(SEBELUMNYA mau ngingatin kalian, kalau mulai hari ini tanggal 13-20 Des ada diskon Pdf ku di Admin ruri. 100rb/3pdf) nomornya saya share dibawah yak. Hanya untuk 200 orang tercepat.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Aku berjalan maju berusaha memutus jarak mendekat pada Dita. Wajahnya terlihat panik. Sejujurnya aku hanya ingin mencari tanda-tanda Dita masih sangat mengharapkanku. Ikatan kami lebih besar ketimbang semua hal rumit yang ada dalam kepala Dita hingga membuatnya terlihat rumit. Bukankah masalah wajib dibicarakan?
“Mas, kamu yang berjanji padaku, jika aku baru balik ke rumah setelah satu tahun, kenapa kamu yang harus melanggar janji?,”serunya tanpa bisa menghilangkan keresahan dalam suaranya.
“Yes I do. Tapi lain soal buat yang satu itu, aku gak mau tau gimanapun caranya, aku bisa dapat hakku, Dita,”tuturku di depan wajahnya. Kami nyaris tak berjarak.
Sebagai seorang suami bukan masalah jika menyentuh anggota tubuh istri sendiri. Dan inilah yang sedang kulakukan pada Dita. Tentu dengan cara yang beradap versiku. Aku tidak mungkin memeriksanya dengan terang-terangan. Dengan sentuhan tanganpun cukup buat mengetahui apa yang dikatakan Dita bukan sekedar alasan. Sebenarnya salah satu tujuanku agar membuatnya mengingat apa yang menjadi kebiasaan kami jauh sebelum masa-masa jenuh itu melandaku. Jika mengingat bagaimana aku bisa tahan tidak menyentuhnya selama setahun lebih, kadang membuatku tidak percaya dengan yang kulakukan, namun itulah yang terjadi padaku. Awalnya kupikir ada yang salah denganku, nyatanya aku baik-baik saja karena aku punya cara lain buat menyalurkannya. Egois sebenarnya, tapi aku memang benar melakukannya selama setahun terakhir.
Aku paham benar alasan Dita marah. Dia wajib marah. Karena aku juga akan melakukan hal yang lebih parah jika berada di posisinya. Hal terakhir yang kuinginkan adalah Dita mengingat masa indah kami, dan mau segera kembali ke rumah. Bersamaku. Ya Tuhan, aku sangat menginginkannya tanpa koma tanpa tapi.
“Kamu benar sedang datang bulan,”sahutku meyakinkan diri setelah merasakannya. Hanya beberapa detik lalu setelahnya Dita menjauh dariku dan kembali ke kursi kerjanya. Padahal aku masih ingin berlama-lama menghirup aromanya.
“Aku sudah mengatakannya,”bisik Dita.
“Minggu depan aku ingin kita mengatur jadwal, sebenarnya di apartemenmu lebih bagus, sepertinya kita butuh suasana baru dalam hubungan ini, dan..”
“Stop Mas! Hentikan angan-anganmu, aku baru akan membahas semuanya secara jelas beberapa bulan lagi, aku sungguh sangat tidak ingin salah dalam mengambil langkah, karena seperti yang aku bilang tadi, jika Mas memaksakan keputusanku hari ini, maka hasilnya akan sangat menyakitkan bagi kita berdua,”sela Dita tegas.
“Dit, aku tidak ingin kamu membuatku marah, jangan sampai apa yang terjadi dalam ruangan meeting tadi, berlanjut, kamu tahu betul bagaimana sikapku,”ancamku lalu senyum di wajah Dita membuatku mengerutkan kedua alis mataku.
“Oh…jadi jika Mas dengan Mentari boleh, sedangkan aku digoda pak Pria tidak boleh? Logika macam apa ini?”
“Dita!!, jangan sembarangan kalau bicara,”hardikku marah.
“Sudahlah Mas, pulanglah. Akan lebih baik kita nggak usah ketemu secara sengaja dulu, aku pengen benar saat kita ketemu udah gak pake emosi lagi kayak tadi,” sambungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUKA HATI DITA
RomanceDita tidak menyangka jika perkawinannya dengan suaminya, Dygta akan berada diujung tanduk setelah semua yang dia korbankan, termasuk karirnya sebagai seorang dokter. Dygta tidak menduga jika wanita yang awalnya dia cintai sedemikian hebatnya bisa be...
