Hari ini adalah hari baru untuk zea di mana ia merubah semua nya dari penampilan, nada bicara, dan hari ini zea kembali ke sekolah tentu nya dengan izin ibu nya dan wenda sudah mengizinkan
"GILA! Kek bukan zea anjrt" kagum via sampai membolak balikkan badan zea
"Lebay" teteh zea melihat tingkah via
"Lu keren ze gue suka kenapa gak dari dulu coba?"
"Udah lah ayo turun nanti telat"
Mereka turun untuk sarapan dan saat turun orang tua nya via pun kaget dengan penampilan zea yang sangat berubah namun tak lama mereka berpamitan
"Vi gue mau ngambil mobil gue" imbuh zea pada via yang tengah menyetir mobil nya
"Lah kan gue bawa mobil"
"Gak papa gue bawa mobil gue sendiri aja nanti gue arahin jalan nya" sahut zea dan via terus menyetir mobil nya sesuai apa yang di ara dan itu berhenti di markas zevix
"Yok!" Belum sempat via melihat lihat markas zea sudh muncul dengan mobil nya sport yang sangat keren ketika zea pakai
"Gila keren banget" gumam zea memandangi zea
Mereka berdua berangkat ke sekolah menggunakan mobil masing masing, zea memimpin dan di iringi oleh via
Sesampai nya di sekolah mobil zea menjadi perhatian murid murid di sekolah pasal nya mereka juga belum pernah melihat siswi di sini memakai mobil seperti itu
Mereka melihat bagaimana zea turun dari mobil itu dan membuat seisi sekolah gempar bagaimana perubahan zea
"I-itu siapa?"
"Kok kek kenal tapi gak kenal"
"Gila tu cewe keren abis"
"Cantik banget"
Itulah yang di bicarakan siswa dan siswi saat melihat zea turun bagaimana tidak membuat merek kagum zea sangat berubah dari penampilan bahkan wajah zea yang selalu tersenyum kini berubah menjadi datar dan bahkan yang dulu nya membawa tas ke belakang kini ia memakai tas di bahu nya dan dengan permen di mulut nya membuat semua orang kagum ke arah nya di tambah lagi wajah nya yang di poles make up tipis tipis
"Ayo vi" ajak zea dan berjalan terlebih dulu di iringi via di belakang
Bahkan saat zea dan via melewati inti evorster, mereka menganga melihat penampilan zea yang tak mereka kenal
"Van tuh via sama siapa?" Tanya bevan namun mata nya masih fokus menatap ke arah zea
"Zea kali" jawab revan santai awal nya ia juga kaget namun sebisa mungkin ia menetral wajah nya
"GAK MUNGKIN" bantah mereka serempak kec rakha
"Tanya aja langsung" kekeh revan
Di sisi lain via dan zea sudah berada di kelas "vi lo bawa siapa ke sini?" Tanya teman sekelas mereka menatap ke arah zea yang berjalan duduk di bangku nya
"Zea lah wlee" sahut via sambil menjulurkan lidah nya
Mereka semua mematung mendengarnya 'zea?' gak mungkin lah
"Lo beneran zea?" Tanya salah satu temen sekelas dengan suara pelan dan ragu
Zea hanya menatap dan tanpa menanggapi nya, ia berusaha tak perduli dengan orang orang sekitar, ia sudah muak dengan hari hari nya dulu di sekolah banyak bacot!
"Gue bilang dia zea ya zea" bukannya zea yang Menjawab melainkan via
"Jadi zea sekarang mau berubah buat dapetin hati nya rakha" dan muncul lah cewek ular reva mendekat ke arah zea
Zea awal nya tidak perduli dengan kehadiran reva, namun semakin lama reva memegang wajah nya tanpa izin ia paling tidak suka sekarang wajah nya yang di pegang, zea menepis tangan reva kasar
Reva membungkuk menatap ke arah zea "MAKSUD LU APA HAH" tanya reva dengan tangan yang siap menampar zea
Namun zea dengan sigap menahan tangan itu dan menaruh nya kebelakang "munafik ya lu va gue kira lu adalah kakak terbaik selain darren yang pernah ada di hidup gue ternyata binatang yang perannya hanya jadi parasit di hidup gue!" Kekeh zea menatap tajam ke arah reva dengan posisi sama tangan reva di belakang
zea berbisik "Lo tau gue bisa lebih dari ini Reva melldane patric" bisik nya menekan kata patric
Reva meneguk kasar ludah nya baru kali ini ia melihat zea seperti ini, dan tak lama setelah berbisik zea melepaskan tangan reva hingga membuat reva terduduk, zea tersenyum smirk ke arah reva
Dan aksi itu di lihat oleh hampir semua teman sekelas nya bahkan ada yang mereka bahkan ada yang merekam kejadian itu dan menyebarkannya
Via kaget dengan tindakan zea hanya bisa menganga kagum "ahahahahahah" tawa zea membuat semua orang bingung
"Diam kan lu va?" Tanya via sambil meledek reva
"Bacot, cabut" ajak reva
"Mau kemana kalian kelas sudah mulai"
***
3 jam pelajaran telah berakhir dan sekarang adalah jam istirahat, zea dan via tengah berjalan menuju kantin
'gila itu beneran zea?'
'cantik ya sekarang kenapa gak dari dulu aja'
'paling juga caper lagi'
'lagi caper tuhhh'
'jodoh gue itu'
'ngaca mek'
Zea hanya memutar bola mata nya malas mendengar bacotan dari siswa siswi itu, gak dulu sekarang apa bedanya sama sama di bilang 'caper' "ze liat deh mereka liatin lo ampe segitu nya" cibir via melihat inti evorster melihat zea dengan kagum namun tidak dengan rakha seolah tidak punya rasa tertarik dengan perubahan zea apa otu gengsi? Entah lah
Zea pun menoleh ke samping hanya sekilas saat zea dan via melewati mereka "biarin" jawab nya dengan raut wajah yang datar
Tak mau pikir pusing mereka duduk di meja kantin yang tak jauh dengan inti evorster "ze gue mau pesan, lo nitip apa?" Tanya via
"Bakso sama es teh"
"Sipp lo tunggu sini gue pergi bye seyang" embel via sembari mengkiss zea menggunakan tangannya
Zea mengangkat bahu nya seolah jijik "hahahaah" tawa via ketika melihat tanggapan zea
Via berjalan pergi dan zea sendiri di meja nya ia juga melihat reva tangan mencari perhatian rakha membuat nya jijik melihat nya 'gue dulu gitu?' tanya nya pada diri nya sendiri di dalam hati
Zea menggelengkan kepala nya "gak gak"
"Kak!"
KAMU SEDANG MEMBACA
VIA-AMARA
Storie d'AmoreVIE-AMERE -Kehidupan Yang Pahit bagaimana jika harus mengejar laki laki yang tidak memperdulikan mu, saat itu juga kamu harus bersaing dengan sahabat mu yang dulu nya yang kau anggap saudara mu sendiri itulah yg di rasakan zea, Nazea Arabella Wilson...
