23. pertumpahan darah

627 9 0
                                        

Di jalan revan dan levia tengah mencari keberadaan zea pasal nya sekarang sudah jam 19:02 zea juga belum kelihatan dan saat levia kembali ke rumah zea untuk bertanya di mana zea tapi malah via di marahi oleh arnold dan zea juga di tuduh oleh cia kalau sekarang zea lgi main sama om om makanya belum pulang dan itu di dengar langsung oleh revan

"Van ini gimana? Gue khawatir selama ini zea selalu kabarin gue van bahkan biasanya jam segini kami masih vc an gue takut!" Panik via yang kini tengah frustasi mencari keberadaan zea

"Gak usah berpikir negatif" sahut revan yang tengah mengendarai motor

"Gue takut gue punya firasat buruk tentang zea" bahkan suara via berubah kini suara bergetar ingin menangis

"Udah doa biar zea gak kenapa napa" revan mencoba meyakinkan via kalau zea baik baik saja

Di tengah jalan tiba tiba levia menepuk pundak revan "van van berhenti!!"

Revan reflek memberhentikan motor nya mendadak

"Aww" ringis via saat kepala nya tiba tiba menghantam helm revan

Revan panik membalik kan badannya "Maaf maaf sakit ya?" Tanya revan sambil memegang kepala via

"Sakit lah bego"

"Ya maap lo sih"

Revan memarkirkan motor nya  di pinggir sedangkan levia berlari kecil mendekati tas yang tergeletak di jalan, revan pun menyeringit bingung

Levia mengambil tas itu dan berlari ke arah revan dengan keadaan ia sudah menangis "V-van ini punya zea" tangis pecah saat itu juga

Revan terkejut mendengar nya "lo yakin? Atau mungkin ini tas orang dan cuma kebetulan" revan mencoba meyakinkan via

"Gak mungkin van di sini ada coretan dan coretan itu gue yang coret di tas nya" levia menunjuk coretan berbentuk huruf namun tak beraturan

"AAAAAaaa"

Levia mendengar suara teriakan perempuan yang sangat kencang yang mampu mengalihkan pandangan nya ke arah sumber suara

Levia dan revan saling menatap seolah-olah siapa itu? Suara siapa itu?
Levia mengerutkan keningnya saat sadar siapa perempuan itu

Levia berlari sekencang mungkin dan iringi oleh revan di belakang dengan mengendarai motor nya

*BRAK!!

"ZEAAA...!!!"  Teriak levia melihat tubuh zea tergeletak di aspal dengan bercak darah, mengalir air mata di pipi levia, ia mematung melihat sahabatnya

Kejadian dimana sahabat nya tertabrak mobil di hadapannya bahkan mobil yang menabrak nya sangat laju hingga zea terpental dan terhantam keras

Revan yang juga melihat langsung kejadian itu tak pernah terbayang di hidupnya melihat temannya sendiri tertabrak, Revan mematung di pinggir jalan bahkan sekarang ia serasa hilang arah pikirannya kosong

Levia yang awal nya mematung langsung berlari menghampiri Zea, ia peluk erat sahabat nya, banyak warga yang berdatangan akibat suara tabrakan tadi

Dan mobil yang menabrak Zea hilang entah kemana levia dan Revan pun tak tau sejak kapan mobil itu pergi bahkan yang mengendarai mobil itu pun mereka tidak tau laki laki atau perempuan

"Z-zee bilang sama gue kalau lu itu kuat!! Gue bahkan belum minta maaf sama lo ze!" Tangis via sambil memegang wajah zea yang pucat dan bercak darah zea juga menutupi tubuh ria dengan jaket nya kerna memang baju nya tidak terkancing

"Zeee maafin gue ze! Gue mohon bangunn!" Lirih nya dengan suara yang bergetar, levia bahkan melawan takut nya saat melihat darah dengan berani ia mengusap pelan wajah zea yang ada bercak darah nya

"Ze bangun ze bangun!! ZEEE....!!!" Teriak levia sambil menggoyangkan bahu zea yang kini ia pangku di paha nya, kini mata levia mulai membengkak suara mulai parau kepala yang semakin pusing dan mata yang mulai kabur

Dan.....*bruk
Levia pingsan

~rumah sakit~

Levia mulai membuka kan mata nya perlahan ia melihat tempat yang tidak asing tapi di mana dia?

"Akhir nya lo bangun juga!!" Ujar revan sambil membantu via duduk

"Gue di mana?" Levia melihat ke seliling nya ia belum sadar kalau sekarang ia berada di rumah sakit

"Rumah sakit" sahut revan yang tengah menuangkan air ke gelas dan di berikan nya ke levia dan di sambut oleh levia

'rumah sakit?' via membatin sambil mengingat kejadian kenapa ia bisa berada di sini 

*Ukhuk ukhuk

Omgg via baru ingat sekarang kalau kerna zea lah ia berada di sini bisa bisa nya ia lupa dengan zea, gimana keadaan zea sekarang?!

"Woii jigong lu!!" Kesal Revan keena via tersedak air yang ia berikan tadi dan sekarang air itu muncrat ke wajah nya

"Eh maaf maaf" panik levia dan mengambilkan tisu yang berada di samping nya

"Van zea di mana gue mau ketemu dia" tanya via pada revan yang tengah membersihkan baju nya

"O-uh kalo itu nanti gue anter" sahut nya dengan wajah yang ragu dan takut

"Gue mau sekarang gue mu liat ke adaan zea van!!" Tukas via padahal posisinya ia juga baru sadar dari pingsannya

"Gak! Lo baru aja siuman!" Tolak revan dengan cepat

"Gue mau sekarang!" Pungkas levia tak mau kalah

"Nanti!"

"Sekarang"

"NANTI!!" Dan kali ini revan agak meninggikan suara nya

Levia sempat terdiam sebentar akibat mendengar suara revan yang meninggi "yasudah kalau lu gak mau anter gue sendiri" putus nya dan beranjak turun dari kasur

Namun hal itu di tahan oleh revan "oke gue anter!" Sahut nya dan mengambil kursi roda di luar

"Duduk!" Perintah revan

Perlahan levia mendekati kursi roda itu ya perlahan duduk di bantu oleh revan sekarang revan mendorong pelan kursi roda itu mengantar via ke ruangan zea

Mereka telah sampai di rungan zea "zee" via memanggil zea dengan suara bergetar alangkah sakit nya hati nya melihat sahabat nya terbaring lemas di kasur rumah sakit dan di penuhi alat di sekujur tubuh zea

VIA-AMARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang