48. Cheetah Nya Suarga

692 101 92
                                        

Suarga
—48. Cheetah Nya Suarga—

------

Kalau kau berbicara menggunakan otak, saya mendengar mu lewat hati. Menelan caci maki mu dengan lahap.

------

Brayan tidak bisa fokus saat di kafe, pikirannya berkelana dengan gusar. Brayan menghela nafas panjang, sadar kalau ia harus tetap tenang disaat banyak pengunjung di kafe.

Brayan menatap gelang yang saat ini ia gunakan, benda yang seharusnya hanya dimiliki oleh Ketua Suarga saja. Brayan pernah menjadi pemiliknya dulu, sebelum akhirnya Jico berhasil merebutnya. Pikirannya kembali berkelana kala teringat dengan masa lalu, kisahnya di Suarga memang tidak bisa dikatakan baik.

"Bang Brayan!"

Brayan menoleh saat salah satu pegawainya menghampiri dengan panik, ia segera bangkit dari duduknya. "Ada apa?"

"Ada kerusuhan di depan, sekelompok orang teriak-teriak nyariin lo. Gue nggak tau mereka ngapain tapi mereka bikin berantakan kafe dan pengunjung jadi pada takut!"

Brayan membulatkan matanya, ia segera berlari untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi di kafe nya. Padahal semulanya semua berjalan baik-baik saja. Dan Brayan dibuat terkejut melihat gerombolan yang begitu ramai menyerbu kafe nya, ia langsung tau siapa orang-orang itu.

"Lama bener lo!"

Jiyon, pemuda itu menyenderkan sebuah tongkat bisbol ke pundaknya. Jiyon berada dibarisan paling depan, ia memasang raut sesombong mungkin ketika Brayan akhirnya menunjukkan batang hidung nya.

"Apa yang kalian lakuin disini?" Tanya Brayan dengan waspada.

"Aishh pake nanya lagi lo!"

BRAK!

Jiyon menendang kuat salah satu pot bunga di samping nya, membuat benda itu langsung pecah seketika. "Kami kesini berniat bertamu, dan lo harus menyambut kami dengan baik!"

Brayan meremat kepalan tangannya, menatap tajam Jiyon. "Jangan buat kerusuhan disini, lo bikin pengunjung kafe jadi takut!"

"Peduli apa gue?" Jiyon terkekeh sinis, ia menyempatkan diri untuk melirik ke arah teman-teman nya sebelum menggeser tubuhnya dan mempersilahkan orang lain untuk menggantikan posisi terdepan.

Para anggota Suarga pun kompak memberikan jalan pada sang pemimpin, Ketua besar mereka yang akhirnya dapat kembali pada barisan terdepan Suarga.

Brayan mengerutkan keningnya, menunjuk orang didepannya dengan kasar. "Lo?! Gimana bisa lo bebas, Wilard?!"

Wilard menarik sudut bibir nya, menikmati raut wajah terkejut Brayan. "Gue nggak semudah itu bisa ditahan, lo pikir gue kucing yang bisa dengan mudah nya ditangkep? Lo salah kalo mikir gitu, karena gue itu cheetah nya Suarga!"

Brayan jelas terkejut bukan main, sama sekali tidak berpikir bahwa Wilard akan berada disini dengan tampang pongah nya. Padahal Brayan sudah yakin sekali bahwa Suly akan memenangkan debat di persidangan, namun nyatanya kini Wilard dapat kembali berkeliaran dengan bebasnya.

Wilard menyugar surainya sehingga menampilkan kening mulus nya, sebenarnya ia saat ini masih lelah dan butuh istirahat setelah debat panjang di persidangan. Namun Wilard sudah berniat untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya, dengan begitu ia membawa semua anggota nya untuk langsung menyerbu Brayan.

"Jadi ini yang lo ajarin ke anggota-anggota lo? Main keroyokan?" Tanya Brayan dengan sinis.

Wilard tertawa pelan. "Lo tau kan kalo main keroyokan itu salah, dan lo juga pasti tau kan kalo Suarga nggak bakal bergerak menyerang andai kalo nggak diganggu duluan. Apa gue salah?"

SUARGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang