Suarga
—49. Membujuk Ketua—
------
Apa angry language kamu?
------
"Wilard?"
Yang dipanggil pun menoleh sejenak sebelum kembali memainkan bulu lembut milik Simba yang tertidur nyaman di pangkuannya, memilih untuk mengabaikan seseorang yang berdiri di belakang nya.
Shankara menghela nafas, mendekat dan duduk berhadapan dengan Wilard. Shankara tau Wilard masih dalam keadaan mood yang buruk, itulah mengapa Shankara memutuskan untuk menyusul dan menemaninya.
"Adek?"
Wilard pun mendongakkan kepalanya, menatap Shankara yang tersenyum padanya. "Iya, abang?"
"Wilard masih marah?" Tanya Shankara dengan hati-hati.
Wilard mengangguk pelan. "Iya, masih marah."
Shankara tertawa pelan, merasa gemas dengan sikap Wilard yang berterus terang. "Udahan ya marahan nya, yang lain pengen baikan tuh."
Wilard merengut dan mengerucutkan bibirnya. "Nggak mau, masih mau marah."
Shankara menghela nafas, maniknya melirik kearah pintu dimana beberapa orang tengah mengintip ke arahnya. Shankara menggeleng pelan untuk memberitahu bahwa ia gagal membujuk Wilard.
"Lo ngomong mau apa buat maafin mereka, nanti pasti dikasih!" Bujuk Shankara lagi.
"Nggak mau apa-apa." Jawab Wilard dengan nada kesal, ia lalu bangkit dengan membawa Simba dalam gendong nya.
Shankara ikut bangkit, merangkul pundak Wilard agar tidak menoleh pada pintu dan membuat yang lain ketahuan. "Yaudah, mending sekarang kita istirahat aja ya?"
Wilard mengangguk dan membiarkan Shankara yang kini mengajaknya masuk kedalam kamar. Namun baru saja tiba dikamar, Wilard dikejutkan dengan banyaknya makanan dan minuman diatas kasur yang tertata rapi. Wilard melongo, Shankara disamping nya pun ikut terkejut dengan hal itu.
"Dari lo, bang?"
"Buk—"
"Dari gue!'
Keduanya berbalik dan menemukan sosok Josev yang berdiri diambang pintu, pemuda itu mengusap tengkuknya dengan canggung melihat tatapan bingung Wilard.
Wilard masih bisa melihat lebam samar di sisi wajah Josev, hasil dari pukulannya. Sepertinya Josev berniat meminta maaf dengan cara seperti ini, ia juga terbiasa memberikan makanan-makanan yang disukai Wilard.
"Buat lo, kalo ada hal lain yang lo mau langsung bilang ke gue aja!"
Wilard terdiam sejenak untuk memproses ucapan Josev, Shankara disamping nya pun menepuk pundaknya seolah menyuruhnya untuk menanggapi ucapan Josev dengan benar.
"Jangan nawarin gitu, gue takut malah minta aneh-aneh ke lo."
"Nggak apa-apa, lo minta makanan sepabrik nya pun bakal gue kasih!" Ujar Josev dengan antusias, saat ini hanya mencari cara untuk meluluhkan Wilard.
Wilard pun tidak bisa menahan tawanya, terhibur dengan Josev. Dan hal itu membuat Josev dan Shankara mengulas senyum, akhirnya Wilard kembali tertawa dengan riang seperti ini.
Josev mendekat dan memeluk Wilard dengan erat, Josev dibuat terkekeh kala merasakan tubuh Wilard yang begitu pas dengan pelukannya itu. Selain ingin meminta maaf, Josev juga ingin mengucapkan terimakasih karena Wilard sudah sangat hebat menghadapi segala masalah yang dialaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SUARGA
Novela Juvenil-We Are Family- ------ Kami SUARGA, perkumpulan besar berisi manusia-manusia yang saling membutuhkan tumpuan. Kami menciptakan rumah impian kami bersama. Dan ini adalah kisah kami, kisah Suarga bersama dengan para petinggi dan anggotanya. ------ Sua...
