Suarga
—05. Penghianat—
------
Hancurkan saja kepercayaan nya, maka kau tidak akan mendapatkan kesempatan kedua.
------
Jangan ditanya bagaimana keadaan markas Suarga kala itu, benar-benar berantakan. Wilard bahkan sampai lemas, ia memperhatikan semua orang yang berada disana.
Simon segera mendekat dan menepuk pundak Wilard sekali. "Jangan khawatir, nggak ada yang luka parah."
Wilard hanya diam saja, jelas ia melihat adanya luka baret yang menghiasi pipi Simon. Wilard mengeraskan rahangnya, mengalihkan pandangannya pada beberapa orang yang menjadi pelaku penyerangan mereka.
"Bajingan lo! Jadi begini cara kalian buat membalas?!" Wilard menggertak dengan keras.
Sosok itu tertawa sinis, menatap Wilard dengan remeh. "Lo yang bajingan, Ketua baru tapi nggak becus!"
Wilard tersentak, ia segera mengangkat tangannya untuk mengkode para anggotanya yang sudah semakin marah tidak terima dengan penghinaan itu. Wilard menarik nafas dalam, berusaha merendam emosi nya.
"Apa maksud lo, sialan?!" Hega bertanya dengan marah.
"Jangan pura-pura nggak tau, kami nggak bakal menyerang kalo kalian nggak ngusik duluan!"
Wilard mengerutkan keningnya, merasa ada yang janggal. Pasalnya ia tidak ingat kalau Suarga bergerak tanpa sepengetahuan nya, semuanya berjalan normal dan tidak ada yang mencurigakan. Dan mendengar hal itu membuat Wilard memutar otak dengan cepat.
"Anggota gue babak belur kalian keroyok, lo pikir siapa yang memulai lebih dulu?!"
Julian, sosok yang tidak disangka-sangka itu kembali hadir. Mengobrak-abrik markas Suarga bersama dengan para anggotanya, dengan alasan yang masih belum jelas.
"Lo punya bukti?" Wilard tetap tenang bertanya.
Julian merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah benda dari sana, ia melempar nya dan berhasil ditangkap dengan sempurna oleh Wilard.
"Itu identitas kalian, kan? Gue nemuin itu pas nolongin anggota gue. Jadi maksud kalian apa? Kalian setuju dan tanda tangan di surat perdamaian, kenapa kalian malah menghianati kami?" Julian berujar dengan nada yang lebih lembut, namun tatapannya masih menyorot marah.
Wilard memperhatikan bandul kepala cheetah itu dengan teliti, ia lalu menghela nafas panjang. Wilard bisa merasakan kalau Julian sangatlah kecewa saat ini, ia sendiri juga tidak bisa membela diri dan kelompoknya apabila memang dugaan Julian benar adanya.
"Biar gue siasatin dulu, terlepas dari benar atau tidaknya gue tetep minta maaf atas pengeroyokan anggota lo."
Para anggota Suarga kompak terkejut mendengar ucapan Wilard, tidak menyangka kalau Ketua mereka akan dengan mudahnya berucap maaf disaat kebenarannya belum terpecahkan. Kai bahkan sampai melangkah mendekat dan menarik pundak Wilard.
"Lo mengalah? Lo mengakui kesalahan yang bahkan belum tentu kita yang melakukan?!" Kai menggertak, berusaha membuat Wilard sadar.
"Tenanglah, bang. Gue—"
"Kita dituduh! Dan lo nggak membela Suarga sama sekali!"
Wilard terdiam sejenak, sorot matanya menajam menatap Kai. "Gue nggak tolol, gue sadar dengan apa yang bakal gue lakukan. Gue Ketuanya disini, kalo lo lupa!"
Melihat bagaimana sengitnya Wilard dan Kai membuat Jico langsung menarik mundur Kai, tidak ingin Wilard menjadi mengamuk dan menghancurkan markas mereka yang sudah berantakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
SUARGA
Teen Fiction-We Are Family- ------ Kami SUARGA, perkumpulan besar berisi manusia-manusia yang saling membutuhkan tumpuan. Kami menciptakan rumah impian kami bersama. Dan ini adalah kisah kami, kisah Suarga bersama dengan para petinggi dan anggotanya. ------ Sua...
