44. bertemu bunda

502 12 1
                                        

sepulang nya dari sekolah zea mengantar via ke rumah nya sedangkan vano ia memilih nongkrong dengan teman nya bisa di bilng belum sebulan vano sudah mendapatkan teman akrab nya padahal ia tak pernah kenal sebelumnya

tak terasa sampai sudah di rumah via, via turun dan di sambut oleh ibu nya yang kebetulan lagi menyiram tanaman, zea ikut via turun dari mobil "assalamualaikum Tante" salam zea sembari ikut mencium punggung tangan ibu via setelah via

Rina tersenyum "wa'alaikumsalam zea, via nya gak ngerepotin kan?" jawab Rina dengan bertanya pada zea

"ih ibuuuu" kesel via dengan menghentakkan kaki nya

"lah ibu kan cuman nanya via" Rina terkekeh melihat anak nya yang merajuk kerna ulah nya, begitupun dengan zea ia juga ikut tertawa kecil melihat kelakukan via

"gak tan, aman" sahut zea dengan mengangkat tangannya menunjukan kedua jempol nya

"kalo gitu zea mau pamit Tan" ucap zea dengan mengambil tangan Rina untuk Salim

"loh cepet banget ze belum juga masuk rumah" tanya via dan di angguki oleh Rina

"iya mampir dulu zea" bujuk Rina dengan memegang pundak zea

"emm lain kali ya Tan, Vi soal nya zea mau mampir ke supermarket dulu ada yang mau zea beli" sebenarnya zea tak enak menolak Rina namun ia pulang sekolah sudah sore kalau di bawa ngobrol pasti lama, nanti pulang nya kemaleman

"ah gitu nya ya udah hati hati ya" ingat Rina seraya tersenyum kepada zea

"iya Tan, zea pamit ya assalamualaikum" pamit zea dengan melambaikan tangannya dan berjalan menuju mobil nya

ia menjalani kan mobil nya menuju supermarket terdekat, ia hanya membeli cemilan untuk stok yang ia taro di kamar nya

cukup lama zea mencari cemilan yang ia mau, setelah berkeliling khir nya keranjang yang ia bawa penuh dan ia segera menuju kasir untuk membayar semua itu

sekarang uang zea semakin bertambah Kern buhan hanya Arnold yang memberi uang jajan zea walaupun tak sebanyak cia tetapi zea tak mempermasalahkannya selagi ayah nya masih menghidupinya, dan sekarang ada kakek nya yang baru saja mentransfer uang cukup banyak

"akhir nya, malam ini gue mau bergadang semalam aja rasanya" seru zea membayang kan ia malam nanti dengan memakan cemilan ya

"udah ah mending pulang" akhir nya zea berjalan keluar menuju mobil nya dan menjalani kan mobil nya menuju rumah

namun di tengah tengah jalan inya menuju rumah zea bisa melihat seorang wanita yang membawa kantong belanja cukup banyak, terlihat ia sedang berdiri sekali kali menatap layar handphone nya

zea memelankan mobil nya dan mendekati wanita itu kemudian ia membuka kaca mobil nya terlihat wanita itu sedang menunduk dan dari raut wajah nya ia terlihat khawatir
zea memarkirkan mobil nya dan berjalan menuju wanita itu
"ada yang biasa saya bantu ibu?" tanya zea hati hati

wanita itu mendongak menatap zea, namun setelah melihat zea wajah ibu berubah menjadi kaget, ze kembali terheran heran dengan raut wajah wanita itu

"zea?!" kaget wanita itu dengan cepat memeluk zea yng kini mematung, rasanya ia pernah melihat siapa wanita itu namun ia lupa

"i-bu s-siapa?" tanya zea hati hati

wanita tertawa melihat ekspresi wajah zea "astaga sayang ini bunda Dinda, masa kamu lupa?" pernyataan itu mampu membuat zea kaget, sekaligus tak percaya

"bunda? lama banget gak ketemu kangen banget" ucap dengan dengan riang dengan memeluk erat tubuh Dinda

"bunda ngapain di sini sendirian udah sore loh Bun" tanya zea dengan menatap ke arah belanjaan Dinda

"ini ayah gak  bisa di hubungin ze jadi nya bunda gak bisa pulang mamang juga lagi cuti mau balik kampung katanya" mendengar penjelasan dari Dinda, zea mengangguk paham

"yaudah zea anter ya, zea bawa mobil tu di seberang" ucap zea dengan menunjuk mobil sport nya yang berwarna hitam

"makasih banyak ya sayang"

zea tersenyum "iya bund"

zea menuntun Dinda berjalan menuju mobil nya dengan membawa beberapa plastik belanjaan Dinda, Dina juga ikut mengikuti Dinda yang berada di samping zea

dan di perjalan menuju rumah Dinda mereka berbincang sekaligus mengungkapkan perasaan rindu yang sudah lama tak bertemu

"kamu kemana zea kok gak pernah ketemu lagi?" tanya Dinda melirik ke arah zea yang fokus menyetir

mendengar pertanyaan Dinda zea melirik sekilas Lalu fokus kembali ke jalan "Waktu SMP zea ikut ayah sama bunda ke new York, kerna perkerjaan ayah yang mengharus kan zea sekolah di sana bund, sekaligus kerumah grenpa dan grenma soal nya udah lama gak ke sana, tapi zea hanya dua taun aja bund soal nya pekerjaan ayah semua udah beres jadi ze lanjutin kelas 3smp nya di Indonesia" jelas zea sembari melirik sekilas dan tersenyum pada dinda

"pantes aja kamu ngilang ze"

"hehe iya bunda maaf ya zea gak kasi tau"

"bukan apa apa tapi Rakha itu loh ze sampe diam di kamar, nangisin kamu, untung nya ada vano yang selalu jahilin Rakha" ungkap Dinda sembari terkekeh pelan

zea terdiam sebentar memahami apa yang di maksud Dinda, namun ia hanya membalas nya dengan kekehan kecil namun kaku

"kamu sekolah di mana sekarang sayang?"

"zea sekolah di westeria high school bund"

"loh berarti sama dong sama Rakha, kamu udah ketemu Rakha?" sial sekarang zea harus jawab apa tak mungkin ia menjawab sudah dan tak pernah berkunjung kerumah Rakha kerna Rakha tak pernah tau kalau zea itu adalah wena

"bund ini belok kan?" tanya zea namun bukan sepenuh nya niat nya untuk bertanya tapi kerna ingin mengalihkan pembicaraan mereka

"iya itu yang pagar hitam, mobil kamu bawa masuk ke dalam ya"

"iya bund"

tak lama zea menjalan kan mobil nya sesuai dengan perintah Dinda, ia memarkirkan mobil nya di halaman yang bisa di bilang sangat luas

serah itu zea membantu Dinda membawa barang belanjaan kerumah, "bunda kok belanja sendiri gak di bantu?" tanya zea hati hati

"sebenar nya ini bukan tugas bunda cuman bunda Mau masak banyak, kerna ayah pulang dari Kalimantan, jadi bunda yang pilih sayur nya, pas banget ada kamu ze kita makan bareng ya"

VIA-AMARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang