[3] Solo

4.4K 354 6
                                        


"Kamu begadang ya?"

"Enggak."

"Bohong banget."

"Aku cuma tidur agak malam."

Oline meringis memamerkan deretan giginya. Lewat layar dia bisa melihat dengan jelas Erine yang memutar matanya saat mendengar alasannya. Jam tidurnya sekarang memang tidak teratur. Padatnya jadwal membuat dia lebih sering tidur lewat tengah malam dan itu lama-lama menjadi kebiasaan meskipun sedang tidak ada kegiatan.

"Nah kan! Awas besok telat. Naik di ekor pesawatnya kamu."

Oline tergelak renyah. Lagian mana ada orang telat naik di ekor pesawat. Ada-ada aja. "Lagian, aku mana pernah telat,"

"Yang waktu itu-"

"Itu tepat waktu sayang, gak telat,"

"Rin... Erine," Oline sampai bingung menatap layar ponselnya yang tiba-tiba hitam. "Halooooo"

"Apa sih!" Erine akhirnya muncul

Oline menatap memastikan, "Kamu salting ya?" Tebaknya saat tau perubahan di wajah Erine. "Ha ha ha," Oline tertawa puas.

"Sssstt udah malam, jangan berisik. Disamperin mama kamu lagi baru tau rasa." omel Erine,

"Cieeee yang salting,"

"Lanjut aja, aku matiin!"

"Gak... Gak... Aku diem ini," Oline diam namun seraya mengulum senyum tipis

Erine menajamkan tatapannya "Kenapa senyum-senyum gitu?"

"Masa senyum juga gak boleh?"

"Ya harus ada alasannya dong! Masa tiba-tiba senyum saat gak ada apa-apa, kan aneh jadinya,"

"Aku senyum karena lihat kamu,"

"Aku ngapain?"

"Kamu cantik, cantik banget,"

Erine menghela nafas ringan, "Oline Manuel stop!"

"Tapi itu kenyataannya Erine,"

"Bodo amat!"

Klik. Panggilan diakhiri Erine secara sepihak.

"Oline Manueeeelllllll DASAR BUAYA!" Erine menangkup telapak tangannya di pipi, dia merasa pipinya memanas. "Pujian dia itu gak sehat buat jantung!" Ucapnya kesal tapi seraya tersenyum.

Saat ponselnya berdering, dia merijek nya. Enggan bertatap muka dengan Oline saat pipinya jelas-jelas memerah seperti sekarang.

===

Perjalanan Jakarta - Solo itu akhirnya terlewati, para member training sekarang sudah di terminal kedatangan, menunggu manager menyusun koper mereka.

"Ekhem... Ekhem... Dilihat-lihat makin nempel aja nih," Regie menaikkan turunkan alisnya menggoda Erine dan Oline yang sejak di Jakarta terlihat nempel satu sama lain. Bukan hal baru sih dua manusia ini saling menempel satu sama lain, tapi biasanya hanya ditempat-tempat yang tidak ada kamera, aliaa area privat bukan tempat umum, apalagi bandara.

"Iya udah kaya perangko," Sambung Moreen,

Erine cuma memeletkan lidahnya gak menanggapi. Malea dia, ditanggapi pun gak ada habisnya. Yang ada malah semakin diejekin dan digoda nantinya.
Sedangnya Oline cuma senyum tipis dan gak ngomong apa-apa juga.

"Kamu beneran gak apa-apa gandengan gini?"

"Gak apa-apa. Emang kenapa? Kamu gak suka?"

"Bukan gituuuuuuuu," Oline mengeratkan lengannya ke tubuhnya sendiri, jadi Erine yang mau narik tangannya gak bisa.

Jalan Kita [Orine]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang