pagi ini zea akan berangkat bersama vano dan via jadi vano dan via akan menjemput nya hari ini, vano juga ingin mengantar buku yang pernah ia pinjam dan juga vano menjemput via dan setelah itu via ke sekolah bareng dengan zea
zea bergegas turun dari tangga dan duduk di kursi ikut makan bersama Arnold, darren dan cia "heh ngapain Lo?" tanya cia yang tak suka pada zea
"makan, pake nanya Lo!" sahut zea dengan menuangkan nasi ke piring nya
"gak gak ada, lagian yang masak bibi jadi Lo gk boleh ikut, semalam aja Lo gak masakin kami" tolak cia tak terima, dengan menepuk tangan zea yang tengah mengambil nasi
baru saja zea mau menyiapkan makannya "gak sadar ya Lo, anak pungut aja belagu! lagian gue cuma mau makan gak tempur!!" balas zea yang mulai kesel dengan menatap penuh dendam ke arah cia
"apa? berani lo bilang gue anak pungut?" tanya cia tak terima dengan pernyataan zea
"IYA! Lo kan bukan anak kandung tuan Arnold ataupun mama wenda dan rumah ini bukan punya Lo melain kan punya mama wenda juga" jelas zea sambil makan, ia sudah menahan lapar biarkan saja ia berucap tak jelas ia harus mengakhiri ini
cia terdiam mendengar pernyataan zea benar namun itu menyakitkan apalagi dengan Arnold ia juga ikut meringis saat namanya di sebut tuan bukan 'papa' Sudah beberapa hari ini zea tak pernah menyebut nya dengan sebutan 'papa'
"udah, makan!" sentak darren, zea hanya menanggapinya malas dengan memutar bola matanya toh ia dari tadi sudah menyuap nasi
mereka makan dengan tenang tak ada lagi zea yang merengek minta perhatian, tak ada lagi zea yang suka bercerita tentang sekolah nya tak ada lagi zea yang suka menuangkan nasi/minum ke tempat darren ataupun Arnold, mereka sadar namun hanya diam
tak lama zea sudah menyelesaikan sarapannya dan beralih mengambil tisu untuk membersihkan sisa sisa makanan yang berada di sekitar mulut nya "non ada temen non di depan" ucap bi izah pada zea yang kini tengah berada di belakang nya
"bawa masuk aja bi" bukan zea yang menjawab melainkan darren, zea sempat menyeringit heran namun setelah itu ia menetralkan wajah nya
"iya bi lagian zea mau ke wc dulu kebelet" tambah zea yang bergegas ke WC
bik izah segera keluar untuk menyuruh teman zea masuk yaitu vano dan via, vano dan via masuk ke dalam rumah di sambut baik oleh darren namun berbeda dengan cia menatap tak suka ke arah mereka namun mereka tak menghiraukan kannya lagian kan mereka ke sini untuk menjemput zea
'banhst zea lama banget' batin via saat cia menatap nya tak suka namun via menanggapi nya dengan tersenyum kikuk ke arah cia
mereka duduk di sofa dekat tv sambil menunggu zea "eh gak usah bang kami nunggu ka zea gak lama" tolak vano saat darren meletakkan semacam Snack dan air untuk mereka, aneh tapi...
"tidak apa apa makan lah" sahut darren tersenyum ke arah mereka
cia semakin panas melihat nya namun tak lama ia berjalan mendekat ke arah mereka "oh ya gue mau Adain pesta birthday gue, ya kan bang" ucap cia memelas ke arah darren, darren menanggapi nya dengan tersenyum mengangguk
"kalian datang aja ke acara gue Minggu depan malming, Lo kalo mau ajak temen cowo Lo satu biar gak sendiri" ajak cia malas
"ck gak jelas banget si" suara zea mengagetkan semua nya
"iri kan Lo gak pernah di rayain!" ejek cia seraya tersenyum smirk ke arah zea
"mending Lo sekolah deh ci, banyak bacot!" sarkas zea yang sudah muak dengan basa basi zea yang sudh basi 'wlekkkk'
"dah berangkat" ajak zea dengan berjalan lebih dulu ke depan, dan tanpa pikir panjang vano dan via mengikuti zea di belakang
"JANGAN LUPA DATANG YAAAA HAHAHA" teriak cia saat mereka sudah mulai menjauh dari pintu dengan di akhiri tawa nya
*****
sesampainya di sekolah, zea bersama via dan vano sendiri di belakang, awal nya zea ragu mengajak vano untuk sekolh bareng soal nya vano pernah cerita kalau ia tidak di perbolehkan untuk ke sekolah sendiri terlebih lagi selama di sini vano selalu ikut dengan Rakha
namun vano tak menolak ajakan zea melainkan ia setuju berangkat bareng dengan mereka lagi pula vano juga ingin merasakan naik kendaraan sama hal dengan yang lainnya
mobil zea terparkir terpisah dengan motor vano, namun mereka kembali bersama saat ingin menuju kelas, tak lupa banyak pasang mata yang melihat mereka bertiga yang sedang berjalan bersama sambil berbincang ringan
'itu beneran vano? ngapain deketin zea?'
'sekarang zea beneran berubah ya?'
'apa zea bis balik kaya dulu?'
'mereka sahabatan?'
'apa Rakha masih benci dengan zea?'
banyak pertanyaan yang di lontarkan siswa namun mereka tak memperdulikannya apalagi ze ia hanya menganggap angin Lalu walaupun sekarang ia tak lagi mendapat hujatan ataupun Bullyan verbal atau non verbal
"eh no lu Dateng ke acara birthday nya cia" entah kenapa pertanyaan itu terlontarkan di mulut via
"serah aja, kalau ka via gimana?" tanya vano balik
"ck, nggak penting banget bahas itu" sahut zea yang sudah terlanjur malas ikut obrolan mereka
"jamet lu, kalau gue mau aja si datang lagian kan makan gratis ya kan ze?" tanya via menggoda zea dengan menyenggol bahu zea
"gak tau"
"ck, datang aja no jemput gue yaaa" seru via sambil menepuk bahu vano
"-ah iya Lo kan di suruh bawa temen laki siapa yang lu bawa?" tanya via menatap vano
vano menatap via berfikir namun tak lama ia mengalihkan pandangannya ke depan dan tersenyum tidak jelas "ada deh"
"sinting nih anak, senyum senyum gak jelas" asal via yang aneh dengan wajah vano, sedangkan zea ia hanya diam tak tau harus merespon apa
tak terasa mereka berjalan sudah mendekati kelas mereka, dan vano berpisah dari via dan zea, vano menghampiri temannya dan melanjutkan berjalan menuju kelas begitupun dengan via dan zea mereka ber 2 berjalan menuju kelas bersama tanpa vano
KAMU SEDANG MEMBACA
VIA-AMARA
RomansaVIE-AMERE -Kehidupan Yang Pahit bagaimana jika harus mengejar laki laki yang tidak memperdulikan mu, saat itu juga kamu harus bersaing dengan sahabat mu yang dulu nya yang kau anggap saudara mu sendiri itulah yg di rasakan zea, Nazea Arabella Wilson...
