Suarga
—08. Penyelesaian—
------
Kita benahi, pelan-pelan seperti biasanya.
------
Jico melipat kedua tangannya didepan dada, dihadapannya kini ada Tiyas yang tengah mengamuk pada sosok Danu. Baru kali ini Tiyas diperbolehkan untuk menemui Danu, tentu saja atas izin Jico yang tetap mengawasi dari jauh.
Tiyas mengusap kasar surai nya, sungguh ia saat ini merasa sangat frustasi pada Danu. Wajah babak belur Danu membuatnya iba sesaat, bagaimanapun ia sudah menganggap Danu sebagai saudara nya sendiri. Dan penghianatan ini sungguh melukai kepercayaan nya.
Tiyas menghela nafas, ia lelah mengoceh panjang sedari tadi. Melihat Danu yang hanya menunduk, Tiyas bisa menebak kalau anak itu tidak berani menatapnya.
"Danu, gue nggak bisa belain lo kalo lo yang salah disini. Maaf, tapi lo bakal didepak dari Suarga." Ujar Tiyas pada akhirnya.
Danu meremat kepalan tangannya sendiri, meski ia sudah tau itu tapi mendengarkannya langsung dari mulut Tiyas sungguh berbeda sekali rasanya.
"Sekarang terserah lo, gue bukan penggerak lo lagi. Terserah lo mau ngapain, asal jangan usik kami lagi. Gue kecewa sama lo, tapi gimanapun juga makasih buat semua usaha lo dulu." Tiyas berujar pelan sebelum berlalu keluar dari sana.
Jico hanya melirik kepergian Tiyas, ia kini melangkah mendekati Danu. Meneliti keadaan Danu saat ini, Tiyas bisa menebak Riki lah yang memberikan hukuman pada anak itu. Karena Riki lebih menargetkan wajah, bukan seperti Simon yang tidak bertele-tele langsung mendaratkan rotan andalannya.
"Terus terang gue nggak nyangka, lo dikasih kepercayaan tapi malah begini."
Mendengar nada tajam Jico membuat Danu sedikit mendongak guna menatap mantan Ketua nya itu. Raut wajah Jico memang tetap tenang, namun Danu yau kalau pemuda itu tengah menahan amarahnya saat ini.
"Lo butuh kesempatan kedua?"
Danu tersentak, sepenuhnya menatap Jico dengan sorot kaget. "Gue bakal dapet kesempatan kedua?"
Jico tersenyum miring, mengalihkan pandangannya sejenak seolah tengah berfikir. "Bagaimana ya, yang lo lukain kemarin itu adalah mantan anggota Suarga. Dan mungkin lo belum tau soal ini, Daneev itu salah satu sepupu gue."
Manik Danu membulat, tidak menyangka sama sekali. Dan melihat reaksinya membuat Jico tersenyum sinis, merunduk untuk menyentuh dagu milik Danu sehingga mereka saling bertatapan.
"Lo masih berani meminta kesempatan kedua, huh?"
Hanya itu yang bisa Jico ucapkan lagi, ia melangkah mundur dan keluar dari sana. Kembali mengunci ruangan itu dan membiarkan Danu yang lagi-lagi terkurung disana sendirian.
Jico hendak mengembalikan kunci itu namun kehadiran Wilard beserta yang lainnya membuatnya terhenti seketika, pemuda yang lebih muda darinya itu menatap datar Jico yang baru saja selesai mengunci pintu.
"Gue nggak ngapa-ngapain, cuman nemenin Tiyas yang pengen ketemu sama Danu." Jico segera klarifikasi sebelum Wilard mengajukan pertanyaan.
Wilard mengulurkan tangannya meminta kunci itu kembali, ia memang sudah menduga sejak melihat Tiyas yang keluar dari markas dengan raut kusut. Wilard melemparkan benda kecil itu pada Riki yang menatapnya dengan bingung.
"Keluarin dia, kita udah nggak ada urusan apapun lagi."
Riki mengerjab. "Beneran? Lo nggak butuh informasi apapun lagi? Lo bahkan belum menemui dia."
KAMU SEDANG MEMBACA
SUARGA
Novela Juvenil-We Are Family- ------ Kami SUARGA, perkumpulan besar berisi manusia-manusia yang saling membutuhkan tumpuan. Kami menciptakan rumah impian kami bersama. Dan ini adalah kisah kami, kisah Suarga bersama dengan para petinggi dan anggotanya. ------ Sua...
