Pagi itu suasana di area JKT Festival sudah jauh lebih sibuk dari biasanya. Crew mondar-mandir membawa perlengkapan, team dipanggil satu per satu untuk briefing, sementara petugas keamanan berdiri di beberapa titik yang biasanya kosong.
Alasannya semua orang tahu.
Ancaman yang muncul di X beberapa hari sebelumnya.
Seseorang menuliskan ancaman akan menyiram Erine dengan air keras saat acara meet and greet berlangsung. Kalimatnya panjang, rinci, dan cukup mengerikan sampai tangkapan layarnya menyebar ke mana-mana sebelum akhirnya dihapus. Tentu kegaduhan membuat banyak fans j7ga menyeruakan kekhawatirannya.
Untungnya, manajemen bergerak cepat meskipun dalam senyap.
Area acara diperketat, pemeriksaan pengunjung dibuat lebih ketat, jalur masuk diubah, dan khusus untuk bilik Erine, manajemen menempatkan dua bodyguard yang berdiri di sisi kanan dan kiri, ditambah satu staf pemegang waktu yang juga bertugas mengawasi situasi.
Secara keamanan, semuanya sudah dipersiapkan semaksimal mungkin.
Yang justru membuat Oline tidak tenang bukan kemungkinan ancaman itu benar-benar terjadi. Melainkan... Erine.
Ingatan Oline langsung kembali ke tiga hari sebelumnya.
Malam itu, ia baru selesai latihan ketika ponselnya terus bergetar tanpa henti.
Grup member.
Grup manajemen.
Pesan pribadi.
Semuanya mengirimkan tangkapan layar yang sama. Sebuah unggahan di X. Akun anonim dengan foto profil abstrak. Isinya bukan sekadar hujatan seperti yang sudah biasa mereka lihat setiap hari. Melainkan ancaman.
Ancaman yang menyebut nama Erine secara langsung. Kalimat demi kalimatnya membuat dada Oline terasa sesak.
Orang itu menulis bahwa ia akan datang ke JKT Festival. Menjelaskan lokasi acara. Menjelaskan targetnya.
Bahkan menyebutkan berbagai informasi pribadi Erine. Kampusnya, NIM, kelas yang diambil semester itu, hingga beberapa detail lain yang hanya diketahui orang-orang tertentu.
Semakin dibaca, semakin terasa bahwa tulisan itu dibuat bukan untuk mencari perhatian. Melainkan untuk menakut-nakuti.
Puncaknya...
Orang itu menuliskan niat untuk menyiram Erine dengan air keras saat sesi meet and greet berlangsung.
Tangan Oline yang memegang ponsel perlahan mengepal. Ia tidak marah. Belum. Yang muncul lebih dulu justru rasa takut. Bukan takut ancaman itu benar-benar terjadi.
Karena ia tahu, manajemen pasti akan bergerak cepat. Keamanan pasti diperketat. Fans pun kemungkinan besar akan ikut mengawasi.
Yang membuatnya takut adalah... Bagaimana perasaan Erine saat membaca semua itu. Kalimat demi kalimat yang tertulis begitu mengerikan.
...
Tanpa berpikir panjang, Oline langsung mencari nama Erine di daftar chat. Jarinya sempat berhenti beberapa detik di tombol panggil. Lalu batal.
Kalau Erine sedang menangis bagaimana?
Kalau sedang bersama keluarganya?
Kalau sedang berusaha menenangkan diri?
Akhirnya ia hanya mengirim satu pesan. Dengan jari sedikit gemetar.
"Rin... kamu di mana?"
Balasan datang beberapa menit kemudian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jalan Kita [Orine]
FanfictionBerawal dari teman berlanjut dengan jalan berdua. Berawal dari gengsi berakhir dengan saling memiliki, tanpa publikasi.
![Jalan Kita [Orine]](https://img.wattpad.com/cover/379332973-64-k56175.jpg)