"Mysha, boleh bibi masuk? " ujar bibi nya, dari balik pintu kamar nya.
Hari ini, terhitung hari kelima dia kabur dari Bima. Lalu, hari keempat dia mengetahui fakta luar biasa itu.
Sekarang, dia sedang berada di atas ranjang, rebahan, sambil memeluk kemeja Bima yang dia bawa dari apartemen.
Sebenarnya, saat mengambil kemeja pria itu, dia tak sadar. Dia merasa membutuhkan kemeja itu.
Entah untuk apa, tapi Mysha selalu mendiktekan dirinya, bahwa kemeja yang dibawa lari ini untuk diberikan pada paranormal, kalau pria itu berani beristri ketiga.
Mysha tak cemburu, ingat. Dia hanya ingin menyelamatkan jantung pria itu, dari ribut yang bisa saja terjadi nanti nya.
Dua istri saja pria itu tak becus menjaganya, apalagi tiga istri. Ouh, tak terbayang oleh Mysha.
Suara ketukan itu, kembali terdengar, membuat Mysha segera bangkit dari rebahan nya. "Masuk aja, nggak aku kunci pintu nya. "
Benar, tak lama setelah itu Lena muncul, sambil membawa buah-buahan.
"Dimakan, biar vitamin nya banyak, " ujar Lena, yang Mysha angguki.
"Boleh bibi ngomong, ada banyak hal yang ingin bibi sampaikan. "
Mysha sadar, hari ini akan tiba, dia tak bisa untuk terus menghindar begini. Dia sudah dewasa, dan sebentar lagi akan punya anak. Jadi, mari kita hadapi ini bersama-sama, kan?
"Boleh."
Mendengar persetujuan dari Mysha itu, membuat Lena tersenyum.
"Bibi, mau minta maaf. Karena keegoisan bibi, kamu ada di posisi ini. Seharusnya, bibi tidak menghasut mu. Kamu pasti akan tetap berkuliah di jurusan impian mu, " ujar Lena, dengan tatapan yang sudah berkaca-kaca.
"Bibi, its okay. Ini takdir. " Mysha tentu menenangkan bibi nya itu dari rasa bersalah.
"Kamu seperti ini karena bibi. Kamu hamil, karena hasutan bibi. "
"Tidak, aku hamil karena suami ku. " Mysha mengatakan itu, dengan tujuan untuk mencairkan suasana.
"Hust! Jangan becanda. Bibi minta maaf, kamu hamil dan tidak bisa mengeksplorasi diri mu dengan dunia yang dulu kamu dambakan itu. "
"Bibi tahu, flamingo yang cantik harus kehilangan cantiknya, saat menyusui anaknya, dan aku yakin, aku akan tetap bisa bersinar, walaupun sudah melahirkan anak ku nanti. " Mysha mengatakan itu, sambil menyentuh perut besar nya. "Aku bahagia punya dia. "
Lena yang mendengar ucapan Mysha itu, mendesah lega.
"Kamu tahu, dulu ayah mu menikah dengan Tiwi Surya. "
"Ha? "
Pernyataan yang baru keluar dari mulut Lena, membuat Mysha terkejut bukan main.
Ayah angkat nya dulu menikah dengan ibu mertuanya, begitu?
"Dulu, bibi bahagia, karena seorang pria desa bisa memperistri wanita kota. Tapi, kemudian bibi marah saat tahu, ternyata dia seorang janda. " Lena mengatakan itu dengan sekali tarikan nafas.
"Bibi tidak marah karena status nya, janda. Memang, siapa yang mau menjadi seorang janda? " tanya Lena, sambil menarik nafas nya pelan. "Tapi, yang membuat bibi marah, Edwin hanya alat untuk rasa kehilangan yang ia terima itu. Edwin bahagia bisa menikahi wanita yang ia cintai. Tapi, terluka saat tahu istri nya mencintai mendiang suaminya. Berulang kali wanita ini meminta untuk diceraikan. Tapi, pria bodoh itu masih bertahan. Lalu, mereka berhasil bercerai, ketika tahu Edwin menghamili seorang wanita. Di mana bibi yakin itu orang Tiwi Surya. "
"Jadi, mereka bercerai? " tanya Mysha pelan.
"Ya, dan Edwin terjebak dengan wanita yang lebih ular. Dan sial lagi dia ibu Aulia. Edwin mengganggap Aulia itu anak nya. Fakta nya ia kembali ditipu. Edwin itu sungguh bodoh. " Lena mengatakan itu, sambil menarik nafasnya kasar.
"Lalu wanita itu pergi, dan menyuruh kami membesarkan anak nya. Awalnya rasa benci itu sudah menghilang di hati bibi. Tapi, dia mencoreng nama baik keluarga, dengan menggoda bos tanah. Padahal , saat itu umurnya masih 17 tahun, dan kamu 2 tahun. "
Mendegar pengakuan itu, Mysha kian membesarkan matanya.
"Saya memarahinya, saat itu. Dia marah besar. Kami bertengkar hebat, hingga saya yang tengah mengadung keguguran, karena pertengkaran kami, hari itu bibi bukan hanya kehilangan anak yang bibi kandung, tapi suami bibi yang kecelakaan, setelah pulang dari rumah sakit. "
Mendengar Lena terisak. Mysha segera memeluk wanita itu, walaupun kesusahan, karena perut nya.
"Bibi marah, menyalahkan Edwin. Dia menerima semua nya, kesalahan yang bibi limpahkan. Tapi, dia berkata bibi boleh kesal dengan dia, tapi jangan melukai kamu, " ucapan Lena itu, tentu membuat air mata Mysha meleleh.
"Awalnya, bibi tetap ingin melukai kamu. Tapi, untuk pertama kali nya, kamu menyentuh tangan bibi, dan bibi menyukai mu. Kamu warna baru kebahagiaan bibi saat itu, " ujar Lena. "Tapi, namanya manusia, bibi tetap menghasut kamu untuk membenci Aulia. Maafkan bibi. "
"Bibi, aku nggak pernah marah. Aku berterimakasih telah merawat aku. Padahal aku ini bukan siapa-siapa. "
"Tidak, walaupun kamu tidak memiliki darah kami. Kamu tetap putri kecil kami, " ujar Lena, sambil menangkup wajah Mysha. "Sayang, maafkan bibi, yang membuat hidup mu kesusahan. Maafkan juga Edwin, sayang. Dia sayang kamu. Kami berdua hanya punya kamu dalam hidup kami ini. "
Setelah Lena mengatakan itu, Mysha segera memeluk erat tubuh bibi nya dan menumpahkan segala keluh kesah yang ada di hati nya.
T. B. C
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
ChickLitSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
