Suarga
—47. Persidangan—
------
Menyelami semua masalah sembari mengumpati nya.
------
"Katakan saja yang sebenarnya, kamu memaksa dia?"
Wilard menghembuskan nafasnya dengan jengah, memilih untuk mengalihkan pandangan nya. Dan hal itu membuat petugas di hadapannya kesal dan menggebrak meja, Wira terus saja mengelak dari tuduhan.
"Cukup akui saja, kenapa kamu terlalu keras kepala?"
"Karena saya nggak bersalah, sudah saya katakan berulang kali kalo saya cuman dijebak!"
Petugas itu menatap Wilard dengan serius, ia menjadi penasaran karena Wilard masih saja mengelak dan mengatakan kalau dirinya hanya dijebak. "Tapi kamu tidak bisa membuktikan hal itu."
"Saya punya saksi, dan dia bakal dateng di persidangan nanti."
"Hasil visum korban akan keluar hari ini, jika memang terbukti kamu melakukan pelecehan seksual maka kamu akan benar-benar digiring ke jeruji besi."
Wilard meremat kepalan tangannya, berusaha tetap tenang meski jantungnya bertalu dengan cepat. "Periksa tubuh saya juga."
"Apa?"
"Kita bisa tes urine, atau apapun itu untuk memeriksa tubuh saya. Karena saya tidak berbohong, saya diberi semacam obat yang membuat saya tidak sadar." Ujar Wilard dengan serius, berharap polisi dihadapannya bisa menaruh kepercayaan padanya.
"Kamu bebal ya." Polisi itu tersenyum, merasa tertarik dengan pemuda dihadapannya.
"Kamu bilang diberi obat, tapi kamu terlihat menikmatinya?" Lanjut polisi itu dengan nada jahil, berniat memancing Wilard.
"Pak, saya cuman laki-laki normal pada umumnya. Memangnya ada kucing yang akan menolak saat disuguhi ikan asin?"
Petugas berseragam itu tertawa pelan, membenarkan ucapan Wilard. "Saya suka ini, kamu sangat berterus terang."
Wilard menyandarkan punggungnya pada sandaran bangku, ia mulai merasa engap dalam ruangan sempit ini. Kalau boleh jujur, Wilard tidak betah jika harus berlama-lama di tempat ini. Karena Wilard benar-benar ditahan dibalik jeruji dengan posisi tangan yang sering terborgol, namun tidak ada yang bisa ia lakukan lagi selain berharap teman-teman nya akan membantu.
Tak lama kemudian pintu terbuka dari luar, Wilard turut mengalihkan pandangannya. Dan disaat itu juga lah Wilard dibuat terkejut karena sosok Lino lah yang masuk ke dalam ruangan introgasi dengan santainya, mendekat dan memperhatikan kamera yang sedari tadi merekam pengakuan dari Wilard.
"Pak Lino, ada yang bisa saya bantu?"
Lino melirik singkat lalu menggeleng. "Saya yang mengambil alih kasus anak ini mulai sekarang, saya yang akan melanjutkan nya."
Petugas itu mengangguk paham dan segera keluar dari sana, membiarkan Lino menggantikan tugas nya. Lino mendudukkan dirinya berhadapan dengan Wilard, memperhatikan pemuda itu dengan sorot teduh.
"Pucat banget, kamu sakit?"
Wilard menggeleng pelan. "Nggak, om."
Lino tersenyum tipis. "Disini nggak enak ya? Kamu mau cepetan pulang?"
"Om serius nanya gitu?" Bukannya menjawab Wilard malah balas bertanya membuat Lino tertawa pelan.
"Tenanglah Wilard, temen-temen mu lagi mengusahakan biar kamu cepetan bebas dari sini. Kamu nggak perlu khawatir, saya disini buat bantu kamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
SUARGA
Novela Juvenil-We Are Family- ------ Kami SUARGA, perkumpulan besar berisi manusia-manusia yang saling membutuhkan tumpuan. Kami menciptakan rumah impian kami bersama. Dan ini adalah kisah kami, kisah Suarga bersama dengan para petinggi dan anggotanya. ------ Sua...
