Suarga
—37. Bebalnya Wilard—
------
Kita akan terus hidup, sembari sesekali mengatai tingkah laku manusia.
------
Wilard sudah kembali ke sekolah, menjalani hari-hari membosankan sebagai rutinitas nya. Wilard menumpukan kepalanya diatas meja dengan menjadikan tasnya sebagai bantal. Wilard mengantuk sekali, semalam ia begadang untuk menyelesaikan game online nya.
Baru saja hampir terlelap, Wilard dikejutkan dengan sekotak susu dan sebungkus roti yang diletakkan diatas meja nya. Wilard mendongak, menatap bingung Vegan yang tersenyum padanya.
"Sebentar lagi bel masuk bunyi, jangan tidur." Ujarnya, mengingatkan Wilard.
"Gue ngantuk." Wilard berucap dengan malas.
"Gue beliin susu sama roti, di makan ya! Lo butuh nutrisi yang cukup kalo mau belajar, biar bisa fokus!"
Wilard mendengus, meneliti susu dan roti itu sebelum akhirnya mengangguk. "Yaudah, makasih ya."
Vegan mendudukkan dirinya berhadapan dengan Wilard yang mulai membuka bungkusan rotinya, Vegan berhasil menggagalkan rencana tidur Wilard.
"Gue denger lo kemarin sakit ya? Sampe nggak berangkat beberapa hari."
"Iya, tapi sekarang udah aman." Jawab Wilard sekenanya, melahap roti itu dengan santai.
Namun kunyahan Wilard terhenti seketika saat merasakan sesuatu di lidahnya, ia memberanikan diri untuk melihat isian roti tersebut. Wilard membulatkan matanya, isian selai nanas itu sungguh merusak cita rasa rotinya.
Vegan yang melihat raut wajah aneh Wilard pun dibuat bingung. "Kenapa Wil?"
Wilard menggeleng, sungguh ia tidak bisa menelan roti tersebut. Hingga sebuah telapak tangan terulur tepat didepan bibirnya, Wilard yang sudah berkaca-kaca pun mendongak untuk menatap Riki yang baru saja tiba.
"Muntahin, jangan di telen!"
Wilard sempat ragu, namun akhirnya ia menurut untuk memuntahkan sisa roti itu di telapak tangan Riki. Setelahnya Wilard langsung membuka susu yang diberikan Vegan dan meminumnya dengan cepat untuk menghilangkan rasa nanas pada lidahnya.
Riki segera keluar untuk mencuci tangannya didepan kelas, ia sama sekali tidak merasa keberatan melakukannya. Riki sudah curiga melihat wajah Wilard yang langsung memucat ketika menggigit roti itu, dan ternyata dugaannya benar.
"Lo alergi nanas?" Tanya Vegan dengan hati-hati.
Wilard menggeleng. "Nggak, tapi gue juga nggak tau kenapa kok nggak bisa makan apapun olahan nanas."
Riki kembali menghampiri guna memeriksa keadaan Wilard, untung saja ia bergerak cepat saat tau Wilard sudah terlanjur melahap roti itu tanpa memperhatikan isiannya terlebih dahulu.
"Jangan sembarangan nerima makanan dari orang asing, lo nggak tau apa yang bakal terjadi." Ujar Riki mengingatkan Wilard.
Yang mana ucapannya membuat Vegan tersindir selaku yang memberikan makanan itu pada Wilard, ia meremat kepalan tangannya sendiri sewaktu Riki meliriknya dengan sinis.
"Sorry, gue tau Vegan nggak bermaksud gitu karena dia nggak tau. Emang gue aja yang ceroboh nggak lihat-lihat dulu." Ujar Wilard, mengulurkan tangan dan menepuk lengan Vegan beberapa kali.
"Maaf, Wilard. Gue beneran nggak tau soal itu, gue bakal tanggungjawab!" Vegan berucap dengan serius, membuat Wilard tertawa pelan.
"Lo mau tanggungjawab gimana, hm?"
KAMU SEDANG MEMBACA
SUARGA
Novela Juvenil-We Are Family- ------ Kami SUARGA, perkumpulan besar berisi manusia-manusia yang saling membutuhkan tumpuan. Kami menciptakan rumah impian kami bersama. Dan ini adalah kisah kami, kisah Suarga bersama dengan para petinggi dan anggotanya. ------ Sua...
