Suarga
—45. Penangkapan—
------
Tetaplah melanjutkan hidup yang penuh resiko.
------
Shankara jelas tidak bisa diam saja sewaktu tau kalau Wilard berniat untuk menantang para anggotanya seorang diri, tidak ingin membuat keadaan semakin runyam. Shankara tau jelas kalau Wilard tengah marah besar saat ini, namun ia juga tidak bisa membenarkan sikap Wilard.
Dan dengan begitu Shankara menarik Wilard untuk menjauh dari yang lain, sebelum benar-benar terjadi keributan antara Ketua dan anggota nya itu. Shankara mengajak Wilard untuk keluar dari markas, berniat untuk meredakan amarah Wilard terlebih dahulu.
"Lepasin gue, bang!"
Shankara menghentikan langkahnya tanpa melepaskan pegangannya pada lengan Wilard, adiknya itu menunduk dengan nafas yang masih tersengal.
"Wilard, gue mau lo tenangin diri lo dulu buat saat ini." Ujar Shankara dengan pelan.
"Lo bahkan ikut curiga kayak mereka, apa gue terlihat sebajingan itu di mata lo?"
Shankara tertegun, namun ia segera menggeleng untuk menjawab pertanyaan Wilard. "Nggak, gue nggak bermaksud gitu. Tapi video itu jadi satu-satunya bukti kuat yang bisa aja menyudutkan lo, semua orang bakal langsung bilang kalo lo pelakunya kalo video itu tersebar luas."
Wilard memejamkan matanya sembari menarik nafas panjang, semuanya terasa begitu rancu didalam kepalanya. Wilard tau kalau saat ini para anggotanya pasti tengah salah paham dengannya, namun untuk membela diri pun rasanya begitu sulit untuk Wilard.
"Wilard, jelasin ke gue semuanya tentang apa yang terjadi sama lo sebelum ini."
"Apa yang pengen lo tau? Gue dijebak sama Suly, gue nggak tau apa yang dia campurin ke minuman gue dan semuanya terjadi gitu aja. Gue benci banget kalo harus inget hal itu." Wilard dengan jengah pun mulai menjelaskan.
"Suly? Dia gerak sendirian?" Tanya Shankara dengan heran.
"Nggak, dia sama pacarnya. Bahkan gelang punya gue sekarang diambil sama dia, gue belum tau apa niatan dia sebenernya selain bantuin Suly buat bales dendam."
Shankara mengerutkan keningnya, merasa ada yang aneh dari penjelasan Wilard. Namun melihat raut lelah sang adik membuat Shankara menjadi tidak tega untuk terus menuntut cerita dari Wilard.
"Ayo pulang, kita pikirin ini lagi nanti kalo lo udah mendingan." Shankara berujar dengan lembut, meraih tangan Wilard untuk ia gandeng.
"Nggak ada yang percaya sama gue, ya?"
Namun Wilard salah mengartikan sikap Shankara, kedua pundaknya semakin meluruh dengan lesu. Wilard berpikir kalau Shankara tidak lantas percaya begitu saja dengan penjelasannya, bisa saja Shankara lebih percaya dengan potongan video yang terlihat lebih meyakinkan itu.
"Wilard, gue tau lo nggak bohong. Gue mengenal lo dengan baik, gue yakin lo nggak bakal bertindak ceroboh kayak gitu."
Wilard mulai merasakan kedua matanya memanas, ia segera menerjang tubuh sang kakak untuk dipeluknya. Wilard menyembunyikan wajahnya di dada Shankara, dadanya saat ini terasa begitu sesak dan Wilard butuh pelampiasan dari kegundahan hatinya.
Shankara mengusap surai belakang Wilard, membiarkan Wilard bertahan dalam posisi seperti ini untuk beberapa saat. Hingga Shankara merasakan kaos bagian depannya mulai basah, disusul dengan suara isakan lirih dari Wilard. Shankara menghela nafas, membalas pelukan Wilard tak kalah erat untuk menenangkan sang adik.
KAMU SEDANG MEMBACA
SUARGA
Teen Fiction-We Are Family- ------ Kami SUARGA, perkumpulan besar berisi manusia-manusia yang saling membutuhkan tumpuan. Kami menciptakan rumah impian kami bersama. Dan ini adalah kisah kami, kisah Suarga bersama dengan para petinggi dan anggotanya. ------ Sua...
