"Kenapa kamu selalu pulang ke apartemen ini, mas? " itu adalah kalimat penyambutan yang Bima dengar saat dia baru saja memasuki apartemen Mysha.
"Kenapa kamu di sini? " tanya Bima dengan nada lelah, dan wajah yang luar biasa lesu nya.
"Mencari suami ku yang terus saja tidak pulang. Kamu, sekarang membuat aku terlihat menyedihkan sebagai seorang istri di depan keluarga mu, mas! " Aulia mengatakan itu, sambil menunjuk Bima kesal.
"Jangan mencari masalah, Aulia. Aku lagi pusing. " Bima mengatakan itu, sambil menjatuhkan tubuh nya di sofa, dan mulai memijit kepalanya yang pusing itu.
"Apa, mencari masalah? Aku kamu bilang mencari masalah mas? " tunjuk Aulia pada dirinya tak percaya, mendengar ucapan Bima itu. " Kamu pusing karena mencari wanita tak tahu malu itu kan?! Untuk apa dicari? Wanita itu sungguh tidak tahu cara berterimakasih! "
Bima yang tadinya memejamkan matanya, langsung membuka matanya, menatap tajam pada Aulia. "Jaga bicara mu, Aulia. "
"Untuk apa aku harus menjaga ucapan ku? Apa yang aku katakan itu benar, kan? Kita sudah membantu kehidupan nya, tapi dia malah melemparkan kotoran ke wajah kita, dengan menyebar berita perselingkuhan mu! Asal kamu tahu semua orang mengejek ki, bahkan mereka mengatakan aku salah satu penyebab kamu berselingkuh, karena aku nggak bisa memberikan kamu anak! "
Aulia mengatakan kalimat terakhirnya dengan nada sedih.
Bima yang mendengar nya pun menjadi bimbang, tak tahu harus marah atau bersedih. Bagaimana pun, Aulia tetaplah istri pertama nya.
"Lupakan saja komen jahat itu, mereka tidak tahu kehidupan kita. " Bima mengatakan itu, sambil menarik Aulia ke pelukan nya.
Dulu, saat dia masih bersama Mysha. Ketika ia memeluk wanita itu, dia merasakan beban dalam dirinya akan terangkat, dan sekarang dia berharap bersama Aulia juga seperti itu. Tapi, harapan dia itu begitu sia-sia. Karena kenyataan nya, dia tak mendapatkan ketenangan itu.
Karena ketenangan tak ia dapat, membuat Bima segera melepaskan pelukan nya, dan memberikan sedikit jarak pada Aulia.
"Nggak bisa, kamu nggak tahu bagaimana rasanya jadi aku. Mereka juga mengasihani aku! Banyak jal buruk yang mereka ucapkan! "
"Lalu, aku harus apa Aulia?! Kamu juga tahu disini bukan hanya kamu yang di caci. Tapi, aku juga, " ujar Bima dengan nafas pelan.
"Kamu harus klarifikasi, bahwa foto yang di sebar itu, bukan kamu! "
"Bagaimana bisa? Kita semua tahu, foto itu adalah aku, bagaimana bukan aku? " tanya Bima, tak percaya dengan permintaan yang Aulia berikan itu.
"Kamu bisa bilang, itu editan mas. Mereka pasti akan percaya, dan wanita yang difoto itu sedang terobsesi dengan kamu, " ujar Aulia.
Sebenarnya, Bima bisa menuruti kemauan Aulia itu, untuk klarifikasi. Tapi, dia tak ingin melakukan nya.
Karena ingin menemukan Mysha, kemana wanita itu pergi, kenapa orang-orang nya tak berhasil menemukan nya.
Bahkan sebuah ide gila akan Bima lakukan, yaitu ingin menyebar foto Mysha juga, agar wanita itu keluar dari tempat persembunyian nya.
Namun, ide gila itu kembali Bima urungkan, saat akan ada anak yang melihat jejak digital nya di masa depan.
Mungkin, Bima akan benar-benar melakukan ide itu. Jika ia sudah benar-benar frustasi dalam mencari istri nya.
Sungguh, sekarang dia merindukan Mysha, dan juga anak mereka yang masih berada dalam kandungan wanita itu.
"Aku tidak bisa melakukan nya! " jawab Bima.
"Kenapa? Kenapa tidak bisa? Kamu tahu, keluarga kamu butuh itu sekarang! " ujar Aulia, yang menurut Bima memang benar. "Ah, aku tahu, kamu tidak ingin melakukannya karena tidak ingin merusak nama wanita itu, kan? " tatapan Aulia kembali tajam.
"Aulia kamu tahu, dia sedang ha--"
"Untuk apa kamu memikirkan kehamilan dia?! Aku rasa anak yang ia kandung bukan anak kamu, dan sekarang dia pergi dengan selingkuhan nya untuk bersembunyi dari kamu, setelah membawa harta mu! " Aulia mengatakan itu sambil melipat tangannya di dada.
"Jaga bicara mu, Aulia! Anak yang dikandung Sabrina itu, anak saya! "bentak Bima.
Dia sungguh marah mendengar ucapan Aulia itu, apa katanya hamil anak pria lain? Saat Mysha selalu dalam pengawasan nya, lalu membawa hartanya? Bahkan wanita itu meninggalkan cincin pernikahan mereka.
Dia hanya membawa pakaian yang terpakai di tubuhnya. Karena, saat Bima periksa wali closed wanita itu, pakainya masih sama banyak nya.
Jadi, mengambil harta yang mana. Wanita itu pergi hanya untuk menyebarkan perselingkuhan nya.
"Mas, kamu bentak aku karena wanita itu? " tanya Aulia marah. Tampaknya tak percaya.
"Pulang lah, kedatangan kamu cuma membuat kita bertengkar, " ujar Bima lemah.
"Sekarang, kamu ngusir aku mas? " tanya Aulia tak percaya, sambil menunjuk dirinya.
"Ya, sekarang keadaan kita lagi tidak baik, " ujar Bima membenarkan.
"Bukan kita, kamu yang tidak baik. Kamu sudah jatuh cinta pada wanita itu?! " tuduh Aulia.
Tuduhan itu, sama sekali tak dibantah oleh Bima, hal yang tentu membuat Aulia meradang.
"Kamu gila, mas! Kamu nikahi dia hanya untuk mendapatkan anak, kita sepakat untuk itu! Lalu kenapa kamu mencintai dia, kamu benar-benar menghianati ku! " ujar Aulia marah.
"Aulia kita benar-benar butuh ruang untuk berpikir. Jadi, kamu pulang saja. Jika keadaan kamu sudah membaik, emosimu sudah teratur, kamu bisa menghubungi aku, kita bicara dengan teratur, " ujar Bima dengan lemah.
Namun, lagi-lagi Aulia tak mengiyakan ucapan suami nya itu, untuk pergi. Tapi dia malah kian memancing emosi Bima.
"Kenapa aku harus mengatur emosi mu, dan kamu bersedih memikirkan kepergian wanita itu? Ha? " sembur Aulia pada Bima. "Kembali aku ingatkan, mas. Tujuan kamu menikah dengan dia adalah untuk mendapatkan anak. Itu tujuan awal kita, tapi kenapa kamu berkhianat?! Dengan wanita murahan itu! "
Kesabaran Bima habis saat Aulia mengatakan Mysha murahan, dengan keras dia meraih tangan Aulia untuk di cengkram. Hal yang tentu jya membuat wanita itu kesakitan.
"M-mas lepas! Sakit! "
"Ulang, ulang apa yang kamu katakan tadi! " Bima mengatakan itu, dengan tangan yang masih mencengkram tangan Aulia dengan erat. Hingga membuat wanita itu meringis.
"Tujuan kamu menikah dengan dia adalah untuk mendapatkan anak. Itu tujuan awal kita, tapi kenapa kamu berkhianat?! Dengan wanita murahan itu! " Ditengah rasa sakit nya, Aulia tetap membalas ucapan Bima.
"Jangan sebut Sabrina, murahan Aulia! Dia ibu dari anak saya! " ujar Bima dengan nada kelam nya.
"I don't care! Dia benar-benar wanita murahan, karena menjebak kamu, dan membuat kamu berpaling dari aku! " kesal Aulia.
"Aulia, kamu seharusnya juga perlu diingatkan, bahwa yang menyebabkan suami mu berkhianat adalah kamu! " Ujar Bima.
"Jadi, sekarang kamu menyalahkan aku? Karena apa? Karena aku nggak bisa ngasih kamu keturunan! "
"Sial! Bahkan aku sama sekali nggak mempermasalahkan anak selama 4 tahun usia pernikahan kita, seharusnya kamu ingat itu, Aulia! " Ujar Bima kesal. "Aku terus setia, mencoba jujur saat aku berkhianat, tapi kamu, malah menjerumuskan aku lebih dalam lagi! Kamu yang mendorong aku menikahi Sabrina, untuk memperoleh anak dari wanita itu, kamu paksa aku menikah dengan dia, lalu sekarang kamu menyalahkan aku tentang ini semua, disaat kamu sendiri yang mendorong suami mu untuk menodai per----"
"Jadi, ini permintaan kamu Aulia Olivia! " suara seseorang memotong ucapan Bima.
Suara itu tentu membuat dia itu terkejut, dan langsung menoleh ke sumber suara, saat melihat orang nya, Aulia langsung membesarkan matanya. Tak percaya.
T. B. C
Eh, bab sebelumnya nggak bisa komen kahh?
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
ChickLitSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
