Part 13

62 5 0
                                        

Sepatu putih terus memantul dijalanan, rasa senang sangat tergambar dari caranya berjalan dan menapaki kakinya di jalan. Es krim di tangannya terus ia jilat sembari melompat – lompat riang di jalanan. Langkahnya tiba – tiba terhenti.

Ring

Ia mengambi ponsel yang sedrai tadi bordering. Nama yang muncul di layar My Lovely. Seungwan seperti heran ia mengerutkan keningnya, diam sejenak lalu mengeser gambar ponsel berwarna hijau. "Halo eomma."

"..."

Tiba – tiba Seungwan tersenyum "Ia aku sedang berjalan ke rumah, ini hampir sampai."

"..."

"Aigoo jangan khawatir nyonya aku akan kembali tepat waktu 10 menit drai sekarang."

"..."

"Sampai jumpa di rumah, annyeonghaeoyeo eomma."

Seketika Seungwan melihat arloji yang terpasang di tangan kanannya itu. "OK! 10 menit." Ia mengencangkan tali tas nya. Mengambil ancang – ancang dan mengesekkan jempolnya pada hidung. "Tunggu aku eomma". Tanpa aba- aba Seungwan berlari sangat cepat untuk sampai ke rumahnya dalam 10 menit."

Jarak yang lumayan jauh dari arah taman tempat bermain saat ia kecil ke rumah Seungwan. Ia terbilang snagat suka dengan olahraga lari dan beladiri judo. Sejak kecil seungwan diajari oleh kakeknya sebelum tinggal di Busan. Seperti tak merasakan lelah ia terus berlari tanpa menghiaukan orang – orang yang berlalu – lalang di depannya.

Sampai pada pagar hitam menjulang tinggi. Seungwan masuk ke dalam beriringan dengan suraa pagar yang berdecit. Disamping kanan taman kecil ada beberapa tanaman Bungan yang ada disnaa, disis kiri ada meja dan bangku panjang terbuat drai kayu seperti meja piknik, dan air pancuran kecil dengan patung burung yang menjadi ikon dari pancuran itu. Seungwna berjalan dijalan bebatuab yang berkelok – kelok

Seungwan perlahan membuka pintu kayu coklat. Cetlek...

"Aku pulang.." Seungwna masuk ke dalam rumah melirik kana – kiri namun tak ada orang disana.

Dari arah dapur seorang wanita mengunkana celemek di tubuhnya menghampiri Seungwan menyodorkan segelah air putih."Kau ini pergi tanpa bilang – bilang, kebiasaan, ini minum dulu."

Tanpa rasa ragu Sungwna mengmbil gelas berisi air itu. "Aku buru – buru tadi."

Flash Back Sepulang sekolah Seungwan

"Eomma aku pulang.."

"Kau sudah pulang"

"Iya... aku pulang sangat cepat heheh."

"Makan dulu sana.."

"Eomma..."

"wae??"
"Tadi saat aku mengayuh sepeda, rantainya putus."

"Kenapa bisa putus?"

"Mungkin dia tidak bisa menyatu lagi."

"Hoh?"

Seunwgan memasang ekpresi jahil.

"Berhenti menatap ku seperti itu, nanti ibu akan betulkan."

"Tidak usah, biar aku dan Hoshi yang memebetulkannya."

"Iya... sana kau mandi lalu makan,."

Seungwan mengngguk mengiyakan perkataan ibunya, sejujurnya ibu seungwan bukan seoarng ibu rumah tangga tapi seorang single parent yang sibuk mondar – mandir, namun tak lupa kemana ia harus pulang, di jam saat seungwan pulang sekolah ibunya akan selalu ada di rumah, setelah seungwan sekolah ia akan sibuk. Bagi Seungwna sendiri ibunya sudah seperti Wonder Woment banginya, sang penjaga dan pelindung, ia bisa menjadi ibu seklaigus ayah di mata Seungwan.

SEUNGWAN is MINECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang