[20] Tabur Tuai

2.9K 259 25
                                        


Delyn melangkah dengan gelisah mendekati ruang latihan, sesekali dia memainkan ponselnya dengan ekspresi yang sulit ditebak. Dia memang terlihat santai, tapi hatinya masih deg-degan. Dia tahu cepat atau lambat Lily pasti bakal datang mencari dia. Dan benar saja.

“Delyn!”

Suara khas Lily menggema di lorong. Delyn menghela napas panjang sebelum mengangkat kepalanya. Lily berdiri di depan pintu ruang latihan dengan tangan bersedekap. Tatapan tajamnya mengunci Delyn di tempat.

“Kamu ngapain disini?” tanya Delyn, berusaha terdengar santai.

“Kenapa kalo aku disini!!” Tanya balik Lily

"Ya gak apa-apa sih," Delyn meringis pelan.

Delyn menghela nafas, saat Lily masih menatapnya tajam.

“Ih, jangan galak-galak. Aku cuma mau ngasih tahu kalau Erine dan Oline sudah baikan,” kata Delyn dengan nada puas. Misinya berhasil.

Liky membelalakkan mata. “Beneran?”

“Bener.”

Lily menatap Delyn curiga. “Buktinya apa?”

Delyn mendengus kesal, lalu merogoh ponselnya. “Kalau gak percaya, telepon aja Oline atau Erine. Mereka lagi berduaan sekarang.”

Delyn menggigit bibir bawahnya. Dalam hati, dia merasa lega karena rencana ‘damai’-nya berhasil. Tapi di sisi lain, dia juga sadar Lily pasti bakal menuntut penjelasan lebih lanjut.

“Mereka beneran baikan?” Lily masih belum sepenuhnya percaya.

Delyn  menaikkan satu alisnya. “Kamu pikir aku bohong?”

“Bukan gitu…” Lily menggaruk tengkuknya, “Tapi beneran kan!”

Delyn ngangguk, tapi kemudian dia nyengir

Lily menghela napas panjang, lalu berjalan ke kursi panjang ruang santai sebelah ruang latihan. Dia sambil ngetik sesuatu diponselnya. Lily beneran konfirmasi ke Oline dan Erine. Delyn milih ngekor dibelakangnya.

“Kamu kenapa sih pake bohongin Oline?”

Delyn tersentak. “Hah?”

“Kamu kenapa nyebar hoax ke Oline soal Erine dan Lana,” lanjut Lily, matanya menatap tajam ke arah Delyn.

Delyn mengalihkan pandangan, berpura-pura sibuk dengan kuku jarinya. “Eh… ya… cuma dikit…”

Lily mendelik. “Dikit gimana, Del? Itu sampai bikin mereka berantem seminggu penuh!”

Delyn nyengir. “Tapi kan akhirnya mereka baikan juga…”

Lily melipat tangan di dadanya. “Karena kamu juga bohongin Erine soal Oline yang katanya sakit.”

Delyn meringis. “Yaa… gitu deh…” Dia gak nyangka kalau Lily sudah tau soal kebohongannya ke Erine.

Gimana gak tau kalau Erine udah balasin chat dia, ngasih tau kalau Delyn udah bohongin Erine soal Oline yang sakit. Padahal anaknya baik-baik aja. Temen laknat emang.

Lily menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. “Del, serius, kenapa kamu ngelakuin itu?”

Delyn terdiam sejenak. “Awalnya… cuma iseng,” gumamnya. “Tapi makin lama, aku sendiri jadi ngerasa bersalah.”

Lily menghela napas panjang. “Aku gak ngerti jalan pikiran kamu. Tapi untungnya, mereka akhirnya bisa baikan. Kalau enggak, aku bakal paksa kamu buat minta maaf langsung ke mereka.”

Delyn menggigit bibir “ Yang penting kan mereka beneran udah akur,"

Lily tersenyum tipis dengan muka pasrah. "Untungnya mereka udah akur,"

Jalan Kita [Orine]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang