*drett drett drett
zea menoleh ke arah ponsel nya yang berdering, ia menyeringit heran siapa yang menelponnya semalam ini?
zea mengambil hp nya, tubuh nya di selimuti rasa takut heran bingung, pasal nya yang menelpon nya bukan nomer yang ia kenal, dengan rasa was was ia menerima telepon itu
"hallo" lirih zea dengan penasaran namun takut
"loh belum tidur kamu sayang" suara ini mengejutkan zea, ia sangat mengenal suara ini dan juga sangat merindukan suara ini
"mamahhhh, aku kira siapa"
"iya ze, kamu gak tidur udah jam berapa sekarang?"
"zea kan belum ngantuk mama, emang mama mau ngomong apa telpon zea jm segini?"
"tadi nya mama iseng doang eh ternyata belum tidur, mama cuma mau ngabarin kamu kalau mama udah tiba di Indonesia" sungguh? akhir nya zea sangat menunggu hari iniiii
"kok gak bilang zea kalau mau pulang, zea kan mau jemput" kesal zea
"jam 2 loh, gak mau ah" terdengar suara khawatir dari sebrang sana
"udah ah kamu tidur aja, nanti mana kabarin lagi"
"iya mahhh"
dengan semangat ia menutup laptop nya menaruh cemilannya dan berbaring dengan yang menarik selimut hingga leher nya, zea terus tersenyum tanpa henti memikirkan ibu nya
"mending tidur jadi besok gak telat jemput mamah" seru nya dengan mencoba memrjamkan mata nya
***
sore ini ada yang beda dari zea, kenapa??? semua orang dalam rumah bisa melihat zea pulang dari sekolah dengan senyuman yang mengambang tanpa henti bahkan mata nya hanya fokus menatap ponsel nya, seperti nya ponsel nya lebih menarik
"biasanya tu muka masam kek makanan basi" sindir cia yang heran dengan muka jutek nya
tatapan zea langsung beralih menatap cia dengan wajah yang sarkas, namun tak lama ia mendekat ke arah cia, dengan senyuman yang aneh menurut cia
zea berada di depan cia dan tanpa aba aba zea ke samping merangkul cia, kaget!! jelas lah itu seperti bukan zea
"apaan si lo!!" risih cia mencoba melepaskan tangan zea yang berada di bahu nya
"ci besok kan ulang tahun lo ya?!!! gue boleh kan undang teman gue juga??" tanya zea dengan memohon
cia menatap ke arah zea aneh "kan udah gue undang bego!"
"ck ini beda ciii yang ini spesial, pasti lo bakal kaget deh, nanti gue kasih hadiah yang pasti nya bikin semua orang kaget! gimana?!" tanya zea seperi membuat kesepakatan
cia terdiam, bahkan darren ikut bingung dengan tingkah zea hari ini tapi ia senang kerna zea bisa menerima cia (kocak)(padahal cia yang gak terima zea), cia menatap zea serius hingga akhir nya
"oke!, tapi jangan banyak banyak"
daaannn zea tersenyum bahagiaaa, "TENANG AJA CIAAA! GUE NGUNDANG 1 ORANG DOANG KOK" ucap nya dengan perasaan yang bahagia
"bahagia banget kamu ze" ucap darren yang tengah duduk di ruang tamu yang tengah menonton tv bersama Arnold
"tau tuh emang nya ada apa?" tambah arnold yang heran dengan zea
zea terdiam dan menatap ke duanya secara bergantian lalu kembali tersenyum remeh "nanti besok tau" ucap nya lalu pergi meninggal kan mereka
"aneh" gumam cia kemudian berjalan mendekati arnold dan darren
disisi lain vano dan via sedang saling telponan, vano sedang berada di kamar rakha mereka baru saja selesai bermain game kini waktu nya mereka istirahat sambil rebahan
"eh no, lo tau gak?" tanya via di sebrang sana
"apa si, orang lo aja gak beri tau" kesel vano
"udah berani ya lo sekarang gak pake embel kak lagi" goda via dan di akhiri dengan tawa nya
"hehehe, emang yang tadi apaan?"
"zea baru aja chat gue nih kalo nanti kita bareng ke acara ulang tahun cia BARENG BERDUA AJA!" sengaja via mengeraskan suara nya agar rakha mendengar nya
"lah gue kan sama abang gue"
"biarin dah si rakhaanj sendiri, kaya gak punya kaki aja-
"GUE DENGER YAA!!" teriak rakha tak terima
"ck berisik banget si, lagian kan kita ada yang harus kita selesain kita di suruh zea juga" sahut via, mencoba menejelaskan pada vano
"nanti lo jemput gua ya no, dan LO RAKHAANJ SENDIRI AJA LO YA SEKALIAN TEBUS KESALAHAN ANJ LO!" tambah via setelah itu via langsung mematikan ponsel nya
"ck gak jelas banget si tu anak" risih rakha dengan memutarkan bola mata nya
"udah lah kerjain aja bang"
"emang lo ngapain si pake jemput si via?" tanya rakha heran
"gue aja kaga di kasih tau, mau ngomong apa gue kalo gitu?" tanya nya yang semakin membuat rakha kesal, yang mampu membuat vano tertawa puas sudah mengerjai abangnya
"kocak"
***
malam ini zea sudah menyiapkan semuanya, dari ulang tahunnya cia ia juga ikut serta dalam menyiapkan pesta
hari sudah semakin gelap, banyak orang yang sudah memasuki rumah, zea sebagian tak mengenal mereka toh itu semua teman cia wajar saja zea tak mengenal nya
tak lama datang laki laki yang tengah ke kebingungan di ambang pintu, zea mendekat ke arah nya mencoba membantu laki laki itu
namun... setelah tau wajah nya zea bergegas berbalik "ze!" baru saja memutarkan langkah nya 'ni orang ada mulu' batin zea siapa lagi kalau bukan rakha, zea mematung di tempat sembari memejamkan mata nya mengumpat
"hai" sapa rakha yang sudh berada di dekat zea
"hai" balas zea dengan tersenyum kikuk
"vano sama via mana?" tanya rakha yang mata nya terus mencari di mana keberadaan vano dan via
"lagi jemput reva-
"eh" sial zea keceplosan
"reva? kok bisa?" tanya rakha yang terheran heran
"diem deh lo gue yang ngundang dia" setalah mengatakan itu zea beranjak pergi
"eh- tunggu" panggil rakha yang tengah menyusul zea
tak lama acara di mulai, cia turun dari tangga bersama darren yang menggandeng tangan darren, cia menggunakan gaun yang indah semua orang kagum melihat nya di tambah lagi dengan gaya rambut nya yang cocok dengan gaunnya
zea yang melihat hampir semua orang menatap ke arah cia 'apa bagus nya coba?' sinis zea menatap ke arah cia
"tetap lo yang paling cantik" bisik rakha di telinga zea mampu membuat zea terdiam merasakan nafas Rakha dan suara khas rakha membuat zea merinding
zea memukul lengan rakha "paansi?!" wajah zea seolah olah malu
"hahahahha" tawa rakha melihat ekspresi wajah zea yang masih saja malu
"diam! gue masih marah sama lo!"
KAMU SEDANG MEMBACA
VIA-AMARA
RomanceVIE-AMERE -Kehidupan Yang Pahit bagaimana jika harus mengejar laki laki yang tidak memperdulikan mu, saat itu juga kamu harus bersaing dengan sahabat mu yang dulu nya yang kau anggap saudara mu sendiri itulah yg di rasakan zea, Nazea Arabella Wilson...
