[48] Baikan

2.7K 267 46
                                        

Oline buru-buru tutup mulut, tapi senyum masih keangkat di ujung bibirnya. "Maaf, maaf..." katanya setengah menahan tawa. Suaranya akhirnya keluar juga. "Aku cuma... ya ampun, Rin, kamu tuh lucu banget sumpah."

Nahhhhh... Sebagai tipe manusia yang lemah banget nih kalo ada sangkut pautnya sama manusia bebek satu ini. Detik ini rasanya... Amarah, luka, sakit hati Oline udah lenyap gitu aja. Dia udah nahan diri setengah mampus buat nggak nguyel-nguyel pipi Erine yang belepotan air mata.

Erine tambah manyun, "Lucu apanya?! Aku lagi marah, tau! Aku nangis! Aku—"

Belum sempat lanjut, Oline malah nyengir makin lebar. Dia pelan-pelan nyentuh pipi Erine yang basah, dan suaranya lembut banget, nenangin dan penuh pengertian, merayap pelan ke telinga Erine

"Kamu tuh kayak anak kecil yang lagi rebutan perhatian."

Erine langsung manyun makin dalam,

"Ya emang! Aku emang rebut perhatian kamu! Soalnya kamu tuh sekarang susah banget dipegang! Kamu sibuk, kamu gak cerita, terus—"

Oline nyela pelan, "Aku gak pernah bilang mau izin absen theater, Rin. Sumpah."

Erine melongo sesaat. Otak mungilnya berusaha keras mencerna, "Nggak?" tanyanya dengan suaranya yang kecil.

Oline geleng, senyum tipis.

"Aku gak tahu ci Shani denger dari mana. Tapi aku gak pernah bilang itu. Aku bakal tampil kok. Aku gak mungkin gak dateng di STS kamu."

Hening lagi.

Erine bengong, nyeseknya masih ada tapi matanya mulai basah karena lega. Nggak lama dia mengerjap pelan.

"Terus... Terus yang kata staf bilang ke Ci Shani kalo...kalo kamu izin itu?" Ucapnya lagi dengan bingung.

Oline cuma geleng pelan. Dia nggak pernah bilang mau izin ke siapapun. Ke Ci Shani ataupun staf lain. "Kayaknya kamu dikerjain ci shani deh," ucap Oline menyimpulkan.

Setelah beberapa kali berhubungan dengan sang wakil GM, Oline mulai menyadari bahwa manusia pendiam nan berwibawa itu cukup sering iseng terhadapnya.

"Dikerjain?" Ulang Erine.

Oline mengangguk pelan.

Erine masih berusaha mencerna kata-kata itu. Dikerjain? Sama Ci Shani? Wakil GM yang tampilannya aja udah kayak malaikat turun dari langit.

"Serius?" suara Erine lirih, masih nggak percaya. Ya gimana... Kaya berdosa aja bayangin sang wakill GM sengaja berbohong seperti itu. Mana gara-gara itu Erine kalang kabut bahkan sampai nekat ke Tangerang naik ojol lagi. Mau marah ke sang wakil GM ya mana berani!!

Oline ngangguk lagi, senyum geli mulai naik ke wajahnya. Dia melanjutkan, suaranya makin lembut,

"Dan soal Aralie..." dia senyum geli, "Ya ampun, Rin, itu cuma iseng. Dia abis visit kampus bareng sama temen-temen sekolahnya. Kamu tau kan dia kelas tiga sekarang. Kebetulan hari itu dia datang ke UMN dan aku ketemu dia." Oline tersenyum lembut, tangannya masih melingkar di pinggang Erine, mengusapnya pelan.

"Caption itu cuma buat ledekin dia. Soalnya kan kita biasanya kegiatan bareng tuh, apalagi kalo bareng-bareng gen 12, dia kan yang dianggap paling dewasa tapi pas hari itu dia pake seragam SMA dan aku pakai baju batik bebas, jadi aku sengaja ledekin kalau dia masih bocil,"

Erine ngedumel kecil, "Tapi kamu suap-suapan..."

Oline ngakak. "Itu sejujurnya sengaja sih! Mau lihat kamu cemburu apa nggak," Oline mengedipkan mata,

Erine mendelik, tapi tubuhnya langsung ditarik Oline kepelukannya, kali ini gantian Oline yang meluk duluan. "Udah nggak boleh marah-marah lagi, nggak boleh ngomel-ngomel lagi." Tangan Oline kembali bergerak pelang, mengusap punggung Erine.

Jalan Kita [Orine]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang