UPDATE UPATE!!!
BEPP SORRY AGAK TELAT YAAA.
Oh iya, buat kalian yang tanya ini cerita bakal kayak gimana endingnya? Ya sama kayak cerita aku yang lainya, hidup berjalan lah intinya, namanya juga cerita slice of life ya bepp, genre kehidupan sehari-hari aja, biar gak bosen makanya aku tambahin bumbu adegan panas dan drama, biar gak monoton ceritanya, semoga sih, kalian suka, gak suka juga gak apa-apa sih hahaha, *plisss sukaaaaaaa 😭
Anyway, siap siap sakit hati ya baca chapter ini.
Selamat membaca ya Bepp, Jangan lupa di vote dan komen, feedback juga, biar aku makin semangat nulisnya, aku sayang kalian, terutama yang sering komen, ihhh kalian tuh kecintaan aku, apalagi yang suka ngasih kritsar, love you deh, makasih udah bantu aku dengan memberikan kritik yang membangun ya bepp, aku sayang kalian semua.
See you di hari Senin sayangkuuu.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
CHAPTER 53
THIRD POV
“Orang tua gue udah tahu.” Sela menundukan wajahnya sedih, pria yang duduk dihadapan sela menghembuskan nafas kasar.
“Lu di siksa?.” .
“Enggak, di tampar doang.” Tangan pria itu mengelus pipi Sela lembut.
“Maafin gue.” Ucap pria itu, Sela menatap wajah pria di hadapannya.
“Gue nggak marah sama kejadian ini, gue cuman ngerasa gagal aja, harapan orang tua gue yang besar buat gue, gue hancurin, gue gak tahan liat muka mereka, apalagi Ayah, gue gak tahu harus giman lagi.” Kembali Air matanya menetes, mengalir di pipi, tangan pria itu menyeka air mata Sela.
“Gue bakal tanggung jawab, gue bakal nikahin lu, tapi satu pinta gue Sel, jangan dulu bongkar rahasia kita, gue pengen liat Arman menderita dulu, gue gak bisa kalo harus hidup dan ngeliat orang yang bikin gue menderita, bikin gue gagal, bisa hidup dengan tenang, seenggaknya, dia harus ngerasain dulu gimana jadi orang gagal.” Mendengar itu, Sela hanya diam, perlahan mulai terisak.
“T-tapi, gue ngerasa bersalah banget.” Pria di hadapannya mengangguk mengerti, ia menggenggam tangan Sela, mengusapnya lembut.
“Gue tau, Sel, maafin gue, tapi cuman dengan cara ini, gue baru bisa ngerasa setimpal, apa yang dia lakuin ke gue, gue mohon, bantu gue Sel, bantu gue ngasih Arman, bantu gue bikin hidupnya ketakutan.”
“Gue gak mau nikah sama Arman.” Ujar Sela, pria ia memeluk Sela erat.
“Gak bakal gue biarin, ini cuman jadi ancaman aja buat dia, bulan depan gue ke rumah lu, sama orang tua gue, kita bicara bener-bener, gue bakal nikahin lu.” Ucapan pria itu sedikit menenangkan Sela, anggukan ia lakukan sebagai tanda persetujuan atas ucapan pria yang sedang memeluknya itu.
“Lu janji kan Pras?.” Tanya Sela sambil menatap, berharap padanya.
“Pras Dwi Setya gak pernah ingkar soal janji Sel, lu gak usah khawatir.” Wajar memang bagi sela untuk merasa khawatir, rencana yang dia susun kemarin hampir saja gagal, orang tuanya mengetahui tentang keadaan Sela, rencana yang awalnya ia akan berjalan lancar, memeras uang Arman sekaligus memuaskan rasa sakit hati Pras, tapi kini, keadaanya lebih rumit, ia berbohong dan mengucapkan nama yang salah di hadapan orang tua serta kakak Laki-lakinya, rencananya, Sela akan terus memeras Arman hingga Minggu ke dua belas, lalu ia akan mengaku dan menghilang bersama Pras, tapi kini, orang terdekatnya sudah tahu, dan Sela, ia merasa khawatir dengan tindakan yang akan di ambil oleh orang tua serta kakaknya.
Tanpa di ketahui oleh Sela, Kakak laki-lakinya itu sudah mengambil langkah lebih cepat, sejak pagi ia sudah berada di depan gerbang kampus tempat Sela dan Arman belajar, bertanya kepada setiap mahasiswa yang berlalu lalang, bertanya mengenai Arman dan Sela, mendengar nama itu, tidak sedikit yang mengetahui keduanya, Arman yang memang terkenal karena prestasi di bidang olahraga, dan Sela yang selalu menjadi model pada setiap promosi kegiatan kampus.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arman
Roman d'amourBercerita tentang Adil yang sejak kecil hidup susah setelah ditinggal Ayahnya hingga ia hampir putus sekolah ketika ia SMA, sehingga mau tidak mau ia harus bersedia untuk di urus dan disekolahkan oleh orang tua angkatnya, ia kira hidupnya akan mulai...
