Part 53

9 0 0
                                        

Malam itu, Seunghwan, Hoshi, Mingsun, dan Shinwa berkumpul di apartemen Hoshi untuk menyusun rencana. Mereka berempat memutuskan untuk mulai dari tempat kejadian, berharap menemukan petunjuk yang terlewatkan oleh polisi. Seunghwan, yang masih berapi-api, memimpin diskusi dengan berbagai teori yang ia rangkai dari kejadian sebelumnya.

"Aku yakin ini bukan kebetulan. Data kamera itu pasti dihapus oleh seseorang yang punya akses langsung," ujar Seunghwan sambil mengetukkan jarinya ke meja.

"Pertanyaannya siapa yang melakukannya?" tanya Mingsun, merasa ragu.

"Siapa pun yang ingin menyembunyikan sesuatu," jawab Hoshi tegas. "Tapi, aku yakin Minhyun terlibat dalam kejadian ini. Entah kenapa, semua ini terlalu kebetulan jika bukan dia."

Seunghwan sedikit tercengang saat Hoshi menuduh Minhyun. "Tidak pasti itu bukan dia karena tidak mungkin dia melakukannya sejauh itu, dia bahkan membuntuti kalian saat itu karna dia juga ingin tahu siapa pelakunya," timpal Seunghwan pada Hoshi.

Hoshi yang melihat Seunghwan yang membela Minhyun merasa sedih karna apa yang dikatakan Seunghwan ada benarnya.

Shinwa tiba-tiba berdiri."Tapi yang paling mencurigakan itu Wuibong!"

....

Sementara itu, di tempat lain, Minhyun memandangi sebuah foto lama yang ia simpan di dalam laci. Foto itu menunjukkan dirinya dengan seorang anak kecil yang tersenyum lebar wajah yang tampak familiar, namun sulit diingat dengan jelas. Bayangan Seunghwan kembali muncul di benaknya.

"Apakah mungkin dia adalah..." gumam Minhyun seketika suaranya terhenti karna mendengar suara pintu kamarnya yang terbuka.

Minhyun segera memasukkan kembali fotonya, setelah melihat Minjae masuk ke dalam kamarnya.

"Apa kau mendapatkan buktinya?" Tanya Minjae pada Minhyun yang dibalas dengan gelengan kepala. "Sudah kuduga, akan sia-sia kalau kau hanya mengandalkan instingmu saja." Ucap Minjae sembari menatap Minhyun yang terlihat melamun dan tak menggubris perkataannya,

"Minhyuna!" Teriak Minjae di telinga Minhyun yang seketika langsung tersadar dan terkejut. "Dari pada terus dipikirkan, lebih baik kita makan, ibu sudah memasakkan sayur kesukaanmu."

...

Keesokan harinya, kelompok Seunghwan mendatangi lokasi kejadian. Mereka menemukan sesuatu yang mengejutkan sepotong pecahan kamera dengan ukiran kode unik di permukaannya. Kode itu bukan sembarang angka; ia mengarahkan mereka pada sebuah perusahaan teknologi yang misterius, "Technoji."

"Kita harus mencari tahu apa hubungan Technoji dengan semua ini," ujar Shinwa.

...

Namun, di saat yang sama, Minhyun mendapatkan telepon dari seseorang dengan suara berat. "Kau terlalu jauh, Minhyun. Jika kau terus mencoba menggali lebih dalam, itu hanya akan membahayakanmu."

Minhyun terdiam, merasa ancaman itu lebih dari sekadar peringatan. Namun, sesuatu dalam dirinya memberontak. Ia tahu ada sesuatu yang lebih besar yang tersembunyi, sesuatu yang bahkan bisa mengubah cara ia memandang Seunghwan dan dirinya sendiri.

~Bersembung~

SEUNGWAN is MINECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang