typo bertebaran hehehe
~HAPPY READING~
Di kantin sekolah terdapat Inti evorster yang tengah berkumpul di meja makan sekarang
"Tumben banget tuh badut gak nyamperin lu lagi ka" tanya bevan pada raka yang memecah keheningan mereka
"Kata temen sekelas mereka sakit gak tau dah sakit apaan yang udah hampir 2 minggu gak ke sekolah" sahut aldo yang juga masih penasaran dengan kabar zea
"Eh van lo kan deket sama via kenapa ga tanya via aja?" Tanya bastian pada Revan yang juga ikut nimbrung dalam hal zea
"Kalian lupa kalau zea sama via ada masalah? Dan tumben banget bahas tentang zea biasanya juga anti banget kalau nyebut zea" jelas revan sambil terkekeh dan tersenyum smirk di akhir nya
Rakha yang sembari tadi diam mendengarkan temannya bicara soal zea ia mencoba untuk mencerna dan jujur semenjak zea tidak ada ia juga merasa sepi apalagi reva tak tanggung tanggung mendekati nya membuat nya risih pernah reva duduk di pangkuannya rakha tanpa izin nya rakha hal itu membuat nya marah namun di pendamnya ia tak mau masalah ini menjadi besar bahkan teman temannya yang dulu nya mendukung rakha dengan reva sekarang malah ngeri melihat reva dan juga tidak kerna suka bersikap kurang ajar pada mereka
"Maksud lo apa si van?" Tanya bevan dengan nada yang tak santai
Revan terkekeh "santai dong, lagian kalian bisa hidup dengan tenang kan zea gak ganggu kalian lagi ya kan ka?" Pungkas nya menoleh ke arah rakha sambil menekan kalimat terakhir, yang mampu membuat mereka terdiam
"LAH??" Teriak bastian yang membuat seisi kantin kaget di buat nya
"Paansi gila nyaring bet tuli gue!" Gerutu bevan sambil meniup telinganya kerna bastian berada tepat dai samping bevan
"Ya maap van, lagian tu via ngapain sama vano mana kek akrab bet dah" kata Bastian sambil menunjuk via yang tengah berjalan di samping vano mereka seperti membicarakan banyak hal hingga tertawa
Entah kenapa revan tak suka melihat nya
*Brakk
Revan menghentakkan tangannya keras ke meja dan membuat mereka terkejut, lagi, lagian ngapain si revan kaya gituan bilang aja kali klo suka elahh
"Ettdah busettt ngapa dah tu bocah!" Gumam aldo dan di dengar oleh mereka
"Cemburu?" Tanya rakha sambil terkekeh ke arah revan
"Ck nggak lah" elak revan dan pergi meninggalkan mereka
Rakha terkekeh melihat nya baru kali ini ia melihat revan suka sama cewe, setau nya revan itu susah dapat cewe maknya banyak yang bilang kalau revan itu gay, anehhh
Namun tak lama wajah nya berubah menjadi heran 'kenapa sama vano!' rakha membatin
***
Di sisi lain via dan vano tengah membicarakan zea "lu tau gak no? Kalau rakha sempat ngechat zea untuk pulang bareng" imbuh via
"Kaka buka hp ka zea?" Tanya nya menyelidik
"Y-ya gak sengaja sih, siapa suruh sandi nya gampang banget gue kan awal iseng doang eh ke buka deh chat zea sama rakha" jelas nya tanpa dosa
"Terus kenapa bisa ka zea tertabrak kalau pulang nya bareng bang Rakha?" Tanya vano yang di buat heran dengan pernyataan via
"Gue gak tau pasti no cuman yang sempat gue baca, rakha chat zea buat ketemuan di parkiran sekolah" sahut via jujur
"Eh tapi gue ada foto chat nya nih gue kirim ya ke lo" sambung via dan mengotak atik hp nya
Vano pun menerima pesan dari via, di tengah perjalanan menuju kelas via, vano berhenti membuat via juga berhenti di buat ny "kenapa no? Ada yang salah?" Tanya via
"Emm ini beneran dari bang rakha?" Tanya nya memastikan walaupun ragu
"Ya lo liat ajalah tuh kontak nya" balas via yang kesal di buat vano, orang jelas jelas itu tertulis nama rakha kok
"Kenapa emang?" Tanya via melihat vano yang terdiam
'kok typing nya beda perasaan udah bertahun taun kontakan sama bang rakha gak gini typing nya apa emang baru baru aja? Tapi kan... Arghhh' vano membatin dan bimbang apa ia harus percaya bahwa itu rakha atau tidak? Kalau tidak ia juga tak punya bukti jelas jelas itu Rakha lah yang memulai chat nya pada zea
"WOII!!" Teriak via tepat di telinga vano
"Bujubusettt" kaget vano sekaligus sadar dari lamunan nya
"Kenapa melamun ada yang salah cerita sama gue, gue penasaran nih" desis via sekaligus kesal dengan vano yang sedari tdi melamun
"Gak papa" jawab nya dengan wajah yang datar
"Iih vano!!! Gue ka-
"Ngapain kalian berduaan di sini?" Pemuda itu datang secara tiba tiba memotong ucapan via dan mengejutkan mereka
"MONYET YA LO!! Ngagetin aja" teriak via tepat di depan wajah revan
"Ngapain berduaan?" Tanya revan dengan wajah datar menatap ke arah vano tanpa menghiraukan via
"Ini vano gak mau kasih tau soal rakha" kelas via pada vano
"Rakha? Maksud nya?" Tanya Revan tak paham sambil menyatukan alis nya
"Itu loh bang tadi ka via buka hp nya ka zea terus liat chat ka zea sama bang rakha katanya sebelum kecelakaan ka zea, bang rakha sempat chat zea untuk ajak pulang bareng" jelas vano panjang lebar ia tak mau revan salah paham dengan nya dan via
"Oh terus?" Jawab nya singkat padat dan bngsd
"Terus vano gak mau kasih tau tentang chat nya rakha sama zea ada yang salah" kesal via yang terlihat gemesh oleh revan (anjayyy, menyalah abangkuhhj)
"Gak gitu ka, menurut ku pesan itu bukan dari bang rakha typing nya sangat beda jauh dari bang rakha, lihat deh bang" jelas vano sambil memperlihatkan hp nya ke wajah revan
Revan oun menyeringit heran "i-ini gak mungkin rakha" ujar revan sambil menatap vano
"Tapi rakha lah penyebab zea terluka dia rela nunggu di parkiran kan sampai larut malam, jahat banget rakha" lirih nya tak kuat jika mengingat kejadian di mana zea tertidur lemas di aspal dengan bercak darah, bahkan ia sampai lupa kalau ia takut dengan darah
KAMU SEDANG MEMBACA
VIA-AMARA
RomansVIE-AMERE -Kehidupan Yang Pahit bagaimana jika harus mengejar laki laki yang tidak memperdulikan mu, saat itu juga kamu harus bersaing dengan sahabat mu yang dulu nya yang kau anggap saudara mu sendiri itulah yg di rasakan zea, Nazea Arabella Wilson...
