20. Aku benci mengatakannya

538 13 0
                                        

Typo bertebaran gess
semoga sukaa yawww
ada part sedih nya lohhh

***

'harus kah aku yang mengalah? bagaimana jika itu bukan salah ku? kenapa dia tak mau mengalah walau kebenaran sudah terungkap, aku lelah selalu di salahkan!'
*
*
*
~HAPPY READING~

Zea berjalan masuk ke rumah nya yang sangat berantakan kerna bi izah balik kampung ibu nya sakit, tentu saja zea sedih kerna tak ada teman di rumah nya

Zea  meletakkan tas nya di  sofa dekat tv, kemudian ia berjalan dan tangannya beranjak mengambil sapu

Zea membersihkan rumah nya yg kotor bekas jejak sepatu entah lah dari siapa, yang pasti bukan dia, ia mengepel lantai sampai bersih tak lupa ia membereskan dapur banyak plastik snack yang tak di buang pada tempat nya alhasil ia membuang nya dan menyapu tempat itu bersih akibat remahan dari snack tsb

Tangannya kembali meraih piring kotor di wastafel ia membersihkan semua itu sendiri, bahkan cia adik nya eh ralat adik angkat nya tidak membersihkan nya habis makan alhasil piring nya banyak

*Prang

"Awsss" ringis zea saat kaki nya terkena pecahan piring yang menusuk di kaki nya

"Huft" ia menghembuskan nafas nya dan membersihkan piring itu dan membuang nya

Ia kembali melanjutkan mencuci piring sampai di mana ia meletakkan piring yang sudah ia cuci ke lemari

Akhir nya ia bisa bernafas lega dan sekarang rasanya ia ingin mandi seluruh badannya lengket

Ia berjalan mengambil tas nya dan menaiki tangga menuju kamar nya dan mandi

"RAA, BUATKAN N TEH HANGAT BUAT GUE!!" ucap cia di bawah sana

"Iya tunggu" balas zea

Zea baru saja selesai mandi sudah di suruh seperti itu ia juga lelah mengerjakan pekerjaan rumah, semenjak bi izah pulang kampung cia semakin menjadi jadi ia menjadikan zea seperti budak nya

Zea bergegas keluar kamar turun untuk membuat teh untuk cia, dengan berat hati ia membuat teh itu sungguh ia lelah akhir akhir ini ia selalu melakukannya sendiri tanpa bantuan bi ijah

Zea menaruh teh itu di meja dekat cia "Nih ci, aku mau ke kamar dulu" ia berjalan untuk menaiki tangga dan kembali ke kamar nya

*Bssttt

"Hah, ah hah"

"LO GILA HAH? GUE BILANG HANGAT BITCH BUKAN PANAS, LO DENGER GAK HAH? BUDEKKK!!" baru saja ia beranjak menaiki beberapa anak tangga cia sudah memarahi nya yang bener saja?

Ia memejamkan mata nya mendengar suara tinggi dari cia, tak lama ia berbalik dan bejalan ke arah cia "ci aku capek maaf ya, aku ganti aja" ucap nya sambil mengambil teh itu dan beranjak berjalan ke dapur

"Awsss" tiba tiba saja rambut nya di tarik keras oleh cia alhasil bokong nya terhempas ia terjatuh mendapat tarikan keras dari cia

"Enak banget ya lo, main ganti itu aja!" Ucap cia dengan suara yang pelan namun tajam

"T-terus aku harus apa ci?" Ucap zea lirih dan pasrah

"YA LO PIKIR LAH BANGSD!"tangan nya menghempas rambut zea dengan keras sampai kepala nya tertarik kebelakang

Ia kembali memejamkan mata nya, hati nya sudah tak karuan, rasanya ingin menangis saja sekarang ia serba salah

"DENGER GAK LO?" Sentak nya membuat zea semakin tak karuan

"AKU CAPEK CIA, CAPE, bisa gak sih kamu hargain aku, aku udah bersihin rumah, buatkan kamu teh bahkan tadi udah aku coba dan gak panas, giliran aku mau ganti kamu marah, KAMU MAU APASIH CI?!" Ia sudah. Tak tahan ia muak dan sekarang cia malah bikin ia emosi

"Lo berani sama gue? Dan lo tanya apa mau gue?" Ia tersenyum miring dan mendekat diri nya  ke samping zea, bahkan zea saja merinding dan mematung melihat nya

"Gue mau lo sekeluarga hancur di tangan gue kak ara" bisik cia tepat di telinga zea

Sontak zea kaget dan ingin melayangkan tangannya namun di tepis oleh darren "APA YANG LU LAKUIN HAH?" Teriak darren tepat di wajah zea

Cia pun mendekat ke arah darren yang baru saja pulang kulaih, ia berada di belakang darren seolah olah zea akan menganiyayanya

Zea menghela nafas berat  nya 'drama apalagi ini ya allah' zea membatin sambil memejamkan mata nya

"Bang ara mau nampar aku" adu cia pada darren

Darren menatap marah ke arah zea 'semarah itu ia pada ku? Yang nyatanya aku adalah adik kandung ny? Bahkan wanita itu berbohong' zea kembali membayin sambil terus mentap ke arah darren dan tersenyum tipis sangat tipis

"LO UDAH BERA-

"Plis ya kak aku cape dan untuk kamu cia aku minta maaf untuk teh nya aku akan buat lagi dan akan ku letakkan di meja" zea memotong ucapan darren baru kali ini ia seberani itu ia kembali menatap darren

"Sudah ya jangan ada keributan lagi untuk kesekian kalinya aku salah, ceroboh, gak sopan, suka ngelawan dan aku minta maaf" sabung nya dengan mata yang terus menatap darren

"Dan aku harap aku tidak lagi mengatakan maaf aku benci itu" lirih nya namun masih bisa kedengaran oleh darren

Zea berbalik dan berjalan pergi ke dapur membuat kan teh untuk cia yang meninggalkan darren yang mematung di depan tv

Untuk kedua kali ia membuat teh kali ini ia akan lebih hati hati ia tak mau  terjadi keributan lagi

Selesai sudah teh yang ia buat tak lupa ia mencicipi teh itu apakah masih kurang, dan pas sudah rasnya ia kembali ke ruang tamu ia meletakkan teh itu di meja dekat tv dan lagi ia melihat darren yang tangah duduk memainkan laptop nya dan cia duduk di samping darren dan menonton tv

Zea kembali mengalihkan pandangannya dan pergi menaiki tangga menuju kamar nya, ia merasa sangat lelah untuk hari ini dan biarkan zea akan tidur lebih awal malam ini

TBC

jangan lupa tinggalkan jejak komen, vote biar aku semangat
dan jangan lupa follow biar gak ketinggalan

VIA-AMARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang