pagi ini zea akan berangkat sekolah di rumah via untuk terakhir kerna pulang sekolah nanti zea akan pergi ke rumah nya, walaupun sulit untuk wenda mengizinkannya tapi zea yang bersikeras wenda tak bisa apa apa ia tak mau anak nya kembali merasakan sakit namun ia juga tak bisa memaksa kalau zea sudah bersikeras
"zeeeeeeee udah kan?!" tanya via yang sudah siap hari ini ia akan berangkat ikut zea menggunakan mobil zea
"yaa" sahut zea
zea mengambil mobil nya yang terparkir di garasi rumh via, dan via membuka pintu mobil zea untuk masuk, lalu zea menjalankan mobil nya menuju sekolah
di perjalanan mereka asyik bernyanyi dengan volume yang lumayan, mereka bahkan ikut berjoget-joget
Never put my love out on the line
Never said yes to the right guy
Never had trouble getting what I want
But when it comes to you, I'm never good enough
When I don't care, I can play 'em like a Ken doll
Won't wash my hair, then make 'em bounce like a basketball
But you make me wanna act like a girl
Paint my nails and wear high heels
Yes, you make me so nervous that I just can't hold your hand
You make me glow
But I cover up, won't let it show
So I'm putting my defenses up
'Cause I don't wanna fall in love
If I ever did that, I think I'd have a heart attack
I think I'd have a heart attack
I think I'd have a heart attack
Never break a sweat for the other guys
When you come around, I get paralyzed
And every time I try to be myself
It comes out wrong like a cry for help
It's just not fair, pain's more trouble than love is worth
I gasp for air, it feels so good, but you know it hurts
But you make me wanna act like a girl
Paint my nails and wear perfume for you
Make me so nervous that I just can't hold your hand
You make me glow
But I cover up, won't let it show
So I'm putting my defenses up
'Cause I don't wanna fall in love
If I ever did that, I think I'd have a heart attack
I think I'd have a heart attack
I think I'd have a heart attack
namun tak lama mereka sampai di sekolah zea dengan hati hati memarkirkan mobil nya dan mereka keluar dari mobil dan berjalan dengan santai menuju kelas sesekali mereka berbincang ringan
hal itu tak luput dari tatapan siswa/i yang tengah berlalu lalang mereka masih tak menyangka zea bisa berubah 180° dengan dulu yang di mana culun, selalu memakai bedak yang tebal entah apa alasannya bahkan ia memakai kacamata bulat seperti benar benar orang yang culun yng tak tau zaman sekarang
"woi zeee!" panggil seorang laki laki yang tengah duduk bersama teman lainnya
zea dan via beradu tatap, namun setelah itu zea beralih menatap malas ke arah laki laki yng memanggil nya tadi, ia ingin menyahut namun ia urungkan niat nya ia kembali menarik via berjalan menuju kelas tak mau berlama lama di tempat ini
"SOMBONG YA LO, SOK CANTIK PULA!!" teriak bevan ya itu tadi yang memanggil adalah bevan
"ze napa lu tarik gue elah?" tanya via kesal ia bisa berjalan sendiri tanpa harus di tarik
"udh mau bell ayo masuk" jawab nya asal tanpa menoleh ke arah via
dan benar saja tak lama bell berbunyi menandakan pelajaran akan di mulai, seorang guru tak lama setelah bell berbunyi datang masuk ke dalam kelas ia adalah Bu Astri yang mengajar kimia
"hallo semua kembali di mata pelajaran kimia kita akan melanjutkan pelajaran kemarin" Bu Astri yang sudah siap dengan spidol, ia dengan lihai nya menulis angka yang membuat murid meratapi kehidupan mereka, matematika-kimia-fisika semua bersangkutan hitungan akan membuat kepala me jadi panas hahahahahaha canda doang
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
setelah pelajaran selesai dan di waktu istirahat tiba zea di suruh mengantarkan buku yang baru saja di kumpul, dan sekarang ia tengah menuju kantor guru dengan setumpuk buku yang ia dekap
"maksih ya zea udah bantu ibu"
"iya sama sama Bu, kalau gitu zea izin ke kantin nyusul via" pamit nya sembari tersenyum ke arah Bu Astri
zea berjalan menuju kantin dengan santai, walaupun banyak mata yang melihat nya dengan tatapan yang tak senang
'sok kecantikan'
'paling juga mau dapetin hati rakha'
'mana murahan lagi'
'sok Sokan aja berubah aslinya mah sama aja'
zea tek perduli dengan omongan mereka lagi pun ia sudah bisa mendapatkan omongan seperti itu untuk apa takut? apa salah nya ia merubah dirinya? kena ia selalu salah di mata semua orang
*brakkk
tiba tiba saja seseorang mendorong nya dari belakang yang membuat nya hampir tersungkur, untungnya ia masih bisa menjaga keseimbangannya, zea memutarkan badannya melihat siapa yang mendorong nya tadi
"LO!?" kaget zea
"kenapa? gak usah sok kecapean deh lu bitch!" ucap reva sambil menarik rambut zea kuat
dengan cepat zea menepis tangan reva "kenapa iri?" tanya zea dengan mengangkat bibir nya sebelah kiri
"ngapain gue iri sama Lo jalang!!" sahut rev yang tersulut emosi berani sekali zea melawannya
"bukannya Lo yang JALANG HAH?!" kini zea juga ikut tersulut emosi, aksi ini tak lepas dari tatapan siswa siswi yang tengah berlalu lalang dan ikut melihat aksi itu, bukannya di lerai malah takut menonton
*plakkkk
suara tamparan itu begitu keras hingga siapapun yang menonton itu ikut meringis "BERANI LO SAMA GUE!!"
"siapa Lo sampai sampai gue takut sama Lo, setan? iblis? anj? b4bi?" tanya zea sembari meringis
*plakkkk
kali ini sudah keterlaluan Reva sudah memalukannya di depan umum apa harus ia lemah seperti dulu? apa usaha nya saat ini akan sia sia?
tangan zea melayang akan menampar Reva namun baru saja tangan itu akane darat di pipi Reva tangannya sudah di tarik oleh seseorang hingga badannya memutar menatap ke arah orang itu
"kasar banget jadi cewe" ucap laki laki itu sembari mencengkram tangan zea kuat hingga ia meringis
"lepass!" zea berontak tangannya di cengkram kuat oleh Rakha
"ZEAAAAA" via yang tengah berlari melewati segerombolan siswa/i tak lupa ia juga bersama vano
Rakha menatap ke arah vano begitupun dengan vano ia menatap rakha tak suka, dengan kesempatan ini zea bisa melepaskan tangannya dari cengkraman Rakha
sontak rakha menoleh ke arah zea dengan tatapan tajam "kenapa?!" tanya nya tak lupa untuk membalas tatapan tajam itu
"Lo itu cewek gila, ada ya orang yang mau nampar teman sekelas nya sendiri" jawab rakha tak percaya
zea menatap rakha tajam dan kini ia menatap Reva yang sudh berada di samping Rakha
*plakkkk
zea menampar Reva dengan keras cukup sudah dengan kesabarannya "ADA, GUE ORANG NYA!!!! Kaya nya Lo pengen banget gue tampar va!" teriak zea tepat di wajah Rakha dan menunjuk dirinya sendiri dan menatap Reva tajam
"lo kira keren? lo gak ada beda nya sana jalang, gak punya harga diri dengan cara sialan lo ini" desis Rakha dengan jari telunjuk yang mendorong dahi zea
'jalang?' ia muak dengan kata itu dan tolong siapapun tanya keadaan zea sekarang ia lelah dengan kehidupannya
*plakkkkk
KAMU SEDANG MEMBACA
VIA-AMARA
RomanceVIE-AMERE -Kehidupan Yang Pahit bagaimana jika harus mengejar laki laki yang tidak memperdulikan mu, saat itu juga kamu harus bersaing dengan sahabat mu yang dulu nya yang kau anggap saudara mu sendiri itulah yg di rasakan zea, Nazea Arabella Wilson...
