Suarga
—28. Misi Penyelamatan—
------
Kita diberi nyawa untuk menciptakan coretan cerita, memilah takdir mana yang akan kita terima.
------
Sebatang kara meskipun kedua orangtuanya masih ada, itulah yang dirasakan Juyen saat ini. Beruntung semua teman-teman nya tidak pernah ragu untuk menawarkan segala jenis bantuan apapun itu untuknya, bahkan Kai meminta nya untuk tinggal bersama di apartemen nya.
Juyen dibuat merasakan kembali hidup berkat teman-teman nya, seolah yang lalu tidak pernah terjadi. Kehidupannya terus berjalan dan nyatanya Juyen tetaplah baik-baik saja.
Kakinya melangkah santai menyusuri trotoar, ia berjalan santai sembari memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana. Udara malam begitu dingin, Juyen mendongak menatap langit malam yang tertutup dengan awan mendung sehingga menambah kesan suram.
Juyen tadinya keluar sebentar untuk membeli rokok, memilih untuk berjalan kaki saja karena ingin sekalian jalan-jalan sejenak.
Hingga getaran pada ponsel nya membuat Juyen menghentikan langkahnya untuk merogoh saku celananya, mengeluarkan ponselnya untuk melihat Kai lah yang menelfon nya.
"Halo, bang?"
"Lo dimana? Lama amat nggak balik-balik?"
Juyen tertawa pelan, padahal ia sudah hampir tiba namun Kai selalu saja khawatir berlebihan terhadapnya. "Bentar lagi sampe, tinggal beberapa lang—"
BUGH!
Juyen tersentak, hantaman kuat ia rasakan mengenai kepala belakangnya. Belum sempat mencerna apa yang terjadi, kesadarannya sudah lebih dulu lenyap membuat tubuhnya limbung. Nyaris terjatuh kalau saja tidak ada tangan yang menangkapnya.
Suara dentuman itu terdengar jelas oleh Kai disaat sambungan telfon mereka masih tersambung, ia memekik memanggil Juyen berulang kali. Kai panik, ia berlari keluar dari apartemennya untuk menyusul Juyen.
Dan pandangannya menjadi kelam seketika melihat sosok Juyen yang kini di bopong beberapa orang dalam keadaan pingsan dan dimasukkan kedalam mobil asing, Kai kembali berlari dan menarik pundak salah satu orang disana. Mendaratkan pukulan keras pada wajahnya, Kai berusaha menghentikan aksi mereka yang hendak membawa pergi Juyen.
"Bajingan! Lepasin adik gue!" Pekik Kai dengan penuh amarah.
"Adik? Berarti gue beneran nggak salah target."
Kai mengeraskan rahangnya, menatap tajam beberapa orang yang kini mulai mengerubungi nya. Kai tidak bisa diam saja melihat pintu mobil yang sudah tertutup dengan Juyen didalamnya, ia hendak mengejar namun tendangan kuat ia rasakan mengenai punggungnya membuat Kai terperosok jatuh.
Kai bangkit, membenarkan kemeja nya sejenak. "Gue nggak tau siapa kalian, tapi kalian nggak bakal bisa membawa pergi adik gue!"
Salah satu dari mereka pun tertawa, menjatuhkan putung rokok nya yang sisa separuh dan menginjak nya begitu saja tepat dihadapan Kai.
"Kita lihat aja, sampai mana lo bisa mengejar adik kesayangan lo itu."
Dan tepat setelah itu Kai menoleh melihat mobil hitam yang langsung melaju dengan cepat itu, sekali lagi Kai berusaha untuk mengejar namun ada saja yang berniat menghentikannya.
Kai benar-benar panik, ia kalap menghajar orang-orang itu dengan amarah nya yang begitu membara. Bahkan Kai tidak memperdulikan dirinya sendiri yang begitu berantakan, Kai harus segera menyusul Juyen dan membawanya pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
SUARGA
Novela Juvenil-We Are Family- ------ Kami SUARGA, perkumpulan besar berisi manusia-manusia yang saling membutuhkan tumpuan. Kami menciptakan rumah impian kami bersama. Dan ini adalah kisah kami, kisah Suarga bersama dengan para petinggi dan anggotanya. ------ Sua...
