23. SURPRISE!

790 86 14
                                        

Suarga
—23. SURPRISE!—

------

Satu harapan ditahun ini, tumbuh lebih baik.

------

Shankara menghela nafas beberapa kali, telinganya berdenging karena kehebohan yang dilakukan teman-teman nya. Mereka berdebat panjang, tidak bisa dikatakan musyawarah dengan tenang seperti rencana mereka tadi.

BRAK! BRAK!

"DIEM WOEEE!!"

Senyap seketika, Tiyas mengangkat tinggi tangannya setelah menggebrak meja dan berteriak keras. Ingin sekali Tiyas menempeleng satu persatu orang disana, ribut sekali rasanya.

"Tenang, tenang! Ribut lagi gue lempar lo pada keluar dari markas!"

Ancaman itu berhasil membuat semuanya kicep seketika, bahkan Jiyon yang sebelumnya paling heboh pun langsung berkerut bersembunyi dibalik tubuh bongsor Riki. Tiyas tau Jiyon lah biang keroknya, pelopor paling heboh dan berisik.

Setelah memastikan semuanya tenang, Tiyas kembali duduk untuk mempersilahkan Simon yang hendak berbicara sedari tadi. Anak-anak Suarga ini liar sekali kalau tidak ada Ketua nya, bahkan Riki saja malah ikut-ikutan menambah keributan.

"Kita bagi tugas aja, beberapa orang stay di markas buat menata tempat disini dan yang lain nyiapin bahan-bahan yang bakal kita pake." Ujar Simon yang disimak baik oleh yang lain.

"Kita harus menyusun rencana juga buat ngerjain Wilard!" Ujar Jiyon dengan semangat.

"Kelamaan, kita ceplokin telor aja di kepalanya!" Saran Syam, menyampaikan ide sesat nya.

"Jangan, telor lagi mahal-mahal nya!" Ujar Hega tidak setuju.

Simon berfikir sejenak, menoleh pada Shankara yang sedari tadi tampak paling tenang sendiri. "Wilard udah pergi dari tadi?"

Shankara mengangguk, memang tadi Wilard pamit keluar bersama Juyen untuk membeli makanan. Dan jika dilihat dari perkiraan, bisa saja mereka akan kembali sebentar lagi.

"Kalo gitu kita harus cepet nyusun rencana, nggak ada waktu lagi!"

Simon menggerakkan tangannya memberikan kode agar yang lain semakin merapat padanya, mereka membuat lingkaran dan mulai mengumpulkan ide dari masing-masing orang. Mereka harus bergerak cepat sebelum Wilard dan Juyen kembali dan membuat musyawarah mereka bubar.

Shankara mendengarkan dengan seksama, sesekali berucap jika ditanya sesuatu tentang Wilard. Shankara juga sama bersemangat nya seperti yang lain, menyusun rencana sebaik mungkin.

"Oke sip! Udah deal ini?" Tanya Kai memastikan, ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan.

"Deal banget inimah, tinggal eksekusi!" Jawab Riki.

Dan tepat tak lama kemudian setelah itu, sosok Wilard muncul sembari membawa banyak bungkusan. Juyen mengikutinya dari belakang, ia sempat saling mengedip dengan Riki yang menatap kedatangannya.

Wilard dengan riang menghampiri, menaruh bungkusan itu diatas meja. "Kita makan sekarang!!"

Yang lain pun bersorak senang, mulai membuka dan menata makanan itu diatas meja. Disaat-saat seperti inilah yang begitu disukai oleh para anggota Suarga, kebersamaan mereka yang begitu hangat berkumpul sembari menikmati makan bersama.

"Banyak banget Wil!" Ujar Jiyon dengan senang, ia sempat saling bertatapan dengan Hega.

"Iya lah, biar semua kenyang!" Jawab Wilard, membawa satu piring ditangannya. Berencana berbagi piring bersama dengan Shankara.

SUARGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang