Suarga
—39. Mendamaikan Hati—
------
Jika kamu tiada, yang paling menderita adalah orang yang begitu tulus padamu.
------
Wilard menjalani hari-hari di sekolahnya dengan sedikit berbeda akhir-akhir ini, ia selalu memyambut pagi dengan begitu bahagia dan hati tentram. Meski kebiasannya yang sering tidur dikelas masih dilakukannya, setidaknya Wilard sudah tidak terlibat dengan masalah apapun dilingkungan sekolah.
Seperti saat ini, Wilard yang tengah menikmati waktu tidurnya pun dikejutkan dengan usapan lembut yang mengenai surainya. Wilard mendongak dengan malas, hanya karena ingin tau siapa pelakunya.
"Mau apa lo?" Tanya Wilard pada Riki yang berdiri di sampingnya.
"Ini udah jam istirahat, ayo makan di kantin!" Ajak Riki dengan tidak sabar, pasalnya ia sudah sangat lapar saat ini.
"Males dah, gue belum laper."
Riki berdecak, mulai memutar otak supaya Wilard mau ikut dengannya. Tidak mungkin ia akan membiarkan Wilard hanya tidur sepanjang hari tanpa makan siang terlebih dahulu, bisa-bisa Riki turut terkena amukan Shankara.
"Ayo! Nanti gue traktir mi ayam deh!"
"Yaudah ayo!" Wilard langsung bangkit sembari tersenyum lebar, kata mi ayam yang diucapkan Riki berhasil menarik perhatiannya.
Riki menggeleng heran sembari merangkul Wilard untuk berjalan menuju kantin, tau kalau sahabatnya itu masih sedikit mengantuk. Untung saja Wilard dikaruniai teman-teman yang royal dan berduit, cocok sekali untuk Wilard yang mata duitan.
Di kantin sudah ada teman-teman yang lain, mereka memang memilih untuk datang lebih dulu dan mencarikan meja yang cocok untuk mereka. Tampak Hega tengah mengobrol dengan Josev entah membicarakan apa, juga ada Juyen dan Syam yang saling bercanda ria.
Josev yang lebih dulu menyadari kedatangan Wilard dan Riki pun tersenyum lebar, menggeser tubuhnya agar Wilard bisa duduk disampingnya. Wilard pun menurut saja, juga membiarkan tangan Josev yang bergerak merapihkan surai nya.
"Lo abis tidur ya?" Tanya Josev melihat wajah bantal Wilard.
Wilard mengangguk pelan, ia hendak merebahkan kepalanya diatas meja namun Josev bergerak cepat menahannya. "Kotor!"
Wilard mendengus, ia masih mengantuk namun tidak bisa melewatkan traktiran mi ayam Riki yang begitu menggiurkan. Wilard memang selalu bersemangat jika tentang mi ayam, apalagi kalau dibelikan.
"Gue pesenin dulu, udah fiks ini ya yang lain?" Riki bertanya setelah Syam menyebutkan pesanan-pesanan mereka.
Syam mengangguk dan menunjukan jempolnya, membuat Riki langsung berbalik dan segera memesan makanan untuk mereka. Meski pesanan mereka nyaris sama semua, membuat Riki mudah sekali menghafal nya.
Wilard celingukan saat tidak menemukan sosok yang biasanya selalu menempel padanya, bahkan dari pagi pun Wilard belum juga bertemu dengannya.
"Shan tadi dipanggil sama wali kelasnya, ngomongin soal tugas." Hega pun langsung berucap, menjawab segala pertanyaan yang ada di kepala Wilard.
"Tuh guru apa nggak punya murid lain? Bang Kara mulu yang di rusuhin!" Ujar Wilard dengan setengah dongkol.
"Namanya juga murid kesayangan, bentar lagi juga pasti nyusul si Shan." Kini Josev yang menjelaskan, tidak tahan melihat raut kusut Wilard.
KAMU SEDANG MEMBACA
SUARGA
Teen Fiction-We Are Family- ------ Kami SUARGA, perkumpulan besar berisi manusia-manusia yang saling membutuhkan tumpuan. Kami menciptakan rumah impian kami bersama. Dan ini adalah kisah kami, kisah Suarga bersama dengan para petinggi dan anggotanya. ------ Sua...
