[11] KESAL

3.7K 298 66
                                        

“Ci…” Melas Oline.

Shani tergelak dengan tawa khasnya. Tawa yang puas banget kalau ngetawain orang dari wakil GM. “Oline…Oline…” Ucapnya kemudian.

Kopi Oline sampai dingin masih gak kesentuh. Gak minat dia, bukan karena gak suka, tapi dia merasa tiba-tiba asam lambungnya naik. Padahal dia gak pernah ada riwayat penyakit itu sebelumnya. Namun perutnya rasa penuh sampai ke ulu hati, bikin sesak.

“Kamu tau kan apa yang kamu lakukan itu salah?” Tanya Shani dengan serius.

Oline terperangah sebentar, kemudian menunduk. Dia merasa duduk di kursi panas. Kata-kata yang keluar dari mulutnya terasa seperti pedang algojo yang siap untuk mengakhiri hidup. Setiap pertanyaan yang datang dari Shani, seolah menjadi ujian hidup ke tingkat berikutnya. Dijawab takut salah, gak dijawab, YA KALI DIA BERANI GAK JAWAB PERTANYAAN WAKIL GENERAL MANAGER!!

“Ci,” Oline natap memelas. Mata sayunya terlihat gak ada pacaran semangat hidup sama sekali.

“Kalian masih member baru loh,”

“Aku minta maaf ci,” hanya itu yang mampu Oline katakan. Dia harus ngomong apalagi? Bahkan ada yang namanya cinta pada pandangan pertama, jadi kenal beberapa bulan terus suka itu hal yang wajar kan! Sayangnya dia gak berani beralibi.

“Kalau manajemen sampai tau, kalian bakal kena masalah.”

“Ci jangan. Tolong jangan kasih tau manajemen,” Melas Oline. Jujur saja, dia gak siap dengan semua konsekuensinya. Bukan hanya tentang dia, tapi juga tentang Erine. Kalau Erine sampai tau, bisa-bisa digantung kali dia.

“Kamu sudah siap buat putus?”

Oline terperangah untuk yang gak tau berapa lagi. Jantungnya berdegup keras. Badannya tambah panas dingin. Boleh gak sih nangis? tanyanya sama diri sendiri.

“Ci… Harus putus ya? Tapi cici kan ju– ga,” Oline menutup mulutnya saat Shani menatapnya tajam.

Salah ngomong lagi kan!! Tapi dia hanya ingin membela diri. Siapa yang gak tau hubungan wakil GM dengan sang kapten kan! Walaupun tidak ada pernytaan resmi dan pengakuan secara terbuka, Oline sangat yakin, hubungan keduanya lebih jauh daripada hubungannya dengan Erine. Kalah posisi aja sih ini sebenarnya, pikir Oline. Dia gak punya jabatan.

“Cici kenapa emangnya?” Tanya Shani menunjuk diri sendiri.

Oline tersenyum canggung, “Cici cantik banget,” Ucapnya dengan wajah bersalah.

Jawaban tak nyambung Oline membuat senyum Shani otomatis muncul. "Kamu gak cuma buaya di sosmed ya,"

"He he he aku bercanda ci,"

“Ada tanggung jawab dan konsekuensi Oline.” Ucap Shani. “Aku pun sama. Aku sudah bertanggung jawab atas pilihan yang aku buat.”

“Aku harus gimana ci? Jangan minta aku untuk putus,” Pinta Oline dengan keberanian terakhirnya.

Shani tampak berfikir dia menimbang-nimbang. “Kamu dan Erine akan mendapat hukuman,”

“Jangan ci– Jangan, gak ci maksud aku–” Oline merasa jantungnya pindah tempat l, di tatap serius gitu, “Aku siap menerima hukuman apapun ci.”Jelasnya dengan lebih berani. “Tapi tolong, jangan libatkan Erine.” Lanjut Oline dengan penuh harap.

Jalan Kita [Orine]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang