50. Bersama Suarga

778 110 77
                                        

Suarga
—50. Bersama Suarga—

------

We are one!

------

Hari-hari semakin terlewati dengan lebih lancar dan tenang, Wilard beserta yang lainnya sungguh menikmati segala ketentraman ini. Seiring waktu berjalan, mereka semakin kuat, mengutamakan solidaritas tinggi untuk saling merangkul dan menguatkan.

Wilard bahkan lebih sering bermalas-malasan di markas bersama dengan yang lain, asal mereka selalu bisa saling menyempatkan diri untuk berkumpul saja sudah lebih dari cukup.

Wilard menyamakan posisinya yang tengkurap diatas kasur, siap kembali menjemput mimpi. Namun beban berat ia rasakan nenindih tubuhnya, Wilard memilih abai karena berfikir teman-teman nya memang sering menjahili seperti itu.

Sayangnya beban yang dirasakannya semakin bertambah, membuat Wilard mulai terusik dan bergerak rusuh. Wilard berusaha menengok ke belakang untuk melihat siapa yang menindih nya, dan tak lama pun ia menggeram pelan melihat sosok Wakil nya dan juga Captain nya yang malah kompak mengambil tempat diatas Wilard.

"Ughh sana! Jangan ganggu gue!" Ujar Wilard dengan kesal.

"Males, pengen tidur!" Riki yang menjawab dengan gampang nya.

"Lo tidur ditempat lain kan bisa!"

"Nggak mau, maunya disini!" Kini Jiyon oun ikut menjawab.

Wilard yang mulai merasa sesak pun semakin bergerak rusuh, berusaha mendorong dua orang titan yang mengganggunya. "Sanaaaa!"

Riki dan Jiyon kompak tertawa setelah berhasil membuat sang Ketua kesal, mereka kompak berguling dan membiarkan Wilard kini terduduk dengan penampilan yang berantakan. Terlihat masih begitu lesu karena mengantuk dan surai nya yang semrawut.

Wilard sendiri sudah sangat lelah menghadapi tingkah para anggotanya. Kalau kalian berfikir Wilard akan dibujuk dengan cara yang romantis, maka kalian salah. Mereka kompak menempeli Wilard dan terus saja membujuknya agar Wilard mau memaafkan mereka. Tentu hal itu membuat Wilard kewalahan mengingat ia hanya sendiri, dan harus menghadapi segala tingkah aneh teman-teman nya.

"Uluh uluhh gemes nya meong satu ini!"

Wilard melirik kesal pada Riki yang kini merapihkan surai nya dengan telaten.

"Sana jauh-jauh, kalian nggak bisa ya biarin gue tenang sebentar aja?!"

Riki mengedikkan bahunya dengan acuh. "Ini namanya bentuk kasih sayang."

"Heleh, bilang aja kalo lo emang niat gangguin gue!" Wilard segera turun dari kasur saat tau Jiyon dan Riki hendak menerjang nya lagi, ia segera berlari keluar untuk menyelamatkan kewarasan nya.

Namun baru beberapa langkah ia keluar dari kamar, Wilard dibuat terkejut saat tiba-tiba tubuhnya terangkat dalam gendongan seseorang membuatnya secara spontan langsung memeluk leher orang yang menggendong nya.

"Bang Jico!" Pekiknya, membuat Jico yang tengah membenarkan posisi Wilard dalam gendongan nya pun menatap Wilard dengan bertanya.

"Kenapa lo lari-lari? Nanti jatuh."

"Gue lari buat menyelamatkan kewarasan gue, bang."

Jico menaikkan sebelah alisnya, dan kebingungan nya pun terjawab saat melihat Jiyon dan Riki keluar dari kamar menghampiri mereka.

"Kalian gangguin Wilard lagi?"

Keduanya hanya bisa menampilkan cengiran masing-masing, terlihat begitu mencurigakan seperti maling yang baru saja ketahuan.

SUARGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang