09. Kenangan Buruk

1K 99 21
                                        

Suarga
—09. Kenangan Buruk—

------

Nyatanya, berdamai itu sulit dan begitu berat.

------

"Wilard, itu kamu?"

Wilard termangu, maniknya bergetar pelan dan mulai berkaca-kaca. Wilard merasakan lidahnya kelu, ingin bersuara namun rasanya sangatlah berat dan tercekat.

Shankara semakin merapatkan dirinya pada Wilard, menatap datar seorang pria yang tampak asing baginya. "Anda mengenal adik saya?"

Janu beralih menatap Shankara lalu mengangguk pelan, ia sedikit terkejut saat pemuda itu menyebut Wilard sebagai adiknya.

"Wilard, kalau kamu ada waktu kita bisa—"

"Nggak bisa, nggak ada waktu." Akhirnya suara Wilard keluar meski terdengar sedikit serak.

Wilard langsung meraih tangan Riki dan Shankara untuk ia gandeng. "Ayo balik."

"Wilard tunggu! Lo nggak sopan banget sama bokap gue!" Daneev segera menghentikan Wilard yang hendak berbalik.

Wilard melirik Daneev dengan tanpa minat. "Sorry, kami ada urusan mendadak."

Daneev menatapnya bingung, kini Wilard benar-benar pergi bersama dengan Shankara dan Riki. Daneev sempat melihat manik bulat Wilard tadi berkaca-kaca, entah apa alasannya.

Janu menepuk pundak Daneev sekali hingga anak itu menoleh. "Ayo pulang, ibuk udah nungguin kita."

Daneev mengangguk pelan, membiarkan pundak nya dirangkul dan mengikuti langkah sang ayah menuju mobil mereka di parkiran.

Janu menghela nafas berat, ia sempat celingukan sebelum benar-benar masuk kedalam mobil. Sedikit berharap dapat melihat siluet Wilard kembali, rindunya masih belum terobati karena mereka hanya bertemu sebentar tadi.

Di perjalanan pulang pun Janu hanya fokus pada jalanan depan, membuat Daneev heran karena tidak biasanya ayahnya itu menjadi sangat tenang dan bahkan terlihat beberapa kali melamun menatap jalanan.

"Daneev, yang tadi itu mereka temen mu?" Akhirnya Janu mulai membuka obrolan.

"Dibilang temen sih sebenarnya bukan, kami nggak sedekat itu. Mereka anak geng sebelah jadi emang nggak deket sama Daneev."

Janu mengerutkan keningnya. "Geng sebelah?"

Daneev mengangguk. "Ayah tau Suarga? Geng besar yang dulu pernah Daneev ikutin?"

Janu berfikir sebentar, nama Suarga seperti tidak asing ditelinganya. Daneev pernah menceritakan nya dulu, kalau anak itu pernah menjadi salah satu anggota disana.

"Yang ayah panggil Wilard tadi itu Ketua nya yang sekarang."

CKIITT!!

"AGHH AYAH!"

Daneev memekik saat sang ayah secara tiba-tiba menginjak rem dengan kuat hingga ia nyaris jatuh tersungkur apabila tidak memakai sabuk pengaman. Daneev mengusap dadanya yang berdegup kencang akibat terkejut, ia menatap ayahnya dengan kesal.

"M-maaf, tadi ada kucing nyebrang jadinya ayah kaget." Alibi nya, merasa bersalah melihat wajah kesal Daneev.

Daneev mendengus, ia mengalihkan pandangannya ke kaca sampingnya. "Lah kita udah hampir sampai."

------

"Wilard tunggu, Wilard!"

Wilard menghentikan langkahnya tepat didepan pintu markas, ia berbalik menghadap Shankara. "Apa?!"

SUARGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang