintu terdapat vano, via dan Reva yang memegang hadiah itu

mereka berbondong-bondong untuk mengambil hadiah itu hingga tak lagi peduli dengan hidangan yang di sediakan, semuanya sudah zea rencanakan

bahkan sempat sempat nya teman cia bilang kalau keluarga wilson masih berbaik hati mau memberikan hadiah di birthday cia padahal cia melakukan hal selicik itu

"keren" puji rakha pada zea sembari tersenyum menata kagum ke arah zea, tatapan yang hilang 5 tahun ini

VIA-AMARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang