PART 28

48 3 0
                                        


Mingsun dan Shinwa tertidur di dalam kelas sejak jam pelajaran dimulai biasanya itu dilakukan oleh temen merekam namun kali ini ia masih terjaga bukan karena pelajaran nya yang menyenangkan tapo ia mencorat – coret selembar kertas seperti sedang memikirkan hal yang lain.

Ring!!!!!!!!!!!

CLTak – Tak

“Aw!!!!” Seru Mingusn “Kau ini kebiasaan menjitak kepala orang sembarangan.”

“Cepat waktu kita tidak banyak.” Titah Hoshi gusar.

Shinwa masih dengan tatapan bingung setengah sadar “Memangnya kita mau kemana?”

“Ikut saja jangan banyak tanya atau hati kalian akan aku makan sebagai gantinya.”

Shinwan dan Mingsun tidak berbiacara mereka malah mengikuti kemana pun Hoshi pergi.

“Minhyuna… sebenarnya aku tidka bicara apapun.”

“Kua tidak bicara apapun, tapi Imo berpikiran yang yidak – tidak.”

“Tapi kan aku hanya ingin membuat semkain reda.”

“Semakin reda apapnya tadi saja Imo tidak mau mengantarkan kita, kalau mau biacra itu yang mengunakan fakta.”

“Kau bialng aku suruh berbohong.”

“Tapi tidak seperti itu, lagi pula kenapa alasannya seperti itu sih…”

“Aku tidak punya ide lagi..”

“Aihhhhhhhh jangan dekat – dekat dengan aku.”

“Tapi aku ingin dekat dengan mu… minhyunna… tunggu aku.”

Ring!!!!

“Tuh kan kita terlamabat lagi, kau sih lama.”
Minhyu mendorong Hoshi lalu buru pergi kekelas mereka.

“Hosh…. Hosh.. untung saja.”

“Kalau kau kesingan lagi awas saja…”

Minhyun pergi ke bangkynya namun kali ini Wui bong diam saja ia hanya menatap Minhyun sinis dan Minhyun sama sekali tak mengubrisnya.

Brug…

Tiba – tiba meja Minhyun di tendang sangat jauh siapa kagi kalau bukan Wui Bong pelakunya

“Urusan kita belum selesai!”Katanya sembari berlalu pergi dengan ketiga temannya dibelakang.

Minjae yang ada di belakang Minhyun beranjak seketika meja Minhyun di tendang oleh Wui Bong, sementara Jinwo hanya melihat saja dnegan mulut yang masih menganga.

Minhyun mengembalikan mejanya kembali. “Apa kau masih belum bisa damai dengan dia, kau rasa isi kepalanya saat ini adalah menghancurkan Hwang Minhyun.”

“Entahlah.. kau sudah lelah menghadapi manusia seperti dia.”

“Jangan khwatir aku akan menolongmu kalau kau terluka.” celetuk Jinwo pada Minhyun

“Diam lah jika kau hanya biacara saja, paling nanti kau Pergi lebih dulu.” timpal Minjae.

“Tapi kan aku pergi dengan membawa bala bantuan.” Ujar Jinwo bersitegang

“Iya bantuan khayalan.”

“Sudahlah… aku tidak ingin memperdebatkannya masih banyak hal yang harus diraih.” Minhyun masih membereskan bukunya kedalaman loker.

“Andai saja saat itu kau tidak memarkirkannya di sana, mungkin kau tidak akan kena kasus sialan itu.” Umpat Jinwo

“Sudahlah… kata Woojin Seonsaeng bilang percayakan saja pada kepolisian korea.”

SEUNGWAN is MINECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang