Suasana di pantry kantor itu terasa hening. Oline duduk di sofa pojok ruangan, hanya ditemani oleh cahaya redup dari lampu neon yang terpasang di langit-langit dan empat bungkus ice cream di depannya.
Ponselnya bergeser dari satu berita ke berita lainnya, tetapi kali ini matanya tidak lagi menyala dengan semangat seperti biasa. Berita tentang voting perkapalan terus bermunculan, namun dia tidak tertawa, tidak merasa terhibur. Segala kegembiraan yang biasanya muncul seiring dengan keseruan berita itu kini terasa kosong. Pikiran Oline terperangkap dalam kebingungannya sendiri.
Ponsel yang ia genggam terasa berat, seperti simbol dari segala pikiran yang sedang berputar di kepalanya. Kenapa perasaan itu datang begitu mendalam? Kenapa semuanya terasa begitu asing dan menyesakkan? Rasa cemas dan ragu yang sudah lama ia pendam kini meluap, mengacaukan pikirannya. Hingga akhirnya, suara pelan yang tidak dikenalnya mengganggu lamunannya.
"Hai," suara itu membuat Oline menoleh cepat. Erine berdiri di depan pintu pantry, menatapnya dengan ekspresi yang sulit dibaca.
"Ngapain kamu ke sini?" tanya Oline dengan nada dingin, tidak mengalihkan pandangan dari ponselnya yang masih digenggam.
"Aku nyari kamu," jawab Erine dengan suara rendah namun penuh kesungguhan. Ada keraguan di matanya, seperti ada sesuatu yang ingin dia katakan, tetapi tak tahu harus memulai dari mana.
Oline menyeringai sinis, lalu tanpa rasa bersalah ia membalas, "Kenapa nggak balik aja ke ruang santai? SR bareng Lana lebih seru, kan? Toh kalian juga lebih sering menghabiskan waktu bareng,"
Erine menghela napas panjang, menahan diri agar tidak terbawa emosi. Perlahan, dia menarik kursi dan duduk di depan Oline, berusaha mencari cara agar bisa memulai percakapan ini dengan baik. "Dengar dulu, Oline. Aku salah tadi."
Oline tidak langsung menanggapi. Dia melipat tangan di dada, menyandarkan tubuhnya dan menatap Erine tanpa ekspresi. Matanya kosong, seolah mengindikasikan bahwa ia tidak ingin mendengarkan lebih jauh.
"Aku bukannya nggak mau keliatan deket sama kamu," lanjut Erine dengan suara pelan, "Tapi aku cuma nggak mau kita jadi bahan gosip yang nggak enak."
Namun, kata-kata Erine itu seakan hanya menambah beban di hati Oline. Tanpa memberi kesempatan lebih banyak untuk Erine berbicara, Oline langsung menyela, "Tapi kenapa kamu nggak masalah sama Larine? Apa karena itu cuma fanservice, jadi nggak penting? Atau kamu memang lebih nyaman dengan itu?"
Erine terdiam, terkejut dengan pertanyaan tajam yang datang begitu saja. "Itu beda, Oline," jawabnya, berusaha mengelak.
"Beda gimana?" Oline menatapnya dengan tatapan tajam, seolah ingin menembus setiap alasan yang berusaha disampaikan oleh Erine. "Kita juga bisa pakai alasan fanservice, fans bakal senang. Kamu aja yang terlalu mikirin berlebihan!"
Erine merasa bimbang. Kata-kata Oline benar, ada sesuatu yang mengganjal, tetapi dia tidak bisa mengungkapkan perasaan yang sebenarnya. Ada sesuatu dalam dirinya yang menahan, dan dia takut jika hal itu terbongkar, semuanya akan berakhir buruk.
"Aku cuma nggak mau orang-orang di luar sana menyadari hubungan kita," akhirnya Erine mengaku, suaranya lebih lembut, penuh penyesalan.
Oline terdiam sejenak, wajahnya semakin mendekatkan diri kepada Erine, menunggu penjelasan lebih lanjut. "Hubungan kita?" ucapnya dengan nada rendah, menekankan setiap kata. "Kamu takut mereka tau kita pacaran?"
Erine tercekat, kata-kata itu menyayat. "Aku... aku nggak siap kalau mereka tau," jawabnya, mencoba mencari alasan yang tepat.
Oline mengangguk pelan, wajahnya tampak tenang, tetapi ada kepahitan di dalam senyum yang muncul. Senyum yang tidak mencapai matanya. "Aku nggak tau apa yang sebenarnya membuat ketakutan kamu begitu besar. Apakah aku kelihatan seceroboh itu?" Oline menatap Erine dalam-dalam, seolah mencari jawaban di balik setiap kata yang keluar. "Apakah aku kelihatan orang yang nekat sampai mengumbar soal hubungan kita? Apa aku dimata kamu sebodoh itu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Jalan Kita [Orine]
FanfictionBerawal dari teman berlanjut dengan jalan berdua. Berawal dari gengsi berakhir dengan saling memiliki, tanpa publikasi.
![Jalan Kita [Orine]](https://img.wattpad.com/cover/379332973-64-k56175.jpg)