[33] Ini Bukan Pilihan!!

2K 299 52
                                        

Oline meremas ponselnya pelan. Bukan karena marah, tapi karena tangannya mulai gemetar sejak DM aneh pertama masuk sore tadi. Tatapannya berubah nanar, satu notifikasi, lalu dua, lalu lima... sekarang udah lebih dari sepuluh.

Isinya? Semua menohok.

"Apa gak capek manfaatin nama Erine terus? Bilangin sama fans kamu, jangan malah diem aja!"

"Erine udah beberapa kali speak up loh kalau dia gak nyaman sama konten kalian yang berlebihan. Tapi kamu diem-diem aja, biar fans kamu makin naikin konten kalian, ya?"

"Stop bawa-bawa Erine. Dia lebih dari sekadar bahan konten kamu."

Orang-orang itu terang-terangan menyalahkannya. Menuduhnya memanfaatkan popularitas Erine untuk namanya. Mereka juga mengatakan, Erine selama ini sudah speak up akan ketidaksetujuannya tentang konten-konten itu, namun menurut mereka dirinya lah yang menghype hingga konten tentang mereka terus muncul. Hanya karena dirinya tidak speak up tentang itu.

Seakan semua orang sepakat dia satu-satunya yang salah.

Oline mulai menjelajah, mencari tau apa yang mendasari tuduhan-tuduhan melalui dm itu muncul, karena sebelum-sebelum ini—semuanya baik-baik aja.

Dia tau Erine tidak suka dengan konten-konten tentang mereka berdua, tapi kenapa sekarang meledak lagi? Perkapalan itu sudah muncul dari lama dan dia tidak pernah menerima dm berupa tuduhan seperti ini sebelumnya.

Tangannya dengan gesit bergerak, mengetik dari tagar satu ke tagar lainnya yang menurutnya bisa membantu menjawab pertanyaan dalam kepala yang mulai ruwet.

Sampailah dia pada sebuah postingan fans, yang mengatakan fansnya dan dirinya lah yang membuat konten Orine semakin berlanjut.

Oline menggeleng pelan, jadi bukan hanya dirinya yang disalahkan namun juga fansnya? Hanya fansnya! Bukan fans mereka berdua.

Oline berusaha mengulik semakin dalam, dia masih bingung sebenarnya ada apa?

Tangannya langsung ngetik cepat, pas nemuin komen uang sepertinya membantu. Dia nyari fanbase yang disebut di reply-nya. Nemu. Scroll ke bawah.

Dan di sana, ada screenshot satu pesan panjang. Bukan postingan baru, sudah beberapa hari yang lalu. Disampaikan lewat postingan yang mengatakan anggota fanbase, katanya Erine kembali speak up, dia meminta tolong supaya fans bisa lebih menghargai privasinya. Gak buat konten aneh-aneh tentang mereka berdua lagi

Olien tau, gak semua momen harus dibuat-buat, dilebih-lebihkan, gak semua gestur harus diterjemahin jadi cinta. Tapi kenapa Erine gak ngomong apa-apa dirinya sebelum ini?

Tenggorokan Oline kering.

Dan dia gak tau apa-apa tentang semua ini.

"Kenapa..." bisiknya pelan, "kenapa kamu gak bilang Rin?"

Dia pegang dahi. Kepalanya mulai berat. Denyutan kecil di pelipis makin terasa. Rasa sesak itu bukan lagi karena tuduhan dari orang lain—tapi dari satu pertanyaan yang menggedor-gedor pikirannya,

Kenapa Erine memilih ngomong ke fanbase tentang ketidaknyamanan itu tanpa ngasih tau apa-apa! Sama sekali.

Kalau Erine ngerasa gak nyaman, kenapa gak ngobrol dulu berdua, kayak biasanya? Kenapa harus ngasih sinyal ke luar, ke publik, ke orang lain... tapi gak ke dia?

Jalan Kita [Orine]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang