Suarga
—36. Hukuman Untuk Wilard—
------
Beliau lupa, manusia lainnya memiliki hati perasa.
------
Wilard tidak ingat dengan apa yang terakhir kali dilakukan nya, semua ingatannya terasa tumpang tindih didalam kepala. Wilard bangun dengan tubuh yang terasa tidak nyaman, juga kepala nya yang pusing membuat Wilard meringis sembari mendudukkan tubuhnya.
Kedua maniknya mengerjab, menyadari kalau saat ini ia tengah berada di kamar markas sendirian. Wilard mencoba turun dari kasur meski dengan sedikit sempoyongan, ingin keluar untuk menemui yang lain.
Namun beberapa kali mencoba Wilard tidak bisa membuka pintunya, Wilard langsung menduga kalau seseorang telah menguncinya dari luar dan tidak menyadari kalau Wilard masih didalam sendirian. Wilard pun menggedor nya, memanggil siapapun yang bisa membantunya keluar dari sana.
Hingga tak lama pintu itu benar-benar terbuka dari luar, sosok Josev masuk sembari membawa nampan ditangannya. Melihat wajah pucat Wilard membuat Josev segera menuntun Wilard untuk kembali duduk di atas kasur.
"Gue bikinin sup buat lo, dimakan dulu keburu dingin."
Wilard bingung namun tetap mengangguk menerima semangkuk sup dengan isian ayam dan beberapa sayuran yang dibuatkan oleh Josev.
"Gue tau dari Jiyon, katanya sup ayam bagus buat nalangin hangover kayak lo." Ujar Josev lagi, tangannya terulur merapihkan surai Wilard yang berantakan.
"Hangover? Emangnya gue separah itu?" Tanya Wilard dengan heran.
"Lo semalem muntah-muntah, itu udah terbilang parah dan pasti rasanya nggak nyaman banget di badan lo."
Memang benar, Wilard tidak menyangkal. Rasanya begitu pengar dan perutnya sedikit mual, ia mulai memakan sup hangat nya.
Josev memang selalu tanggap jika masalah begini, meskipun ia sendiri juga dibuat kesal dan khawatir ketika melihat Wilard yang tiba di markas dengan posisi mabuk parah. Padahal selama ini Wilard lah yang paling menghindari hal-hal semacam itu, pantas saja Shankara sampai dibuat marah.
"Ini enak banget, lo harus jadi chef!" Puji Wilard, ia tidak berbohong karena begitu menikmati sup buatan Josev.
Josev mengulas senyum. "Bakal gue pertimbangkan."
Josev menemani Wilard sampai benar-benar menghabiskan sup nya, juga membantu Wilard untuk minum dengan perlahan. Wilard sudah terlihat lebih membaik dibanding semalam, Josev sedikit tidak menyangka kalau Wilard akan sampai mabuk separah itu.
"Kenapa lama banget?"
Keduanya menoleh, menemukan sosok Shankara yang berdiri diambang pintu sembari melipat kedua tangannya didepan dada. Raut wajah Shankara begitu tidak mengenakkan dilihat, Wilard sampai heran dengan apa yang terjadi dengan kakaknya itu.
"Oh, gue nemenin Wilard dulu seben—"
"Udah kan? Lo bisa keluar sekarang."
Ucapan Josev terpotong oleh Shankara, ia berdesis pelan sebelum akhirnya bangkit dan mendatangi Shankara. Yang mana hal itu membuat Wilard kebingungan, ia ikut bangkit namun ucapan Shankara selanjutnya membuat Wilard berhenti bergerak seketika.
"Berhenti, siapa yang nyuruh lo buat berdiri?"
Wilard mengedipkan matanya lalu mengedikkan bahu. "Nggak ada yang nyuruh, gue mau keluar."
KAMU SEDANG MEMBACA
SUARGA
Fiksi Remaja-We Are Family- ------ Kami SUARGA, perkumpulan besar berisi manusia-manusia yang saling membutuhkan tumpuan. Kami menciptakan rumah impian kami bersama. Dan ini adalah kisah kami, kisah Suarga bersama dengan para petinggi dan anggotanya. ------ Sua...
