[22] Tak Terduga

4.3K 304 50
                                        

Setelah selesai latihan, Oline duduk bersandar di sofa ruang ganti dengan napas yang masih sedikit tersengal. Sementara member lain sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing, dia justru terpaku pada ponselnya. Layar kecil itu menampilkan video terbaru dari Erine—penampilan video pendek member undergirls lebih tepatnya. Tapi tentu saja, fokus Oline hanya ke satu member.

Tatapan Oline tak lepas dari layar. Matanya berbinar-binar menatap gaya Erine yang terlihat tengil namun justru terlihat keren. Wajahnya yang biasanya datar kini dihiasi senyuman kecil yang sulit ia sembunyikan. Berkali-kali jari-jarinya menggeser ulang video ke awal, menikmati setiap detiknya. Gimanapun video itu berdurasi sangat pendek.

Di sudut ruangan, Erine yang sedang mengikat rambutnya menangkap tatapan aneh dari Oline. Sesekali Oline melirik ke arahnya, lalu kembali fokus ke ponselnya. Bukan sekali dua kali, tapi berkali-kali.

“Ada apa sih?” Erine akhirnya melangkah seraya bertanya dengan alis terangkat. Dia jadi penasaran.

Oline kaget sejenak, buru-buru mengunci layar ponselnya seolah menyembunyikan sesuatu. “Hah? Enggak, nggak ada apa-apa,” jawabnya cepat sambil tersenyum canggung.

“Tapi dari tadi kamu senyum-senyum sendiri sambil liatin ponsel. Jangan bilang kamu lagi nonton yang aneh-aneh?” goda Erine dengan nada mencurigai.

Pipi Oline merona, ia berdeham dan berusaha terlihat tenang. “Aku cuma… liat video kamu.” akuinya jujur.

Erine mengernyit. “Video aku?” tanyanya denga raut heran.

Oline akhirnya menunjukkan layar ponselnya. Video Erine yang hanya beberapa detik itu, namun berhasil mengambil atensinya dalam waktu yang lama.

Kali ini giliran Erine yang terdiam. “Kamu nonton ini dari tadi?” nada suaranya seolah tidak percaya.

“Hmm.” Oline mengangguk pelan, senyum masih tersungging di bibirnya. “Kamu tuh keren banget tau nggak, kalo gayanya kayak gini!”

Erine merasa panas di wajahnya sendiri. “Biasa aja kali… Tapi kan aku emang keren.” Erine menaik turunkan alisnya, sambil mengibas-ibaskan kaos yang dipakainya persis seperti di video yang ditunjukkan Oline.

“Enggak, nggak biasa. Kamu kelihatan ganteng banget di sini,” ujar Oline tanpa ragu. "Aku jadi ngerasa kalah ganteng,"

Erine yang biasanya cuek akan pujian mendadak kikuk. “Apaan sih,” gumamnya, berusaha menyembunyikan senyumnya sendiri. Dia tadinya mau berlagak sombong bergaya yang lebih keren tapi naasnya dia malah tersipu gara-gara dipuji Oline.

Oline justru semakin senang melihat reaksi Erine. “Kalau kayak gini terus, aku bisa makin suka sama kamu.”

Erine yang baru saja hendak minum, langsung tersedak mendengar kalimat itu. Oline tertawa pelan, menikmati momen langka ini—melihat Erine yang biasanya tenang bin sering marah-marah kini justru terlihat gugup.

“Kalau aku komen yang belakang pasti ceweknya cantik, gitu gimana?” Ucap Oline lagi dengan wajah tengilnya

“Gak usah mancing-mancing ya OLINE!” Erine langsung menatap Oline tajam, perasaan tersipunya langsung lenyap seketika.

Oline tergelak, “Bercanda kaliiii, tapi kamu ganteng kalo gini tau,”

“Udah,,, udah apa sih,” Erine mengibaskan tangannya, 

Oline tertawa puas. "Haha, kamu lucu kalau malu gitu!"

Erine mendengus, berusaha mengabaikan.

Malam itu, meski latihan melelahkan, Oline merasa ada hiburan tersendiri. Keberadaan Erine, kebersamaan ini memberikan rasa yang mendalam.

Jalan Kita [Orine]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang