"Semangat, memiliki ambisi kuat tidak mudah menyerah untuk bertemu dengan cinta pertama" itu lah motto Seungwan seorang siswi yang tidak menjabat apa - apa, sekolah yang berpindah - pindah membuat ia menjadi pribadi yang kuat, meski ia tidak pandai...
"Yeppeun mal modu moaseo ttada jugo sipeunde... Neo Neo Neo Neo ape seomyeon jakku deuloganeun mal." Senandung lagu dari salah satu boys band negara gingseng itu keluar dari bibir seorang siswa yang sepertinya sangat bahagia sesekali ia tersenyum sendiri. "Aku harus bisa memberikannya." Gumamnya yakin.
Senyum nya terus berkembang hingga keluar dari gedung apartemenya itu. Kini bukan alat petik yang ia tenteng, namun alat licin beroda empat yang dapatmembuat ia sampai di pemberhentian bus itu lebih cepat. Ia pun menginjakkan sebelah kaki kirinya diatas alat itu dan mengayuh dengan kaki kanan untuk memajukannya nya, terus saja. Yap Sketboard yang ia gunakan sangat unik penuh dengan gambar kartun yang lucu.
"Ah... iya aku hampir saja lupa, menghubungi anak itu..." katanya
"Hoshiya!!!!'
Merasa ada yang memanggil namanya ia menoleh kepada siapa pemiliki suara yang memnaggil namanya itu. Dan...
Deg....
"Hoshiya!!!!" Dia melambaikan tangan pada Hoshi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hoshi seperti tak bisa lepas memandangnya ia terlalu kaku untuk menyapanya kembali.
Akhirnya pemilik suara itu menghampiri si pemilik nama (APAAN SIH mohon maaf kalau gak paham)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ish... kau kenapa diam saja, kau itu habis melihat hantu ya... ehehe" tegurnya pada Hoshi sambil terkekeh dengan senyum manis yang menampakan gigi rapinya.
"Yeopo..." Lirih Hoshi...
"Hah?, kau bilang apa?" Tanya nya
"Ah... Aniya.. aniya... "
"Cih.. kau pasti terkejutkan melihat aku yang datang lebih awal dari pada dirimu, eum..."
Kata dengan menyengol bahu Hoshi.
Hoshi seperti tersihir oleh nya tubunya seolah kaku, bibirnya kelu untuk mengatakan sesuatu. "Kenapa dia mengunakan kacamata itu sih." gumam Hoshi dalam hati.