(Jangan lewatkan kontak admin Ruri yaw sebelum dia mudik, ke WA : +62 821-1931-4695)
==============
Aku menarik tempat duduk yang kosong di sebelah pak Tagor. Dadaku berdetak kencang seperti bunyi genderang mau perang. Jantungku berpacu cepat saat melihat bagaimana Dita bicara dengan pak Pria. Mereka tampak sangat serius.
Sialan.
“Pak Dygta, serasi ya Bu Dokter sama pak Pria mereka cocok jadi pasangan, gimana nurut bapak??,”cerocos Pak Tagor dengan suara rendah.
“Nggak juga pak, biasa saja,”jawabku berusaha tegar, dan meneguk segelas es tehyang sudah tersaji di meja. Yah sabarlah Dygta, sabar.
Sabar
Sabar
Tarik napas.
Hembuskan.
“Saya mengajukan diri pak, buat menemani Pak Pria melamar bu dokter, seandainya mereka beneran jadi.”
Tanpa sengaja air teh menyembur dari mulutku dan mengenai Pak tagor. Aku refleks mengambil serbet di pangkuanku dan membantu pak Tagor menyingkirkan sisa-sisa teh yang masih berada di wajah dan bajunya. Ya Tuhan kenapa ada hari semengerikan hari ini?
“Oke bapak dan ibu, karena saya lihat hampir semua orang-orang yang berkepentingan hadir, maka sebelum kita mulai rapat terbatasnya, silahkan kita dicicip makan malam kita,” sambut Pak pria saat melihat dua orang terakhir masuk dan menutup pintu. Meja makan sepanjang lima meter ini, sanggup memuat dua puluh lima orang. Ada berbagai jenis makanan yang terhidang di meja khusus yang letaknya merapat pada tembok. Aku berdiri lebih dulu dan mengambil makanan.
Baru kali ini aku merasakan cemburu yang luar biasa. Interaksi Pak pria dengan Dita bukan main-main. Aku tahu Bahasa tubuh yang tampak pada Pak Pria menunjukkan ketertarikan, dan itu membuatku marah luar biasa. Apakah dia sungguh tidak memperhatikanku sama sekali?
Aku masih makan dalam diam, dan segera menyelesaikan makanku juga dengan diam. Dalam kepalaku berseliweran berbagai kemungkinan. Hatiku sepertinya terbakar? Herannya aku masih bisa makan dengan baik.
“Jadi, mengingat ulang tahu perusahaan kurang lima bulan lagi, kita akan meluncurkan beberapa produk terbaru dari PT. GAW. Rencananya kita akan Kerjasama dengan brand-brand ternama, termasuk beberapa artis ibukota yang berencana membuat produk minigold menggunakan brand mereka, nah kaitan dengan produk kita yang terbaru, ternyata ada masalah besar pada cabang kita di Kalimantan. Salah satu cabang dengan penghasilan tambang emas terbesar selain Sulawesi.”
Mataku masih menatap Dita yang tampak serius memperhatikan Pak Pria. Aku sadar kemampuan pidato Pak Pria memang diatas rata-rata.
“Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan jika untuk mengisi kekosongan pimpinan sementara, saya berencana menunjuk Pak Dygta sementara untuk memimpin di kantor cabang serta membenahi kekisruhan disana. Harapannya sebelum ulangtahu perusahaan semua bisa kelar.”
Kasak-kusuk Kembali terdengar. Tapi aku tidak peduli. Hal seperti ini sudah biasa, apalagi mengingat banyak karyawan yang lebih lama seharusnya menjadi pilihan Pak Pria. Aku tahu alasanya Memilihku. Pertama aku tidak memiliki kepentingan disana, kedua selama ini aku selalu jujur dalam memberikan masukan, ketiga rekam jejakku selama di perusahaan juga sangat baik. Dibanding memilih pegawai lama yang tidak punya kompeten dan mudah di intervensi, hanya aku pilihan paling realistis.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUKA HATI DITA
RomanceDita tidak menyangka jika perkawinannya dengan suaminya, Dygta akan berada diujung tanduk setelah semua yang dia korbankan, termasuk karirnya sebagai seorang dokter. Dygta tidak menduga jika wanita yang awalnya dia cintai sedemikian hebatnya bisa be...
