[55] Latihan

1.9K 260 13
                                        

Ruang latihan lantai dua sore itu masih terasa kosong dalam arti yang khas. Cermin besar di satu sisi belum dipenuhi pantulan tubuh bergerak, lantainya bersih, dan speaker di pojok ruangan baru saja memutar instrumen dengan volume sedang. Lampu putih menyala stabil, terlalu terang untuk santai, tapi pas untuk bekerja.

Oline sudah lebih dulu datang. Tasnya tergeletak rapi di pinggir, sepatunya terikat kuat. Ia berdiri menghadap cermin, membaca lembar pembagian unit yang sejak tadi tidak benar-benar ia perlukan untuk dihafal, namun entah kenapa tetap ia baca.

Hubungan Kau dan Aku.

Nama mereka berdua berdampingan. Apakah ini disebut hadiah akhir tahun yang menyenangkan? Momen itu datang tanpa dia buat.

Sebenarnya Oline tidak pernah berpikir akan satu unit song dengan Erine, hanya berdua dengan tema lagu yang begitu menyenangkan untuk dancenya. Ini bukan unit song duet pertamanya, tapi mungkin akan menjadi duet yang paling istimewa di sepanjang karirnya sebagai member training jkt48.

Pintu geser terbuka pelan.

"Eh," Ucap Erine sambil masuk. Nada suaranya ringan, tapi langkahnya melambat sedikit ketika melihat Oline sudah berdiri di tengah ruangan. "Kamu cepet."

"Kamu yang telat," jawab Oline tanpa menoleh, tapi sudut bibirnya terangkat sedikit di pantulan cermin.

"Baru lima menit," Erine membela diri. Ia meletakkan tas, melepas jaket, lalu berdiri agak ke samping Oline. Jaraknya aman, tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh. Rasanya masih agak aneh ketika hanya berdua di ruangan sebesar ini untuk latihan.

Mereka sama-sama menatap cermin, seolah itu lebih nyaman daripada saling menatap langsung.

"Pelatihnya?" tanya Erine.

"Katanya sebentar lagi."

Erine mengangguk, lalu melirik lembar kertas di tangan Oline. "Masih kebawa ya."

"Dikit," Oline jujur. "Aku kira bakal lagu rame."

"Aku juga," Erine nyengir. "Atau minimal nggak duet."

Belum sempat obrolan berkembang, pintu terbuka lagi. Pelatih dance masuk dengan tablet di tangan, ekspresinya profesional tapi santai.

"Oke. Unit Hubungan Kau dan Aku," katanya langsung. "Hari ini kita kenalan dulu sama lagunya. Fokus ke dasar." Nggak ada basi-basi, seolah mengejar waktu singkat buat latihan.

Yahhhhh.... Begitulah kepadatan jadwal mereka.

Musik instrumen diputar. Nuansanya ringan, ceria, tapi ada lapisan intim yang pelan-pelan terasa. Erine refleks menggerakkan bahu kecil mengikuti irama. Oline lebih diam, menyimak.

"Lagu ini kelihatannya simpel," ujar pelatih, "tapi kuncinya ada di interaksi. Kalian duet, bukan dua solo yang berdampingan."

Erine mengangguk. Oline mengiyakan.

"Sekarang, berdiri saling hadap. Untuk kalian tau, unit song ini cukup fenomenal. Hanya pernah dibawakan 2 pasang member yang cukup terkenal. Jadi kalian beruntung dan harus bisa manfaatin momen ini. Sekaligus harus bisa semaksimal mungkin."

Mereka mengangguk pelan. Berdiri berhadapan dengan jarak awalnya masih formal, sekitar satu setengah meter.

Pelatih mengamati beberapa detik. "Kalian kelihatan kayak lagi presentasi."

Erine tertawa kecil, refleks. Oline menghela napas pelan.

"Deketin dikit, jangan kayak orang yang baru kenal gitu, canggung banget, biasanya juga saling tempel aja," lanjut pelatih. "Iya. Segitu."

Jalan Kita [Orine]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang