[31] Pilihan

1.9K 282 26
                                        

Fx Sudirman masih terlihat sepi. Pintu utama Mall bahkan belum dibuka. Namun beberapa member training jkt48 sudah melenggang masuk menuju lantai 4. Siang ini mereka ada jadwal Show. Show satu tepatnya.

Oline melangkah masuk dengan berusaha tampil biasa. Tidak ingin menimbulkan pertanyaan bagi siapapun, terlebih tentang kondisinya. Saat dia melewati pintu merah, ada suara tawa yang terdengar, sepertinya beberapa member sudah datang lebih dulu daripada dirinya.

Saat melangkah semakin dalam, ada member yang lalu-lalang sambil bawa makeup pouch. Ada juga yang ngopi sambil dengerin musik pakai headset segede gaban, Levi yang tengah asyik dengan senandungnya. Tidak lupa juga ada Regie yang masih asyik main sama sigundul yang gak pernah ketinggalan.

Saat matanya bertemu tatap dengan Erine yang baru masuk dari ruang sebelah, seketika suasana terasa hening, mau nyapa ragu gak nyapa kok pengen nyapa. Tapi itu gak bertahan lama, Erine lebih dulu senyum ringan tanpa sapa terus ngelewatin dia gitu aja.

Akhirnya Oline milih duduk di ruang make up paling ujung, dengerin lagu sambil sesekali ngelamun. Sekalian nunggu kakak staf buat makeupin dia nanti. Menjauh dan menyendiri mungkin menjadi pilihan yang paling baik saat ini.

Oline kira awalnya jaga jarak yang dimaksud Erine adalah jaga jarak pas di ruang publik, di kantor maupun di theater ataupun tempat kegiatan mereka yang lain. Ternyata gak. Yups, dugaannya salah.

Bahkan saat telponan tadi malam Erine dengan gamblang bilang kalau mereka juga harus ngurangi komunikasi via chat atau telpon. Pas Oline mau nanya kenapa gitu, Erine sudah mengakhiri panggilan dengan ucapan 'udah ya Oline, selamat malam' terlalu formal bagi Oline. Gak kayak biasanya, gak ada ucapan selamat tidur, semoga mimpi indah, hambar dan formal.

Lewat lirikan matanya dia ada ngeliat Erine. Duduk agak jauh dari posisinya. Erine duduk bareng Delyn dan Lana. Senyum-senyum, kayaknya lagi cerita seru. Kelihatan biasa aja.

Biasa banget. Gak ada beban, gak ada kegelisahan kayak yang dia rasain.

Biasanya, di waktu kayak gini, Oline yang udah duluan nyamperin Erine. Duduk mepet. Ngelucu. Kadang nyuapin potongan roti ke mulut cewek itu walau suka ditolak setengah bercanda. Tapi sekarang? Jangankan nyuap, ngeliat aja cuma sekilas. Dan itu pun, cepet-cepet buang muka.

Sementara itu, Oline masih duduk di kursi yang sama. Udah ganti posisi tiga kali, tapi tetep gak tenang. Sekali-sekali dia noleh ke Erine lagi. Pas matanya gak sengaja ketemu, tapi Erine langsung buang pandang.

Sakit. Diam-diam. Tapi gak bisa diapa-apain.

"Napa bang?" Tanya Nachia duduk di kursi samping Oline.

Oline ngelirik sekilas. Nachia mengangkat sebelah alisnya nunggu jawaban. Tak lama Oline hela napas berat penuh beban.

"Dengerin lagu," jawabnya pelan

"Tapi dilihat-lihat muka lo suntuk banget," Nachia memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, jelas sedang memperhatikan sambil mikir. "Kebelet boker ya?"

Oline melirik tajam kemudian mendengus. Gak ada tebakan yang lebih baik apa? pikirnya.

"Apa mikirin cicilan!"

"Hah" Oline buang nafasnya kasar. "Asbun banget sih! Heran."

Nachia nyengir, "Ya lagian, pagi-pagi itu semangat, bukan malah kayak musang gini!"

"Enak aja! Ini tuh karena belum minum kopi aja," Oline langsung narik tangan Nachia, dia bergelayut "Pengen ngopi," ucapnya dengan manja

"Dih!" Nachia langsung natap dengan tatapan yang iiuuhh banget. Ekspresinya langsung berubah jijik.

Jalan Kita [Orine]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang